Kegagalanku Adalah Sulit Untuk Melupakanmu.

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 27 September 2014

Aku tak akan pernah menyangka akan merasakan hal ini lagi, aku tak pernah mengharapkan untuk mencicipi kekecewaan lagi, Sedetik pun tak pernah aku pikirkan untuk berpisah darimu, berjauhan denganmu atau sekedar terpisah beberapa waktu saja. Aku tak akan pernah mau membayangkan hal itu. Namun nyatanya semua seperti kutukan mendadak buatku, semuanya terjadi, hal yang sangat tak pernah aku inginkan.

Sudah beranjak bulan ke tiga dan tahun pertamaku mendukung sang waktu untuk menjauhi kita, aku dan kamu. Sekian tak ada lagi cerita yang harus ku ceritakan saat malam bersandar, memelukku dengan penuh pertanyaan, dengan rasa cemas yang seolah membuatku mendadak tak bisa tidur.. menggerogoti setiap malamku yang penuh harapan namun masih dengan keraguan. Akankah kau segera pulang? Berapa lama lagi aku harus menunggumu? Sampai kapan aku harus merasakan kepiluan atas kepergianmu?

Aku benci dengan keadaan ini, jika aku boleh mengeluh, Aku tak pernah menginginkan ini terjadi dalam hidupku. Atau jika aku bisa memilih.. Aku tak akan membiarkanmu meninggalkan kenangan indah tanpa kau bawa pergi bersamamu. Aku hilang kendali, programku terformat semua oleh virusmu, menyebar ke seluruh otakku, merefresh berulang-ulang tentang kebersamaan kita, mendownload file baru berisi kegalauanku yang ditinggal olehmu, dan kau sengaja tak meng-upgradeku agar terus dapat kau kendalikan aku.

Seperti album usang kau buat diriku jadul, berjamur, berdebu, kusam dan jelek. Seperti rumah tua yang rapuh tak berpenghuni kau buat aku sepi tak bernarasi. Seperti bangku kosong kau buat aku menyendiri. Bila saja waktu itu aku tak menemuimu saat pertama kita bertemu dan aku tak meresponmu hingga sejauh ini, pasti aku tak akan merasakan bahwa aku telah menggilaimu, menganggapmu adalah cinta terakhir untukku, dan bergantung oleh hidupmu, keputusan maupun pilihanmu, seolah akulah yang akan menjadi seatap denganmu, dan sampai ku temukan hari tuaku bersamamu. Itu gila! dan aku telah gila karenamu.

Mengapa kepergian selalu menyisihkan luka? menyayat kenangan indah? memporak-poranda sebuah hati yang terbuai kebahagiaan? yang saat ini aku rasakan karena kepergianmu. Pikirku.. kau akan kembali, membayar semua waktuku yang tersita karena harus menunggumu, menemani kerinduan di setiap hatiku merintih mencarimu. Kabarmu saja aku tak pernah tahu! Keadaanmu, kehidupan barumu.. bagaimana mungkin aku bisa tetap setia menunggumu? Ingin sekali rasanya aku mencibirmu, melukaimu dengan perkataan yang kasar, dengan sikap mengacuhkanmu, melenyapkanmu dari kehidupanku, menghilangkanmu dari sudut perhatianku. Namun berkali-kali telah kucoba mengabaikanmu seperti kamu yang tak pernah menganggapku ada bersamamu. Dan aku tersadar bahwa Kegagalanku adalah Sulit Untuk Melupakanmu.

Dari Senyuman Lembut Sehabis Senja
teruslah menggapai harapanmu, dan
Aku Akan Setia MenungguMu…

Cerpen Karangan: Permatahati Desi
Blog: http://permatahatiidesi.blogspot.com/

Cerpen Kegagalanku Adalah Sulit Untuk Melupakanmu. merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat untuk Masa Laluku

Oleh:
Apa kabar, masa laluku yang sekarang entah berada dimana? Apakah kau masih mengingatku? Jika kau lupa, aku adalah; seseorang yang selalu ada di sisimu, seseorang yang dulu sangat mencintaimu;

L.O.V.E

Oleh:
Marc tengah duduk di bangku taman yang sepi ini. Awan mendung menghiasi langit seolah mengerti perasaan Marc yang dilanda rasa cemas. Seorang wanita yang ia cintai terbaring di Rumah

Uso

Oleh:
Tubuhnya mulai mendingin, Rena tersenyum manis sembari memeluk mayat Haru. Air matanya pun berhasil mengalahkan senyumannya, Akhirnya ia pun berbohong. Tangisannya mengangkat kembali kenangan yang tertidur di dalam hati

Maafkan Aku Vino

Oleh:
“Kenapa sih lo itu gak pernah bisa jauhin gue? Sehari aja, lo gak deketin gue!”, teriak Alya “Gimana gue bisa jauhin lo Al, dari kecil kita emang dijodohin. Jadi

Tas Terakhir Untuk Risa (Part 2)

Oleh:
Pagi itu, rasanya risa tidak kuat untuk bangun, jam sudah menunjukan pukul 06.30 pagii, mata risa rasanya berkunang-kunang, “Haduhh, kepala ku rasanya mau pecah gini sih,” ketika hendak berdiri

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *