Hanya Ingin Didengar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 December 2016

Senja menyambut dengan hangat, bias cahaya keemasan mulai menyelimuti bumi dan perlahan menghilang membuatku tersadar dalam kesendirian, aku wanita yang sudah satu tahun ini menemaninya pria dengan tinggi 176 dan tubuh yang biasa saja bernama alex.

Namaku chika alaya namun sering dipanggil uci sudah dua minggu ini aku selalu merasa kesepian entah mengapa dia tak penah ada waktu untukku, mungkin dia terlalu sibuk dengan dunianya. dia hanya sesekali menemuiku. Saat ini aku sangat merindukannya. Hingga terbersit di benakku untuk mengajaknya bertemu besok. Aku yang sedari tadi melamun memikirkannya bergegas mengambil ponselku untuk menghubunginya. Kuambil ponselku di atas meja belajarku dan kupencet nomornya untuk meneleponnya. Sungguh terkejutnya aku ternyata seorang wanita yang berbicara “Maaf nomor yang anda hubungi sedang dialihkan silakan coba beberapa saat lagi” Huh!! Sial selalu aja kaya gini setiap dibutuhin pasti gak ada! Gerutuku sambil melempar handphoneku. “Kenapa gak bbm aja pasti dibaca” ujarku bicara sendiri.

Aku pun mengambil handphoneku kembali. Kuketik pesan singkat untuk mengajaknya bertemu besok “Hay yang, lagi sibuk ya? Besok aku mau kamu temuin aku di tempat biasa jam 4 sore bisa kan?” 20 menit kemudian alex membalas “Maaf yang tadi aku lagi di rumah temen hpku lobet, oke besok di tunggu ya”

Keesokan harinya sepulang sekolah aku pergi ke taman kota untuk menemui alex. Aku ingin bercerita bahwa minggu minggu ini aku mengalami banyak masalah ditambah lagi dia yang tak pernah mempedulikanku. Sesampainya di taman aku duduk di bangku dekat pohon rindang Kutengok sekelilingku tak ada tanda tanda datangnya alex. Aku masih menunggu dan akhirnya dia datang sambil berlari kecil menghampiriku
“Hay sayang maaf aku telat”.
“Gak papa kok” jawabku
“Kamu kenapa?” tanya alex
“Gak papa kok” jawabku lagi.
Lalu dia duduk di sampingku Rasanya aku ingin sekali berkata bahwa aku kangen sama dia tapi aku gengsi nanti apa kata dia kalau aku bilang gitu. Guramku dalam hati.

Sudah hampir 30 menit disini tapi tak satu pun kata yang keluar dari mulutnya Aku ingin sekali bercerita kepadanya kalau sebenernya aku banyak masalah mulai dari masalah sekolah, masalah sahabatku yang menjauhiku, masalah di rumah sampai maslah tugas sekolah. Aku mulai membuka pembicaraan karena mulai bosan dengan diam ini. “Gimana sekolah kamu?”
“Baik” jawabnya singkat
“Aku lagi bete banget” ujarku seraya memberi kode tentang kondisiku tapi dia hanya menatapku dan tersenyum kecil. Dan yang lebih parahnya dia malah mengajakku pulang bukannya bertanya tentang keadaanku.
“Pulang yuk udah sore” serunya
“Hah pulang? Kamu duluan aja deh aku masih betah disini” sahutku
“Ya udah kamu hati hati ya disini” jawab alex dan bergegas pergi meninggalkanku.
Oh tuhan apa salahku, seruku dalam hati.

Tak lama kemudian aku pun pulang dengan wajah bagaikan lembaran kertas yang diremak hingga kusut sekusut kusutnya. “Eh kok baru pulang nak?” Tanya ibuku
“Iya bu tadi ada urusan” jawabku sambil berlalu pergi menuju kamar.

Rasanya aku ingin teriak dan menangis sekencang kencangnya namun kutahan. Kuambil buku harianku dan mulai menaruh tinta di lembar perlembar kertas itu mengungkapkan isi hati yang butuh seseorang untuk berbagi cerita. “Hay nus masih ada kah orang yang dapat dipercaya untuk mendengar segala keluh kesahku Entah mengapa semua orang menutup telinga ketika aku bercerita. Nus, Aku sadar aku bukanlah orang yang mampu memendam beban ini, tapi mengapa aku tak bisa membagi bebanku kepadanya Orang yang selalu di dekatku dia seakan tak mempedulikanku Hanya diam tanpa kata seolah tak ingin aku berbagi bebanku kepadanya. Lalu kepada siapa aku harus mengadu. Bukankah saat ini hanya dia yang selalu bersamaku. Tapi mengapa ia seolah menutup telinga dan tak memperdulikanku. Aku hanya ingin didengar saat kurasa aku tak sanggup lagi memendam beban ini”.

Selesai

Cerpen Karangan: Uun Yuningsih
Facebook: Uun Yuningsih
ini cerpen pertama saya
mohon maaf kalau ada salah salah kata

Cerpen Hanya Ingin Didengar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pamit

Oleh:
Aku melirik arloji hitam yang melekat erat di pergelangan tangan kananku, sudah lebih dari satu jam namun langit belum berhenti menangis. Bahkan tangisannya bertambah deras seiring waktu berjalan. Kilatan

Antara Kau dan Aku

Oleh:
“Kak. Tungguin dong” ujar michele “lelet amat sih kamu, chell!” ujar kak bagas “sorry kak, aduuhhh… kaki ku keseleo kak” ucap michele sambil memegang kaki kirinya “keseleo…? tuh kan

Ketulusan Kasih Sayang

Oleh:
Kini pertama kalinya ku merasakan perhatian dan kasih sayang dari orang yang menurut ku gak penting. Ya, dulu aku menganggap dia hanya angin berlalu. Aku tidak yakin pada saat

Diam

Oleh:
Pria itu bernama Radit. Pria yang mengagumkan, elok, tidak kasar, tetapi terkadang menyebalkan. Aku sendiri belum lama ini telah dekat dengannya. Fayza yang mungkin masih pacarnya begitu memiliki sifat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *