I Hate You Because I Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 June 2014

Hari ini terulang lagi penebar pesona itu mulai menyebarkan tatapan mata indahnya lagi hatiku mulai berdetak tak karuan…
“heeiii… Kenapa kamu melihatku begitu..?” tanya habibi mengagetkanku
“tidak, aku hanya merasa kamu itu aneh” jawabku. Lalu ia pergi tak memperdulikan perkataanku. Setiap aku menatap mata indahnya itu aku merasa berada di awan terbang melayang dan aku tak tau rasa apa di hatiku ini “ohh tuhan, semoga engkau tidak menjerumuskan hambamu ini pada rasa cinta di sekolahku ini. Aku ingin menyelesaikan studyku dulu, dan setelah itu aku akan mewujudkan cita-cita hidupku. Aku tidak mau mengenal kata cinta dahulu, karena aku tidak mau merasakan sakit hati seperti apa yang dirasakan teman-temanku” batinku.

Yah…!!! Perinsipku tak kan ku ubah sampai aku menemukan tujuan hidupku. Karena dalam keluarga besarku prinsip itu sangat mendukung. Bahkan nenekku melarangku berdandan seperti anak muda jaman sekarang, bahkan saat aku berpenampilan dengan poni panjang nenek marah dan mengomeli aku dengan celotehnya yang tiada henti. Sejak saat itu aku tak pernah berpenampilan seperti itu, kecuali di luar rumah, tapi aku tak pernah bertampil berlebihan “untuk apa berbuat yang neko-neko kalau tidak berguna bagi masa depanmu…” aku selalu mengingat nasehat yang diberikanya padaku, karena itu semua untuk masa depanku.

Hari ini sekolah mengadakan jalan sehat, perjalananya hanya memakan 35 menit, dan begitu sampai di sekolah aku langsung beristirahat. Begitu sampai di kelas aku melihat mata indah habibi sepuasnya saat dia bermain dengan kawannya di kelas. Dan saat melihat mata indah habibi, tak sadar aku tersenyum sendiri. Dan waktu itu kawan baikku melihat senyumanku.
“cieeee… Senyum sendiri ngeliatin habibi ya…?” tanya aisyah mengagetkanku
“haaa…!!! Apaann sih enggak kok…?” jawabku kaget
“ahh masa sih” tanyanya menyindir.
“whatever” jawabku singkat
“wolessssss bray” kami tersenyum bahagia.

Selang beberapa hari aku mulai merasakan getaran cinta, jadi aku memutuskan melupakan mata indah habibi itu, mata indah penuh kesejukan. Tapi itu semua lebih baik bagiku untuk mencapai tujuan hidupku. Terkadang aku menangis meratapi apa yang telah aku lakukan selama ini, menikmati hal yang sulit dilupakan.

Seiring berjalanya waktu aku mulai merasakan adanya perubahan dalam kualitas belajarku. Konsentrasi belajarku menurun, prestasi belajarku pun ikut turun. Aku mencoba mencari solusi dengsn curhat pada aisyah apa yang harus aku lakukan saat ini.
“gimana yah, caranya ngelupain seseorang yang udah lengket di dalam hatiku ini…? Rasanya cintaku ini semakin membara dalam dada” tanyaku
“gak usah dilupain nanti malah tambah cinta loh mangkin lengket di hati karena kamu mikirin dia terus..” jawab aisyah panjang lebar.
Aku semakin menangis menahan rasa cinta di hatiku ini. Semua ini karena aku mengenal cinta, dan sekarang aku hanya bisa berkata “i hate you because i love you”

Cerpen Karangan: Yuniar Maulidiana
Facebook: Yunyun Maulidi

Cerpen I Hate You Because I Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Bisakah Kau Menunggu

Oleh:
Aku dan dia. Entah apa sebenarnya kami, jika dibilang pacaran kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. Tapi dibilang bukan pacaran pun bukan, karena kami tahu saling mencintai satu sama lain.

Cintaku Yang Terbaik

Oleh:
Namaku “Gabriella Indri Pratiwi”. Aku lahir di Jakarta, 1 januari 1999. Sekarag aku tinggal di Bogor bersama kakaku. keluargaku sudah tidak utuh atau yang sering di sebut “sudah bercerai”,

Satu Cinta Dua Dunia (Part 2)

Oleh:
Satu tahun sudah lamanya Joni tak lagi mendengar kabar dari kekasihnya, Intan. Satu-satunya hal yang membuatnya masih yakin bila mereka akan dipertemukan kembali adalah secarik surat dari Intan yang

Ketabrak Cinta

Oleh:
Brukk. Semua bukuku jatuh berantakan. Seseorang menabrakku, kulirik wajahnya. Seorang laki-laki tampan dengan kulit putih dan bola mata yang sendu. Tangannya ikut membantuku memunggut buku yang berserakan. “Maaf ya,

Bertempur (Part 1)

Oleh:
“Broook!!!” “Khin, woy Khin!” suara gebrokan meja terdengar dan bergetar di telingaku seiring dengan suara lantang seseorang. “Apaan sih? Biarkan aku terbuai dalam mimpi-mimpiku dengan tenang!” ucapku yang merasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *