Galau

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 1 February 2015

Hari ini mendung menyapaa, bintang pun tak kunjung datang. Apakah malam ini menturkan hatiku? Yaa, hatiku sedang tak karuan. Entah melayang kemana. Ingin rasanya ku menangis, menangis sekeras-kerasnya, agar dia sadar, dan agar dia tahu…

Dia adalah cowok anak kelas 9.1 orang banyak kenal sih katanya dia itu cuek, agak nyebelin dan pemarah, tapi dia pendiam. Katanya dia itu pindahan dari bekasi, aku yang hanya bisa mengingat kata-kata itu dan hanya memandang jendela berharap ada bintang yang menghiasi malam yang gelapku ini.

Teringat saat dulu dia bertanya tanya kepadaku, dia yang sangat baik. Tapi semuanya itu dilakukan saat dia sedang bosan, atau lagi gak ada kerjaan. Kalau cueknya dia keluar ya dia biasa aja. Tapi itu gak jadi penghalang, aku tetep suka sama dia, walaupun aku tau dia itu orangnya susah buat peka, kata teman-temannya sih dia masih trauma. Haha dia makin lucu saat dia bilang kaya gitu ke temannya.

Sekarang, dia cuman semu.. Yang sebentar lagi bakalan hilang karena dihantam oleh perpisahan. Dan dia harus melanjutkan ke SMA. Yang katanya di bekasi. Betapa sedihnya aku, di saat dia bilang kalau dia sebentar lagi akan lulus dan pindah ke bekasi, aku yang masih kelas 8 ditinggal pergi oleh dia. Dia cowok misterius itu dia yang tak pernah peka, kadang, ngangenin, kadang pula cuek minta ampun. Dan sekarang adalah detik-detik menuju perpisahan, detik-detik menuju ruang galau, dan kembali seperti dulu . Sejujurnya, aku tak siap!

Cerpen Karangan: Cana Parvati
Facebook: cana kancana
hello, ini cerpen pertama kali yang baru saya masukan ke website ini semogaa kalian sukaa ya, dan follow twitter saya @canakancana atau facebook. cana kancana. thank you :))

Cerpen Galau merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rindu Pelangi

Oleh:
Sore ini tampaknya kota Jogja kurang bersahabat dengan banyak orang. Di luar tampak suasana kota yang mendung berselimutkan rintik-rintik hujan yang turun. Tapi tidak untukku, aku terlebih menyukai keadaan

Aku Yang Mengalah

Oleh:
Aku mengalami kisah ini dimasa putih abu-abuku yang penuh dengan suka dan duka. Perkenalkan namaku adalah putri yani ginting anak dari 3 bersaudara dan anak terakhir dari ayahku yang

Sepucuk Surat Berbalut Rindu

Oleh:
Jangan kamu sebut ini sebagai surat cinta hanya karena aku menggoreskannya dalam secarik kertas putih tak bernyawa. Sebutlah ini sebagai curahan hati dan kamu menjadi tempat curhatku. (catatan kecil

Rembulan Tanpa Cahaya

Oleh:
Aku bagai lilin kecil tanpa cahaya. Berlari-lari dari kenyataan yang begitu kelam ku rasakan kini. Dulu kau bagai madu yang terucap manis sekali di telingaku. Namun kini kau adalah

Only Hope

Oleh:
“Aku melihat bintang yang tersenyum dalam kelam.. Jika tersenyum menjadi terang, atau kadang menjadi padam tenggelam dalam kesunyian. Saat ia tersenyum cahaya itu ada, namun jika tidak, cahaya itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *