How To Love (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 27 December 2016

Perasaan cinta yang masih kupendam tentunya sulit untuk aku lupakan selama ini sayang. Apa kabarmu hari ini? semoga kau tetap bahagia dengan keadaanmu saat ini, aku sangat yakin.

Hai, ini aku arif. Aku lelaki yang saat itu menghilang seperti pecundang. Kau tahu, sepertinya banyak sekali cerita yang kita lewatkan bersama. Entahlah, keadaan saat itu memaksaku ingin melupakanmu. Karena aku takut, kamu tidak akan pernah bahagia bersamaku.

Yah. selama ini, aku tentunya menyesali perbuatanku itu. Kau adalah wanita yang aku cintai, wajar bila aku sangat merindukanmu. Dan memang, aku orang yang kurang beruntung saja saat itu. Kau tahu, orang lain pun tak sudi jika membaca cerita sampah seperti ini. Cerita ini, sangat tidak penting untuk orang lain urusi.

Beberapa kali, aku mencoba mempertahankanmu. Namun nyatanya, aku tidak bisa menjagamu. Entahlah, aku tidak pernah mengerti tentang urusan cinta. Yang aku lakukan, hanya bisa mempermainkanmu dan tidak pernah serius pada hubungan cinta kita berdua. Tapi hati kecilku mengatakan berbeda sayang, kau wanita yang aku cintai. Betapa istimewanya cinta yang kau berikan padaku. Hingga, tidak pernah ada seorangpun yang dapat menggantikan posisimu di hatiku. Itu benar sekali.

Lama sudah cerita kita berakhir kandas ditengah jalan, dengan masalah yang seharusnya bisa aku atasi lebih cepat. Terkadang, hubungan cinta ini terlalu rumit untuk aku jalani. Jelas, aku yang masih tidak percaya dengan keadaan, pada kenyataan, yang memaksaku untuk berkorban lebih, agar dapat mempertahankamu di sampingku. Karena aku tidak pernah memiliki seseorang, jadi aku tidak tau caranya mencintai.

Sayang. Nama panggilanku saat itu untukmu. Andai saja bila aku dapat memutar lagi waktu. Dimana aku masih mengingat jelas, sosokmu. Yah benar, kau wanita yang selalu meneleponku saat tengah malam. Bidadari yang jatuh dari kayangan, yang sekedar menanyakan keadaanku dan berbagi cerita tentang hari itu.

“Hallo, arif?” sahut amel padaku.
“Hallo, ini siapa yah?” tanyaku pada amel.
“Ih tukan kamu nyebelin banget sih” jawab amel padaku.
“Iya sayang ada apa? Pasti lagi kangen yah hehehe” candaku, pada amel.
“Ahhh bete” sentak, jawab amel padaku.

Aku sudah terbiasa dengan kebiasaan amel, yang selalu meneleponku tengah malam. Sikapnya itu, membuatnya terasa berbeda dengan wanita lain, sungguh. Memang pada saat itu, amel tampak mengeluh padaku. Dimana ia bercerita, tentang aku yang jarang sekali mengajaknya bermain dan melepas rindunya bersamaku. Sepertinya ia memberikan kode, bahwa ia sedang rindu padaku.

“Arif, aku kangen banget, kapan kamu bisa ajak aku main lagi?” sahut amel padaku.
“Iya mel, aku usahain nanti aku kabrin lagi yah” jawabanku pada amel.

Sempat jawabanku itu, memicu kesalahan yang sering aku lakukan dengan wanita yang paling aku cintai dan aku lakukan itu dengan sadar. Rasanya hari-hari itu terasa membosankan karena aku lagi-lagi mengabaikannya. Yang aku takutkan, ia tidak akan pernah bisa bahagia bersamaku.

Jujur. memang aku menyadarinya dalam hati ini menjelaskan, bahwa kau memang tidak siap atas apa yang terjadi nanti padanya. Dan bila saat itu aku menyadarinya dengan cepat, mungkin cerita ini akan sedikit berbeda.

Hubungan kami memang tidak pernah jelas, dengan kondisi pada saat itu. Karena aku lagi-lagi menghilang darinya, dengan waktu yang cukup lama. Aku menyadari, bahwa sikapku yang pemalas menjadi penyebabnya. Ini sangat menyedihkan, suatu hal yang bodoh, memang benar sekali. Mungkin jika aku jadi amel aku akan sangat kecewa, mungkin membencinya, bahkan ingin melupakan, jika perlu.

Semua itu salah, rasa kecewa itu tidak pernah tampak terlihat darinya. Aku merasa bersalah sekali, banyak sekali janji yang aku ingkari. Kekecewaan itu nampak terlihat jelas di pikiranku. Tapi lagi-lagi hati ini menegaskan. Aku sangat mencintainya, aku menginginkanya, apa yang selama ini dia lakukan padaku, membuatku merasa nyaman denganya. Sehingga aku mencoba memberanikan diri, sepertinya aku harus belajar dari kesalahan itu. Entahlah, apa salahnya jika aku mencoba segera meminta maaf padanya.

Ini keadaan yang sangat kacau, aku tidak mengerti bagaimana ia menanggapinya saat itu. Tidak lama setelah aku mengirimkan pesan padanya, anehnya amel membalas pesanku. Dimana ia mengatakan untuk menjemputnya di rumah. “Oh Tuhan”, Aku sangat beruntung sekali. Sepertinya ada harapan untuku terbuka kembali. Momen yang aku inginkan, aku segera bergegas menuju rumahnya. Tiba sesampainya di rumah amel, aku lalu menghubunginya.

“Mel, aku sudah sampai ini depan rumah kamu. kamu jemput kesini yah” sahutku pada amel.
“Iyah aku sekarang kesana, tungggu yah bentar” jawab amel.

Hari yang cerah, menghiasi pertemuanku pada saat itu. Kami dipertemukan kembali. “Oh Tuhan”, hatiku bergetar dan mataku terkesima, betapa cantiknya dia hari ini. Tidak pernah aku menyangkanya, mimpi apa aku semalam, tanyaku. Dan Amel tersenyum manis, seketika bertemu denganku sore itu.

Aku sempat mengatakan maaf sebelumnya dengan tulus padanya. Tapi, karena memang ia wanita yang baik. Jadi dia sudah memafkan kesalahanku yang lalu.

“arif, kita mau main kemana nih?” sahut amel padaku.
“Kamu mau mainya kemana, aku sih gimana kamu?” jawabku yang bingung pada saat itu.
“Kemana yah, aku sih terserah kamu aja” jawab amel.
“Hmmmm, ya udah berangkat aja, gampang nanti kita mikir di jalan aja hehehe” elaku, pada amel.

Hal itu juga yang membuat saya bingung setengah mati. Soal tempatpun menjadi permasalahan besar. Memang saya buta sekali dengan jalan, karena begitu tidak hafal dan jarang sekali bermain. “Maaf karena saya bukan anak hits”. Terkadang saya merasa takut dan malu jika saya harus terus terang padanya.

Sesampainya kami di lokasi tempat makanan favoritku. Aku mencoba berbicara padanya dengan baik, nampak saat itu dia menceritakan kondisinya. Lama setelah tidak bertemu denganku. Ya, aku mengerti kondisi pada saat itu memang sulit untuk aku katakan. Sehingga, aku membahas cerita yang lain saja. Ditengah perkataanya aku sangat terkejut sekali, wow.. Amel menceritakan yang membuat perasaanku hancur seketika saat itu. Yah tentang kekasih barunya, ia mengatakan sangat bahagia dengan pasangan barunya saat ini.

Mungkin ini merupakan sebuah cambukan untuku, karna menyianyiakan cinta yang tulus darinya dan akhirnya petaka yang terjadi. Yah syukurlah, Memang orang bodoh banyak sekali yang mencintaimu dengan tulus termasuk aku.

Amel mencoba tersenyum seperti biasanya kepadaku dan aku hanya bisa mengiyahkan kondisi saat itu.
yah. Aku akui hari itu, aku sangat gugup berbicara padanya. Tidak seperti biasanya saat bejumpa. Mungkin, aku yang masih menyimpan perasaan padanya.

Amel sempat melanjutkan curhatnya padaku, ia menceritakan segala ceritanya. Termasuk, Masalahnya dengan teman dan pacarnya yang dia katakan padaku. Temanya yang menjauhinya karena sesuatu dan pacarnya yang sedang ada di luar kota. Ia sempat mengeluhkan tentang itu padaku.

Memang, dimalam itu aku melihat wajahnya sedih. tampaknya, amel seperti memikirkan sesuatu, entah itu sedang memikirkan masalahnya, sepertinya ia terganggu. Tidak tenang pada dirinya sendiri. Tapi, tidak seperti harapanku, Ia akan mengatakan putus begitu saja dengan pacar barunya. Semua itu salah, Karena amel mengatakan padaku, bahwa kekasihnya akan selalu setia padanya kapanpun.

Malam itu, aku mencoba utuk menghiburnya. Agar ia sedikit tenang dengan keadaanya. Tetapi, tidak untuk diriku sendiri. Memang, dalam hatiku mengatakan. “Kau pantas diselamatkan sayang”, sedangkan aku tidak. Malam semakin larut dalam kegelapan dan aku hanya bisa mengikhlaskan segalanya apa yang sudah terjadi padaku hari itu.

Cerpen Karangan: Mohamad Angga
Facebook: https://www.facebook.com/Aanggassangga

Cerpen How To Love (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Remuk

Oleh:
“Sial, hujan lagi… hujan lagi…” itu kata pertama yang keluar dari mulutku ketika hujan datang. Perlahan ku buka korden kamarku, tak ada yang bisa di lihat dari sana, hanya

Hijrah Cinta

Oleh:
Lila tersadar dari lamunannya ketika Gia mencoba menepuk pundak kanannya. “Giaaaaa…” teriak Lila kesal. “sorry deh sorry.. lagian dari tadi ngelamun aja, ngelamunin apa sih?” tanya Gia penasaran. “mau

Kesetiaanku di Balas Dengan Penghianatan

Oleh:
Hanya lantunan lagu melow yang menemani setiap malamku mengingat kisah cintaku yang menyakitkan setiap aku mengingatnya dan hampir setiap malam aku selalu menetaskan air mata ketika aku kembali mengingat

Tegarnya Nuna

Oleh:
Hai, namaku Nuna. Tadi, aku sempat melamun. Entah memikirkan apa. Hanya saja tatapanku kosong. Lampu dari kendaraan bermotor pun menyorotiku tapi ku hanya diam, tak menghiraukan. Tatapanku masih kosong,

Rindu Kembaran

Oleh:
Di tengah gemuruh acara-acara pondok, di setiap kegembiraan yang menghampiriku disitu pula mata ini meneskan air mata. Bukan tangis duka maupun tangis sengsara akan tapi itu semua tangis rindu,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *