Diary Ingatan Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 18 February 2016

Melupakan dia yang pernah hadir dan menjadi bagian dari hidupmu memang sulit, terlebih lagi jika kisah itu terkenang dan itu sungguh menyakitkan. Walaupun indah saat ada penggantinya tapi tetap aja dia tidak akan sama seperti yang dulu. Seperti seseorang yang sedang bersembunyi di balik selimut lalu mengatakan, “Aku lagi bersembunyi…” Sebodoh itukah aku? Sampai-sampai aku masih mengenangnya walaupun dia sudah 3 tahun tiada, yang pasti hal yang paling aku ingat darinya adalah saat dia yang pernah hadir di kehidupanku dan telah mengajariku berbagai hal tentang yang namanya cinta, dan arti dari sebuah kesetiaan.

Kamu tahu, aku sangat suka memandang hujan, menghitung setiap tetes butiran airnya. Karena saat hujan, aku bisa mengenang masa yang telah menjadi kenangan. Andai dia ada di sampingku saat ini, aku ingin dia tahu walau sampai 1000 tahun pun aku akan tetap mencintainya, karena buat aku dia itu bagai sesosok malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk tetap ada di hati aku. Walau dia tak bersamaku, tapi namanya terukir indah di lubuk hatiku yang paling dalam. Meskipun begitu aku sadar, di balik kenangan indah itu ada masa depan yang harus tetap aku jalani dan aku percaya bahwa terkadang ujian cinta itu pasti. Karena bagiku cinta itu kesetiaan menjaga perasaan, apa dia kita miliki ataupun dimiliki orang lain.

Seperti ucapan dari sahabatku bahwa, “Dia pergi jangan engkau menangisi, dia pergi jangan engkau sesali, dia pergi jangan sakit hati, dia pergi jangan emosi, dia pergi jangan frustasi. Karena… dia pergi untuk diganti, dia pergi ada yang lebih baik lagi, dia pergi untuk menguatkan hati, dia pergi melatih bangkit lagi, dia pergi mengangkat derajat kita pada sang ilahi Rabbi, dia pergi bukan akhir dari segalanya. Yakinlah bahwa suatu hari Allah akan memberi ganti dia yang pergi dengan sosok yang lain meski tak serupa dan tak sama.”

Back to November 2012
Tin, tin … suara klakson itu membuyarkan lamunanku. Seperti biasa, setiap pagi dia memang selalu menjemputku untuk berangkat sekolah bareng. Wajar sajalah, dia itu sahabatku sedari kecil. “Kinara, sudah siap belom? Randy udah nunggu tuh.” Jerit mama dari arah dapur saat klakson mobil itu berbunyi.
“Iya Ma, ini juga udah mau pergi.”
“Pergi dulu ya Ma …. Bye.”
“iya sayang, hati-hati ya.”
“Pergi dulu tante.” Sahut Randy yang ikut-ikutan minta izin pamit. Mama hanya mengangguk.

Di dalam mobil…
“Ra, entar pulang sekolah ada buat janji gak?” tanya Randy.
“Maksud kamu?” tanyaku kembali penasaran.
“Maksud aku, entar pulang sekolah jalan yuk,”
“Em, ke mana?”
“Ada deh, aku pingin ngajak kamu ke suatu tempat yang belum pernah kamu datangi,”
“Oke sip tuh, emang mau ke mana sih?”
“Em, ada deh. Rahasia pokoknya.” Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Sesampainya di sekolah. Jam pelajaran pun dimulai, dan tak lama bel istirahat pun berbunyi. Dengan segera aku dan Randy menuju taman untuk memandangi alam sekitar. Yah, lumayanlah buat nenangin pikiran. Beberapa jam pun berlalu, teet, teet… tanda bel pulang sudah dibunyikan. Seperti janjinya, dia membawaku ke tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Tempat itu yang menjadi saksi saat dia menyatakan rasa itu padaku.

Sungguh tak ku duga, dia sosok seorang sahabat yang selama 16 tahun sudah mendampingi hidupku dan menemani hari-hariku kini berubah menjadi sosok seorang yang sangat aku cintai. Semenjak hari itu semuanya berubah, perasaan yang dulunya hanya sebatas sahabat sekarang telah menjadi sang kekasih pujaan hati. Dia berhasil membuat hidupku lebih berwarna, dan dia berhasil mengukir senyum di bibirku dan mengukir indah namanya di dalam hatiku.

“Kinara, aku mencintaimu dari lubuk hati yang paling dalam. Aku mencintaimu bukan untuk mengharapkan sesuatu, tetapi aku mencintaimu atas dasar perasaanku padamu. Bila kita saling mengerti satu sama lain pasti cinta kita abadi sampai akhir nanti.” Senyum terindahku melukiskan tentang bagaimana perasaan ini. Perasaan apa yang sedang aku rasakan saat ini? Perasaan itu tak tergambarkan. Bagaimana tidak, dia yang biasanya bertingkah konyol di hadapanku kini berubah menjadi sangat romantis. Tuhan, aku sangat bahagia karena Engkau telah mengirimkan dia sebagai pendamping hidupku, terima kasih.

27 April 2013
Setahun sudah ku jalani hubungan dengannya. Tak tergambarkan bagaimana indah hari-hariku yang ku lalui bersamanya. Tak ada rasa sedih yang terukir di hati. Tapi semenjak kejadian hari itu, semuanya berubah karena dia pergi untuk selamanya. Dia pergi karenaku, karena dia ingin menyelamatkan nyawaku yang terpeleset ke jurang. Dia merelakan nyawanya demi aku, orang yang sangat dicintainya. Kamu tahu Randy, perpisahan ini menghancurkanku. Aku tak akan sanggup menghapus segala bayangmu yang pernah ada di hatiku. Setelah kepergianmu kini hariku menjadi berubah. Hari yang biasa aku jalani dengan kesenangan kini telah menjadi keputusasaan. Kebahagiaan yang dulu aku rasakan saat bersamamu, kini berubah menjadi kesedihan karena kehilanganmu.

“Sudahlah Kinara, jangan bersedih lagi sayang. Randy sudah tenang di alam sana. Doakan saja agar dia bahagia di sana. Jika kamu sedih nanti Randy akan sedih juga sayang.” Hibur mama yang mencoba untuk membangkitkan semangatku kembali. Aku hanya membalasnya dengan senyuman. Tapi kini aku relakan kamu pergi dariku walaupun tak mudah untuk melupakanmu, tapi aku akan mencoba sebisaku. Semua tentangmu, aku tuliskan dalam buku harianku. Kisah cinta yang akan selalu dikenang dan tak kan pernah dilupakan.

30 April 2013
Terkadang kamu harus berhenti peduli pada seseorang, bukan karena membencinya, tapi karena dia tak pernah menyadari pedulimu. Terkadang lebih baik menjauh dari dia yang kamu cintai, bukan karena berhenti mencintai, tapi karena harus melindungi diri dari luka. Menyakitkan ketika kamu selalu mengingat seseorang di setiap harimu, tapi dia menyadari hadirmu hanya di saat dia membutuhkan sesuatu darimu.

Jangan terus menangisi dia yang tak dapat kau miliki. Dia menghampiri hidupmu untuk mengingatkan bahwa yang terbaik telah menantimu di depan. Jangan takut melepaskan sesuatu. Kamu tak pernah tahu hal baik apa yang telah Allah siapkan untuk mengganti yang telah hilang. Melepaskan bukan berarti menyerah. Tetapi lebih kepada memahami bahwa ada beberapa hal yang tak dapat dipaksakan. Meski pernah terluka, jangan takut untuk kembali merenda cinta yang halal. Sakit hati hanya bisa diobati oleh keikhlasan yang tulus untuk menerima apa yang terbaik menurut-Nya.

Cerpen Karangan: Ella Yolanda
Facebook: Yolanda Nakatsuka

Cerpen Diary Ingatan Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Terbunuh Olehnya

Oleh:
Seorang gadis sedang berada di sebuah ruangan Gelap, tak ada satu cahaya pun yang terlihat olehnya. Ruang sempit yang tadi siang dilihatnya kosong tak lagi terlihat karena tak adanya

Senyuman Terakhir Untuknya

Oleh:
Malam itu doni datang menjemputku dilengkapi dengan baju kotak-kotak berwarna hitam dan ditemani dengan motor kesayangannya, sungguh perasaan ku pada saat itu sangat senang ia datang menjemput dan mengajakku

Lemah Tanpamu

Oleh:
Hari itu, seperti biasanya, Heffy dan Reifa foto-foto di taman. Karena, ada class meeting, ia sengaja tak mengajak Kezya dan Putra karena mereka sedang pada kesibukannya masing-masing. Mereka berempat

Cinta di Akhir Cerita

Oleh:
Pagi yang cerah, sang surya mengintip dari balik jendelaku. Berbagi sinar dan senyumnya seakan menyuruhku untuk cepat bangun. Semburat sinarnya menerpa wajahku yang masih lesu. Dua tetes embun yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *