How To Love (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 26 March 2018

Kisah cinta ini berlanjut di bagian 2, dimana aku dan amel berbicara tentang saat itu waktu sudah teralu larut malam. Aku khawatir jika amel tidak bisa pulang karena memang tempatku saat ini dengan amel, rumahnya sangat jauh dari lokasi tempat tinggalnya. dan aku berkata..

“Mel kita mau ke mana lagi nih?” tanyaku pada amel.
“Engga tau rif, tapi aku kayanya mau ke temen kos deh deket sini. soalnya udah kemaleman banget. Kan kalo pulang ke rumah sekarang pasti kejauhan” jawab amel padaku.
“Emang udah bilang sama ibu mel, yakin gak papa?” tanyaku sambil cemas pada amel.
“Aku udah bilang dari tadi sih, jadi enggak masalah” jawab awel sambil mengelak.

Kata itu membuatku bingung dan kerap kali aku memutuskan untuk mengikutinya dan mengantarkanya malam itu juga, entahlah. Hingga lampu jalan menerangi saat perjalanan aku mengantar amel pulang. Malam itu hatiku terasa kelabu dan udara dingin menusuk perasaanku yang hancur. Tiba sesampainya di kos temanya, aku langsung berpamitan denganya. karena aku bingung, apalagi yang harus aku katakan padanya.

“mel aku langsung pulang aja yah, soalnya ada perlu sama temen” jawabku pada amel.
“Enggak mampir dulu nih? Eh arif makasih banyak yah, udah anterin aku sampai sini” jawab amel padaku.
“Iya mel sama-sama makasih yah udah nyempetin waktunya buat ketemu hari ini” ucapku pada amel.

Hari itu untuk terakhir kalinya, yah terakhir kalinya aku bisa bertemu dengan amel. Aku segera pulang dengan seorang diri, menyusuri jalanan dengan perasaan hampa. Entah mengapa perpisahan itu, aku seperti selalu menyesali kesalahanku yang terjadi waktu lalu padanya.

Disaat berpamitan dengan amelpun aku membayangkan seperti melihatnya, semakin jauh dari tatapanku seolah merelakanya pergi selamnya dari hadapanku. Oh Tuhan, Aku memang bodoh sekali. Aku mengabaikan wanita yang paling aku cintai. Aku menyesali diriku sendiri di dalam benakku malam itu.

Aku pulang dengan perasaan hampa dan mencoba tegar dengan apa yang terjadi pada malam itu. Yah sepertinya aku harus tetap tegar dan menjadikan pelajaran ini agar tak terulang lagi kedua kalinya padaku.

Tiba sesampainya di rumah aku membuka pintu kamarku, aku sangat lelah hari itu. Aku mencoba berbaring sejenak dan mecoba memejamkan mataku perlahan. Terdengar suara handphoneku berbunyi sangat keras sekali, “siapa itu” tanya di dalam hatiku. Aku terbangun seketika dan mencoba mencari handphoneku. Setelah kudapati dan kulihat, sebuah pesan dari amel. lalu kubaca, ternyata.

“Arif makasih buat hari ini, aku seneng banget bisa ketemu kamu. Hmm btw aku dicampakin lagi sama temen aku bt banget, kalau aja tadi kita bisa main lebih lama lagi, aku bisa lebih tenang sama kamu” elak amel padaku.
“kenapa tadi enggak bilang, yah terus gimana sekarang, mau aku jemput lagi?” jawabku pada mael.
“hmm, udahlah enggak usah gak papa kok” elak amel padaku.
“yang bener nih mel?” jawabku yang cemas pada amel.
“iya beneran” elak amel.

Jika kamu pun bahagia, aku lebih bahagia mel. Karena aku mencintai kamu lebih dari sahabatku sendiri. tapi ungkapan itu sudah tidak berlaku sekarang. Karena aku bukan siapa-siapa lagi di hati kamu.

Aku hanya ingin mengatakan sungguh berat ujian ini, aku tidak mengerti mengapa perjalananku sesulit ini dibanding amel dan aku tidak bisa keluar dari kondisi kisah cinta ini. Bila aku harus melepaskan amel aku mohon agar aku dapatkan gantinya yang lebih baik darinya haha. Maaf bila aku lancang mengatakan semua ini, karena aku selalu lambat dan tertingal dari yang lainya masalah cinta. Tuhan tolonglah aku.

Itu yang selalu melekat dalam hatiku dan sangat aku sesali akibatnya. Karena tuhan tau dan marah dengan sikapku, merebut segalanya yang terindah dan terpenting dariku.

Hari dimana aku masih bisa menghubungi amel tapi tidak seperti cerita dulu. Hanya sebatas kabar biasa saja dan kini semua terbalik, kini aku yang mengabari amel. Cerita sudah berbeda dan aku hanya termenung, terpuruk sedangkan amel bahagia.

Aku tidak tahu bagaimana lagi mengembalikan cerita ini seperti awal cerita. Kini semuanya sudah terlambat. Oh tuhan, aku menyesali apa yang kulakukan dan yang kudapatkan saat ini. aku merasakan kondisiku seperti amel yang dahulu yang kucampakan.

Selalu saja terasa perih jika aku mendapatkan status atau foto dia bersama pacarnya kini. Entah kebetulan atau disengaja, aku tidak mengerti. Aku tidak sanggup melihat semua ini, persetan dengan diriku sendiri bahwa aku adalah seorang pecundang yang tidak bisa berbuat apapun.

Inilah kenyataan yang aku dapatkan saat ini aku hanya ingin mengatakan “persetan dengan semuanya” benar kau pantas diselematkan sayang, daripada lelaki bodoh sepertiku. aku selalu saja dibayangi wajah amel yang sering menghantui pikiranku dan melenyapkan perasaanku. sepertinya aku banayak dosa padanya ini bukan pelajaran baik untuku tapi untuk amel.

Memang tuhan sangat adil padanya, tidak untuku yang Selalu salah. Tapi apakah aku terus saja pesimis seperti ini dan tidak mencari yang lainya mencoba hal yang baru dengan membuka lembaran baru dan perlahan melupakanya.

Memang orang lain pun banyak yang memberi solosi seperti ini. Tapi kawan ketahuilah solusimu tidak sebaik dengan kenyataan karena kenyataan bisa berbeda dengan solusimu bahkan diriku sendiri.

Melupakan amel bukanlah hal gampang hari, bulan dan tahun aku lewati ternyata aku belum bisa melupakanya. Masih saja banyak kenangan dan penyesalan masih terlihat jelas saat aku merasa kesepian. Meskipun ada penggantinya aku tetap saja tidak bisa melupakan amel. Karena amel adalah wanita penyempurna. Belum ada yang bisa menggantikanya di hatiku hingga sampai saat ini.

Sudah kukubur nama itu dan wajahnya di ingatanku. Namun itu berhasil, aku mulai bisa sedikit demi sedikit melupakanya. Aku selalu bertanya dalam hati “apakah amel berpikir sama seperti itu juga padaku?” entahlah.

Dear amel, “Andai saja jika engkau diberi kesempatan kedua, hidup taakan berakhir dengan penyesalan sehina ini” elakku.

Pengalaman ini setelah kuceritakan rasanya aku mulai malas kembali lagi mengigatnya. Sudah cukup untuk diteruskan karena aku tidak ingin menghancurkan hubunganya dan aku sadar diri dengan kondisi aku saat ini. namun jika aku boleh meminta jangan salahkan aku jika suatu saat takdir mempertemukan kita lagi dan aku hanya ingin maafkan aku dan jadikanlah aku teman baikmu apapun itu. Sudahlah itu hanya hayalan aku saja.

Karena dengan cara seperti ini aku bisa menghapus salahku saat itu padamu karana lelaki pecundang sepertiku pantas diberi pelajaran seperti ini agar tahu rasanya menyayangi dan peduli.

Memang jika sifatku bejad saat itu mungkin saja amel yang baik dan pemaaf akan menyesal dan mengatakan sama sepertiku saat ini.

Cerpen Karangan: Mohamad Angga
Blog: ceritasemuatentangcinta.blogspot.co.id

Cerpen How To Love (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Katakan Padaku, Apa Itu Cinta

Oleh:
Saat aku lupa tentangmu yang tidak mencintaiku, aku hidup dengan melakukan segala sesuatu yang ingin ku lakukan. Apa kau tahu apa tujuanku melakukan itu? Supaya aku bisa menghapusmu dari

Puisi Untuknya

Oleh:
Suasana laboratorium sangat terlihat ricuh, para laboran sibuk menganalisis bahan-bahan pangan. Begitu juga dengan laboran cantik nan anggun, dia terlihat sangat nyaman dan tenang menggeluti pekerjaannya itu. Orang-orang sering

Resto Maghoni

Oleh:
Sekali lagi aku membaca papan nama restoran yang ada di depanku. Tak terasa sudah sepuluh tahun aku tak mendatangi restoran ini, restoran yang aku kira akan tutup karena letaknya

Kau Yang Sempurna

Oleh:
Pagi saat udara Bandung masih terasa dingin, aku sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Hari ini adalah hari penentuan ku, Sidang kelulusan ku. Perasaan ku saat ini sangat bergejolak,

I Hate You Because I Love You

Oleh:
Hari ini terulang lagi penebar pesona itu mulai menyebarkan tatapan mata indahnya lagi hatiku mulai berdetak tak karuan… “heeiii… Kenapa kamu melihatku begitu..?” tanya habibi mengagetkanku “tidak, aku hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *