Janji Palsu dibalik Senja Biru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 September 2017

“Selamat pagi Milla”, sapa wanita paruh baya itu kepadaku.
“Pagi juga ibu Rita”, sapa balik ku sembari menaiki sepeda.
Seperti biasanya aku mengayuh sepeda ke sekolah, Melewati jalan raya yang mulai dipadati berbagai jenis kendaraan yang berlalu lalang.

Perkenalkan namaku Adinda Millani, Panggil saja aku Milla. Aku kelas X di sebuah sekolah yang ada di indramayu. Aku tinggal di salah satu kost-kostan milik ibu rita. Ya, ia sangat ramah kepada siapapun. Termasuk kami para penghuni kost. Setiap pagi, ia selalu menyempatkan diri menyapaku, dan juga yang lainnya. Ia juga sudah kuanggap ibuku, karena beliau selalu mendengar segala curhatanku. Rumahku jauh dari sekolah, mungkin itu jadi suatu alasan anak kost. Menjadi anak kost itu gak se enak yang aku bayangkan.

Dan sekarang aku berjalan menuju ke kelasku, yang memang tak jauh dari gerbang sekolah, jadi aku lebih cepat sampai ke kelas. Begitu sampai, aku langsung melirik ke bangku paling belakang. Ternyata tak ada.
“nyari Satya, Mil? Tadi sih dia masuk ke sini. Terus balik lagi, kayanya dia lagi di kantin deh”, jawab Sari yang seakan akan bisa membaca pikiranku.
Yah gak perlu dicari nanti juga balik ke sini lagi. Toh, ini kan kelasnya juga. Ucapku dalam hati.
Aku hanya membalas anggukan pelan dan berjalan ke tempat dudukku.

Ya, Satya Nugraha, seseorang yang aku Cintai akhir-akhir ini. Pertemuanku dengan Satya memang entah suatu kebetulan atau tidak, yang jelas aku bahagia bisa bertemu dengannya, aku bahagia bisa satu kelas dengannya, dan aku juga berpikir bahwa ia adalah takdir yang tuhan ciptakan untukku.

Awalnya kita hanya sekedar sharing, menanyakan tugas, dan chating di media sosial. Namun, perasaan itu muncul dikala ia sering membuatku Baper. Gimana nggak? Hampir setiap hari dia selalu memperhatikan gerak gerikku, dia selalu menemaniku pulang, dia yang mengajakku ke kantin, dan kita juga pernah ngedate bareng, yah walaupun hanya sekedar itu tapi aku bahagiaaa banget. Moment yang gak bakal aku lupain bareng dia. Semua yang aku lakuin itu seakan-akan sudah resmi pacaran.
Eittts tapi kita gak pacaran loh ya, soalnya wali kelasku pernah bilang kalau dalam islam itu tidak mengenal yang namanya pacaran. Apalagi yang pacaran sama teman sekelas, nantinya gak bisa Move On 3 tahun. Nah maka dari itu, aku gak mau nanti bakal nyesek terus-terusan. Gak bisa move on pula, gara gara sekelas sampe 3 tahun. Kan bahaya kalau ngebatin terus. Tapi, aku udah nganggep dia lebih dari temen kok. Dia juga pernah mengaku kalau dia selama ini belum pernah pacaran, dan aku adalah wanita pertama yang pernah ngedate dengan dia. Hari-hariku berwarna. Aku menjadi semangat ke sekolah. Tapi niatku bukan mencari ilmu, tetapi hanya untuk bertemu dengannya.

Satya masuk ke kelas sambil memegang makanan di tanggannya. Ia melewati barisan mejaku, dan menatapku sambil tersenyum. Aku membalas senyumannya. Sepercik benih-benih cinta terus tumbuh di hatiku. Aku pun mulai terjerumus ke jurang cintanya. Dia juga pernah berjanji padaku, bahwa jika kita lulus nanti, kita bakal buka usaha bareng dan sukses bareng. Aku mengiyakan kata-katanya. Ia memegang tanganku dan berkata bahwa ia tidak akan meninggalkanku. Janji itu terus kupegang. Semoga kamu menepatinya.

Tapi, selama 2 bulan kita dekat sifatnya perlahan berubah! tidak biasanya dia bersifat cuek, seakan akan aku membuat kesalahan, seakan akan ia menjauhiku, seakan akan aku tak ada, seakan akan aku tak dianggap lagi. dia juga jarang ngechat aku. Bahkan aku lost kontak dengan dia. Akhir-akhir ini aku mendengar Gosip tentang diriku, bahwa aku sudah jadian dengan sahabatku. Mungkin orang-orang salah memahaminya, Padahal dia hanya men tag foto dirinya denganku di Fb. Dia bukan siapa-siapa. Dia Cuma sahabatku! Mungkin juga Satya menjauh karena hal ini, mungkin juga dia salah paham seperti yang lain.

Ingin sekali aku mengatakan yang sebenarnya pada satya. Tapi rasanya tak mungkin. Berbicara kembali dengannya membuatku canggung. Bagaimana bisa aku menanyakan soal itu? Soal perubahan sikapnya yang sekarang. Apa yang ada di pikirannya? Apakah dia punya wanita lain? Apa dia tidak peduli lagi padaku? Salahku apa? Apakah ada orang yang iri lalu menggosipkan itu semua? Bagaimana kamu bisa menepati janjimu itu kalau kamu terus bersikap seperti ini? Akkhhh semua pertanyaan itu membuatku bingung. Kau hanya memberiku sebuah Harapan Palsu!

Setelah kejadian itu, aku tidak bersemangat lagi ke sekolah. Tiap berangkat sekolah, aku selalu murung, menundukkan kepalaku. Sampai-sampai ibu Rita mengkhawatirkan keadaanku.
“Loh kok pagi-pagi gini lesu banget sih mil, mau ibu beliin obat cacing tah?” Yah, orang lagi sakit hati gini dikira cacingan!
“nggak kok bu, gak usah”
“Makanya jangan murung terus. angkat dagumu dong cantik, nanti mahkotamu jatuh” ucap Ibu rita kepadaku

Mendengar ucapan bu Rita, Aku pun tersenyum dan mulai bersemangat mengayuh sepedaku. Sekejap galau di pikiranku perlahan hilang berganti hari yang baru, semangat yang baru. Tapi aku teringat kembali dengan janji yang ia beri padaku. Tentang semua omong kosong itu. tetapi janji adalah janji. Dan apakah ia akan menepati janjinya itu? ataukah ia lupa? Semua itu… kita lihat saja nanti.

Cerpen Karangan: Difta Alfiyanthi
Facebook: Difta Laely Alfiyanthi
Sedang Menyibukkan diri belajar Fotografi dan Editing.
writing is my Hobby. computer and technology is my passion.

Cerpen Janji Palsu dibalik Senja Biru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki

Oleh:
Namaku Raina. Aku baru menduduki bangku SMa di sebuah sekolah yang terbilang favorit. Aku termasuk orang yang sederhana dan pendiam. Ya, begitulah yang kebanyakan teman-temanku bilang mengenai diriku. Saat

Asa Di Balik Koran Shania

Oleh:
Di sebuah kota yang sangat padat penduduknya, tinggalah seorang gadis yang duduk di bangku SMP terfavorit di kotanya. Dia tahu kewajiban setiap umat Islam bagi perempuan, sehingga ketika di

Thanks (Part 1)

Oleh:
Jum’at, 14 Agustus 2015. “Ayo Bang.!!” Teriakku pada Abangku, Bang Aldi. Pagi ini dialah yang mengantarkanku ke sekolah. Oh, iya.. Aku Azzahra Roudlatul Firdaus. Aku salah satu siswi di

Aku dan Puisi, Sendiri

Oleh:
Sebuah kotak kecil berbentuk segi empat. Di dalamnya terdapat sebuah coretan hitam tanpa makna, tanpa arti dan beku. Aku ingin menyelesaikan coretan itu dengan menambahkan bebrapa garis dan titik

Pemuda Bangku Sebelah

Oleh:
Aku melirik pemuda yang duduk tepat di sebelah bangkuku. Begitu tampan dan mempesona. Sesuai dengan namanya, Dimas Anandara. Seragam abu-abunya melekat sempurna di tubuhnya yang bidang dan tegap. Pemuda

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *