Kegelisahan Cici

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 March 2019

Entah kenapa hari ini terasa lain dari hari kemarin-kemarin. Padahal tidak ada satupun hal yang lain yang dialami oleh Cici. Aktivitasnya hari ini dimulai dengan sholat subuh sama seperti hari hari yang lain. Ia berangkat sekolah pukul 06.00 karena sekolahnya agak jauh dari rumah. Sesampainya di sekolah ia langsung menuju kelas dan menaruh tasnya. Sama persis dengan hari hari biasanya. Dan rutinitas ini sudah ia lakukan sejak di SMP dulu, tapi entah kenapa ia merasakan ada yang lain hari ini. Namun ia tidak tahu apa yang lain itu. Semakin ia mencari tahu apa yang lain itu semakin ia di buat bingung.

“hey Ci.. kamu tidak pergi ke kantin?”
“Cici…”
“Cici… kamu tidak apa-apa?”
“Apa” Jawab Cici setengah kaget.
“Iya duluan aja, nanti aku menyusul” lanjutnya.

Setelah temannya pergi menuju kantin, Cici kembali dengan seribu pertanyaan yang sejak dari tadi pagi ia belum menemukan jawabannya.
Sesekali ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Lalu ia memandang ke arah pohon yang ada di luar kelasnya. Ia berjalan menuju pintu kelas lalu kembali lagi ke tempat duduknya.

“apa yang aneh ya” gumamnya.
“Perasaanku kok tidak enak… jangan-jangan ada hal yang buruk akan terjadi…”
“ah, mungkin hanya perasaanku saja” gumamnya lagi.

Lalu Cici pergi meninggalkan kelasnya untuk menyusul teman-temannya di kantin. Sepanjang jalan menuju kantin tetap saja ia memikirkan kenapa hari ini perasaannya lain daripada hari kemarin. Ia mencoba mengingat-ingat apakah ada hal yang ia lakukan… atau apa ada janji dengan seseorang. Namun kembali ia tidak menemukan jawabannya.

Cici menghentikan langkahnya dan terdiam sejenak di sudut kantor kepala sekolah. Keningnya berkerut dan ia menggigit bibirnya serta kembali menggaruk-garuk kepalanya.

“Apa ya… kayak ada yang aku lupakan”
“Tugas dari Ibu Rini sudah aku kerjakan… Pesanan Mama juga sudah aku belikan. Terus apa..ya..”
“Masak aku sudah pikun..?”
“Ah nggak mungkin aku sudah pikun… aku kan masih anak SMA.. ih.. amit amit jabang bayi”

Cici kembali masuk dalam dimensi ruang dan waktu yang ia sendiri tidak tahu. Ia dikagetkan dengan suara bel tanda masuk kelas dan akhirnya perjalanannya menuju kantin tidak terlaksana, ia kembali menuju kelas.

Sepanjang pelajaran IPA Cici sama sekali tidak bisa menyimak apa yang diterangkan oleh guru, bahkan suara guru pun nyaris tidak bisa ia dengar. Karena pikirannya sekarang sama sekali tidak ada di dalam kelas, pikirannya melayang-layang entah kemana ia sendiri tidak tahu. Ia membayangkan dirinya sekarang ini seperti jalan cerita di film dimana aktor utamanya mampu menembus ruang waktu menuju kemasa lampau untuk mengetahui peristiwa yang sudah terjadi namun ia tidak menyaksikannya.

Begitu juga sepanjang jalan menuju rumahnya Cici tetap saja mencoba mengingat-ingat kiranya apa yang membuat perasaanya galau alias gundah bin resah. Namun tetap saja ia tidak menemukan jawabannya.

Sesampai di rumah ia langsung masuk kamar dan berbaring di tempat tidur, pandangannya tajam menatap langit-langit kamarnya. Sesekali ia menarik nafas dalam. Lalu ia ingat bahwa ia belum sholat dzuhur. Cici lalu berganti pakaian dan berwudhu lalu ia sholat dhuzur. Selesai sholat ia berdoa memohon di beri petunjuk kenapa perasaannya hari ini berbeda dengan hari hari kemarin dan ia merasa ada hal yang pasti, namun ia tidak tahu apa itu.

Selesai sholat ia kembali berbaring di tempat tidur. Ia mencoba mengingat-ingat kenangannya bersama kedua orang tuanya. Kenangan bersama kakak-kakaknya yang kini tengah kuliah di luar daerah. Ia juga mengingat kenangan manis bersama sahabat karibnya. Kenangan bersama guru-guru, dengan harapan menemukan jawaban atas sejuta pertanyaan yang kini memenuhi kepalanya. Sampai ia tertidur sambal masih memakai mukenahnya yang selama ini tidak pernah ia lakukan. Di dalam mimpinya ia akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan yang membuatnya galau seharian. Dan hanya ia sendiri yang tahu jawabannya karena mimpi ini adalah mimpi terakhir dirinya dan kini ia bisa tersenyum damai di alam sana di dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Yang telah memberikan pertanda kepada dirinya bahwa sudah waktunya ia kembali kepadaNYA.

Cerpen Karangan: Destalino
Blog / Facebook: Destalino Laut

Cerpen Kegelisahan Cici merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat yang Tak Kusadari

Oleh:
Namaku Putri, umurku 14 tahun. Aku menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya kelas 9. Aku dikenal seorang pendiam di sekolah, anak yang tak mau bergaul dan cupu! Sebenarnya,

Cieeee Pupus

Oleh:
Yah seperti biasa, siang itu aku berjalan di lorong depan kelas bersama sahabatku gita. Wanita berambut pendek dan hitam manis ini sahabatku sejak aku duduk di kelas 10. Dia

Datanglah Sahabat

Oleh:
Saat aku melangkah menuju kelas baru yang akan kutempati, tiba-tiba seorang anak perempuan memanggilku dengan teriakan yang cukup keras, dia temanku waktu di SD. “Raisha…!” panggil Binar. “Apaan sih

Prince Of My Heart (Part 1)

Oleh:
Perkenalkan namaku Carlissa Brielle Adara. Anak perempuan pertama dari 2 bersaudara. Adikku yang adalah anak kedua bernama Levin Stephen Adara. Adikku yang merupakan anak ketiga bernama Kerrin Analise Adara.

Diary

Oleh:
Malam itu aku sangat lelah sampai-sampai aku tertidur pulas di meja. Belajarku tetapi beberapa menit kemudian aku terbangun dari tidurku lalu aku melihat ke arah rak buku mata pelajaranku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *