Kata Dasar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 29 January 2018

Tersakiti. Tersakiti. Tersakiti.
Entah, satu hari ini yang aku pikirkan hanya itu. Hanya kata itu yang ada di kepalaku saat banyak kosakata lain yang ada di KBBI. Banyak kata dasar lain yang bisa aku gunakan saat ini. Tapi yang aku pikirkan hanya kata itu. Sakit. Dengan imbuhan ter-i.

Dalam hidup, aku yakin bahwa apa yang aku lakukan kepada orang lain akan berbalik kepadaku. Layaknya kamu membeli sesuatu dengan uang kemudian kamu mendapatkan barang yang sesuai dengan jumlah uang yang kau berikan. Terdengar pesimis. Tapi menurutku itu adalah realistis.

Tersakiti.
Mungkin aku juga pernah menyakiti.
Tersakiti.
Mungkin aku akan disakiti.

Tidak ada hal menarik selama hidupku. Hanya pandanganku yang kurasa sedikit berbeda dengan orang lain. Bisakah aku sebut begitu?

Nyatanya, selama tujuh belas tahun hidup, aku hanya berputar pada sekitar rumah dan sekolah. Saat seharusnya aku belajar, aku akan belajar, saat seharusnya aku tidur, aku akan tidur, saat seharusnya aku makan, aku akan makan.
Atau..
Saat semua orang belajar, aku akan belajar, saat semua orang tidur, aku akan tidur, saat semua orang makan, aku akan makan. Seperti itukah?

Satu keinginanku sebenarnya adalah untuk tidak hidup layaknya orang lain hidup. Dan saat itu tiba. Saat Tuhan mengabulkan permintaanku. Saat Tuhan memberiku karunia untuk tidak hidup layaknya orang lain hidup. Dimana aku hidup dalam khayalanku. Saat kenyataan lebih menyakitkan dan membosankan daripada khayalanku.

Saat sadar dan tidak sadar aku lebih memilih untuk hidup dalam khayalanku.
Saat kenyataanku tidak lebih penting daripada khayalanku.
Saat itulah aku banyak memejamkan mata, mengharap lebih. Saat itulah aku mematikan matahari, untuk mendapatkan kegelapan yang nyaman. Saat itulah aku benar-benar menjadikan tubuhku istirahat, membiarkan anganku yang melayang dan terbang dengan tanpa sayap.

Tidakkah aku boleh melakukannya? Saat semua orang hidup dengan caranya.
Tidakkah aku boleh hidup dengan caraku? Dalam khayalan.

Cin

Cerpen Karangan: Cindiy Trias
Facebook: facebook.com/cindiy.trias

Pray. Write. Study. Motivating Myself.
Hobi: membaca, menulis, dan dibayar.
Follow ig: @cindiytrias <3 add juga fb ku 🙂 dan kita berteman!

Cerpen Kata Dasar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Usang Dari Samudra

Oleh:
Aku meletakan sebuah surat yang dibungkus dengan amplop coklat dan dihiasi pita pink di atas meja kerjaku. Amplopnya sudah usang warnanya. Tadi sepulang kerja, aku sengaja mengambilnya dari dalam

Salahkah

Oleh:
Setiap detik menit jam hari bahkan tahun telah aku lewati dengan kebisuan. Selalu terdiam dan terdiam, itulah aku. Sang penunggu waktu yang akan membawamu kepadaku, yang berharap sang rembulan

Just For You Dika

Oleh:
Gini deh nasibnya “seorang jomblo”, hhhmmm.. sudah sendirian tak ada teman yang di ajak ngobrol pula. Membosankan. Ku pandangi handphoneku, tak ada sms apalagi telfon. “Enaknya ngapain ya?” Akhirnya

Menjadi Teman

Oleh:
“Apa aku yang terlalu bodoh?” Ucap Adela, memecah keheningan yang mulai bersenda akrab dengan dinginnya hembusan angin malam. Lelaki di sampingnya menoleh, dengan mimik yang datar, setengah menahan kantuk,

Sunset Indrayanti

Oleh:
Jingga mulai tampak menggelayut pada langit sore itu. Pantai semakin ramai pengunjung. Banyak muda-mudi maupun bapak-ibu yang datang. Mereka ingin menyaksikan sekaligus mengabadikan sunset, terlihat sibuk menyiapkan kamera dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *