Jatuh Move On

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 May 2016

Tiga tahun lamanya aku udah putus sama dia (Aldo). Meskipun dia bukan cinta pertamaku entah kenapa sulit banget move on dari orang yang bernama Aldo. Mungkin dengan dia aku bisa belajar apa arti cinta, apa itu sayang. Meskipun gak lama-lama banget aku pacaran sama dia tapi aku merasa nyaman aja saat deket dia, walaupun kita jarang jalan bareng, makan bareng, tapi aku seneng bisa deket sama dia. Waktu itu kelas 3 SMP aku jadian sama dia dan aku mutusin dia tanpa alasan yang logis. Btw pada saat aku mutusin dia itu timingnya sangat gak tepat.

Biasanya tahun baru orang-orang kebanyakan pergi ke luar sama pacarnya, keluarganya, sanak saudaranya, deelel. Tetapi aku udah buat event tahun baru itu jadi penutup tahun paling menusuk hati, saat itu aku putusin dia dengan alasan kita udah mau ujian, benar-benar tidak logis tuh alasan. Oke saat ini kita udah beda sekolah SMA. Dan aku masih gak bisa move on dari dia. Sampai pacarku sekarang ilfeel sama aku yang gak bisa move on dari mantanku itu. Suatu malam aku jalan sama pacarku -Fakhri- di sebuah pasar malam tengah kota, dan aku bertemu Aldo dengan teman-teman STM-nya. Kita saling memandang tak lama kemudian Fakhri menyadarkanku.

“Hai, ngapain bengong?” sambil mencubit pipiku.
“Gak apa-apa kok,”
Aku meneruskan langkahku, dan Aldo memanggilku.
“Raina,” teriaknya.
Aku dan Fakhri menoleh ke belakang.
“Kamu kenal sama dia?” tanya Fakhri.
“Dia temenku SMP,”

“Pacarmu ya?” tanya Aldo.
“Iya, kenalin ini Fakhri,”
“Hai Fakhri aku Aldo,”
“Temennya SMP Raina ya?”
“Ha? Iiy-yaa,” katanya melongo.
“Hai Raina,” sahut teman-teman Aldo.
“Hai,” sapaku.
“Kamu mantannya Aldo waktu SMP kan?”

Dag! hatiku retak seketika kata-kata salah satu teman Aldo itu keluar dari mulutnya
“Aku cuma temennya kok, maafin udah ganggu kalian Fakhri, duluan ya,” pamitnya.
Dan ditambah lagi Aldo bicara seperti itu, refleks air mataku keluar.
“Dia mantanmu?” tanya Fakhri.
“Iya,”
“Kenapa kamu nangis kenapa kamu gak jelasin kalau dia itu mantanmu yang udah bikin kamu gak bisa move on kayak gini, kamu kenapa sih, kamu anggap aku apa sih,” panjang kali lebar kali tinggi dia bicara dan aku hanya bisa menangis.

Dengan rasa bersalah ku beranikan diri mengusap air mataku dan menghampiri Aldo.
“Maafin aku Aldo,” kataku.
“Maaf buat apa? Aku gak apa-apa kok Rei,”
Tampak jelas mata merah yang berkaca-kaca itu.
“Maaf buat semuanya,”
“Dia belum bisa move on dari kamu Aldo,” teriak Fakhri.
“Dia udah bahagia sama kamu Fakhri, tolong jaga dia, aku titip Raina,”
Setelah mengucapkan itu Aldo pergi meninggalkan kami berdua.

“Tenangin dirimu sayang, lihat kan sikap Aldo ke kamu, lupain saja lah dia, ada aku di sini,”
Aku mencoba berhenti menangis. Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiriku dan menyapa Fakhri.
“Hai Fakhri, apa kabar? Udah punya penggantiku sekarang?”
“Siapa Fakhri?” Tanyaku.
“Hai Dona, kenalin ini Raina pacar aku,”
“Oh jadi ini penggantiku?” kata cewek itu.
“Maksudnya?” Tanyaku penasaran.

“Beberapa hari yang lalu aku putusin dia, ternyata cepet banget dapet lagi,”
“Itu hak aku dong, ngapain ngatur-ngatur hidup aku,” kata Fakhri.
“Aku pergi dulu ya,”
Aku berlari kecil meninggalkan mereka, dan Fakhri menghampiriku.
“Maafin aku sayang, dia emang gitu orangnya, aku udah putus sama dia 4 bulan yang lalu kok beneran deh,”
“Terserah kamu lah, aku udah cape mau pulang,”
“Oke aku anterin,”
“Gak usah aku bisa sendiri,”

Sesampainya aku di kamar aku memuaskan diri menangis, dan malam ini adalah malam yang paling nyesek yang aku rasain. Aku berpikir kalau cewek itu bilang dia baru putusin Fakhri beberapa hari yang lalu, padahal aku pacarannya udah satu bulan yang lalu berarti Fakhri selingkuh dong. Kalaupun tuh cewek cuma omdo berarti tuh cewek masih suka dong sama Fakhri. Tanpa ada rasa ragu lagi ku ambil telepon genggamku dan mutusin Fakhri pada malam itu juga. Ku mantapkan hatiku untuk belajar move on dari kedua cowok itu, aku berharap dan berdoa suatu saat nanti Tuhan menunjukkan jodoh terbaik untukku. Kalau jatuh cinta itu bisa bikin bahagia, kalau jatuh move on itu bikin huh nyesek.

Cerpen Karangan: Nila Indah Sari
Facebook: Nila Indah Sari (Nila)

Cerpen Jatuh Move On merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Satu Bintang Dalam Hati

Oleh:
Matahari kini mulai tenggelam malam kini mulai larut, seperti biasa aku berada dekat jendela kamarku dan aku selalu menanti hadirnya akan bintang. Aku menanti penuh harap. tapi, hari ini

Tersenyum Dalam Kesedihan

Oleh:
Tetesan air mata kian deras membasahi seragamku, kini ku sendiri melamun tanpa arah hatiku terasa hampa bukan karena harta melainkan karena teman. Akhir-akhir ini aku tidak mood ke sekolah

Tetap Di Dalam Jiwa

Oleh:
2 tahun lebih aku menjalani asmaraku dengan orang yang sangat aku sayangi kita melalui hari-hari yang indah bahkan aku menjadi tempat bersandar di saat dia terpuruk rapuh. Dia begitu

Perasaan Yang Terpendam

Oleh:
Waktu itu tepatnya saat masa orientasi SMA aku mengenalmu. Namun aku tak tau kapan rasa ini ada sebab aku tak pernah menyadarinya. Sejak saat perkenalan itu pula ternyata aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *