Dilema

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 23 February 2016

Kau tahu, rasanya bertahan untuk tidak memiliki? bertahan untuk menjaga hati ini agar untukmu selalu? kau tahu, rasanya menahan api cemburu saat kau tertawa dengan yang lain? Kau ingin tahu betapa sakitnya? Sakit, sakit sekali. Jadi tolong, hargai aku di sini. Yang berjuang mati-matian untuk mendapat perhatianmu. Tapi apa? apa yang kau berikan? kau pergi, dan membuat hatiku hancur berkeping-keping. Membuat segala usahaku sia-sia. Kau tahu, berapa detik yang ku habiskan hanya untuk memikirkanmu? aku punya 1001 detik untukmu, tapi kau?tak pernah punya satu detik pun untuk memikirkanku.

Betapa hati ini acapkali tergores, melihatmu dengannya. Dia sahabatku. Apa yang harus ku lakukan? tak mungkin, aku mengamuk dengannya, sementara ia sahabatku sendiri. Melihatmu dengan sahabatku, membuat hatiku semakin teriris. Betapa tidak? aku. Aku yang berjuang untuk mencintaimu, mempertahankanmu, berjuang untuk mendapatkan segala perhatianmu.Tapi, kau tak pernah memperhatikan aku. Namun, dia Sahabatku. Yang tidak pernah berjuang apa-apa untukmu, bisa mendapatkan perhatianmu, mendengar keluh kesahmu, mendengar tawamu, candamu, segala hal yang tak pernah ku dapatkan darimu. Salahkah aku mencintai dirimu yang tak pernah mencintaiku? yang tak pernah menganggapku ada? Kepada siapa aku harus menyalahkan perkara cintaku padamu? Kepadaku? Salahku? salah Cinta?

Banyak orang berkata, kau tak pantas untukku, kau tak layak. Namun, aku hanya tahu satu.. aku mencintaimu. Dan tak ada sedikit pun keraguan dalam diriku denganmu. Yang ku tahu hanya satu, kau layak mendapat tempat paling indah dalam hatiku. Kau selalu menjadi pemeran utama dalam mimpiku. Kau mengalir dalam setiap letupan hemoglobin darahku, menjadi nadi bagi jantungku. Tanpamu, rasanya sendi-sendi kehidupanku goyah. Tak lengkap. Ada yang hilang. Tapi, sayang.. aku tak bisa mengungkapkan segala perasaanku padamu. Karena ku tahu, semua itu akan sia-sia. Kau tak akan pernah menganggapku ada.

Sahabatku, adalah satu-satunya hal yang ku miliki di dunia ini selain keluarga. Tapi, kau.. adalah satu-satunya kebahagiaan yang belum pernah ku temukan di dunia ini. Aku dilema, haruskah ku pendam rasa ini? menguburkan segala sesuatu tentangmu? haruskah? atau.. tetap ku perjuangkan seluruh cinta ini? Aku sadar, aku bukan orang yang berarti bagi dirimu. Tapi sulitkah bagimu, bila aku meminta kau tertawa untukku sekali saja. Habiskan waktumu sehari saja untukku. Aku akan menjadi wanita paling bahagia bila hal itu terjadi. Sudikah kau melakukan hal itu? Aku tak akan mengusikmu lagi bila hal itu terjadi. Itu akan menjadi kenangan terindah, yang tak kan pernah ku lupakan tentangmu.

Mimpi? Ya, itu memang mimpi. Terlalu tinggi? Ya, memang terlalu tinggi. Tak mungkin? Semuanya menjadi mungkin di tangan Tuhan. Sekarang, boleh saja kau tak pernah menganggapku ada. Silahkan saja, kau abaikan cintaku. Remehkan saja, segalanya tentangku. Lupakan saja, bahwa aku ada. Mungkin nanti, esok, atau lusa, dan suatu saat nanti kau mencariku. Saat itu, kau baru menganggapku ada. Mungkin, di saat aku mulai bisa terbebas dari anganmu, kau baru menghargai upayaku. Cinta tak akan pernah bersalah. Tak akan pernah. Karena, cinta bisa tumbuh di setiap insan. Tanpa memandang status, kaya atau miskin, cantik atau buruk. Semua itu, tampak sama di hadapan cinta.

“Namun kau tahu cinta tak bisa. Tak bisa kau salahkan..”
“Bahagiakah aku sekarang?” Jujur pertanyaan ini, membuatku bingung.

Satu sisi aku berbahagia karena menemukanmu. Sisi lainnya sedih, karena dirimu bukan milikku. Yang pasti, aku bersyukur karena, diizinkan Tuhan untuk bertemu denganmu. Walaupun kita tidak dipersatukan sebagai sepasang kekasih. Setidaknya, mengenal dirimu sudah lebih dari cukup. Terima kasih, atas semuanya. Sedih juga tawa. Kehidupanku mungkin hambar tanpamu. Lengkap kehidupanku dengan adanya dirimu. Lengkap kesedihan juga kebahagiaannya. Satu yang perlu kau tahu, aku tetap mencintaimu. Apa pun keadaannya.

*Lirik lagu Cinta dan Rahasia Yura Yunita feat Glenn Fredly.

Cerpen Karangan: Fychsina
Facebook: Fayza Achsina

Cerpen Dilema merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pencarian Jawaban

Oleh:
Jari jemari menari diatas keyboard, mata memandang layar yang tiada henti hentinya memberikan tugas yang semakin lama semakin memberikan beban di mata. Tak kusadari esok hari beban itu mungkin

Samudra Cinta

Oleh:
Deburan ombak tepi pantai malam itu, seperti sedang memberiku isyarat bahwa aku hanya terlihat layaknya sebongkah karang yang kesepian di tengah samudra nan deras, entah mencoba menahan derasnya terjangan

Illusions

Oleh:
Malam ini angin berhembus tidak biasa. Terlalu liar untuk hanya disebut sebagai angin semilir. Entah apakah aku tengah mengambil keputusan yang tepat dengan duduk di serambi depan, sementara cuaca

Merindukan Mantan

Oleh:
Hari mulai gelap dan sebentar lagi sunyi dan rindu akan menghimpitku kembali seakan ia mengajariku menyiksa diriku sendiri mungkin bukan hanya aku yang merasakan perasaan rindu dengan seseorang yang

Hilang

Oleh:
Kasih, ke mana kamu pergi? kau tinggalkan aku di sini tanpa alasan. Tanpa sepatah kata perpisahan. Kasih apa salahku? hingga kau pergi begitu saja. Kasih apa kau di sana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *