Kenangan itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 10 June 2017

Semenjak kepergianmu, hari-hari kuisi dengan lamunan. Ya setiap hari ku selalu terdiam meratapi kenangan akan masa laluku yang begitu indah. Sudah setengah tahun kau pergi meninggalkanku, namun semua kenangan itu masih tergambar jelas di pikiranku, seakan-akan dirimu masih ada di sampingku.

24 jam yang kulalui tanpamu terasa sangat berbeda, biasanya aku yang selalu riang kini aku berubah menjadi seorang yang pemurung seakan penuh dendam. Hampa kurasakan di jiwaku, sakit yang kurasakan saat ini belum tentu kau merasakannya juga di sana.

Manis rasanya mengingat kenangan itu. Dulu kita selalu bermain bersama di bawah air hujan, dulu kita selalu berjalan bersama tanpa menghiraukan jarak yang telah kita tempuh, dulu kita selalu menghabiskan waktu bersama. Namun kini apa? kini ku sendiri tanpa ditemani oleh hadirmu. Jarak dan waktu kini telah memisahkan kita.

Setiap malam ku selalu memimpikan dirimu, setiap hari ku selalu mendoakanmu agar kau sehat selalu di sana. Taukah kamu di sini aku selalu berharap agar kau kembali. Ku selalu berkhayal tentangmu dan semua kenangan kita.
Dan terkadang suaramu masih membelai lembut di telingaku. Padahal kutahu ragamu sudah tak ada. Ini semua tak wajar, ingin rasanya kubakar semua kenangan itu agar ku bisa terlepas dari ikatan bayang-bayangmu. Tak sanggup ku untuk melakukan itu, jangankan untuk membakar, untuk melupakan dirimu sesaat pun aku tak sanggup.

Kenangan itu terlalu indah untukku lupakan. Andai saja dirimu masih ada di sampingku pasti akan kuulang kenangan itu, dan andai saja waktu dapat kuputar kembali pasti akan kubuat dirimu kembali pada diriku.

Cerpen Karangan: Atika Nurul Handayani
SMA negeri 1 ciruas

Cerpen Kenangan itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Destiny

Oleh:
09.00 am. Wanita itu membuka pintu dan berjalan menuju meja nomor sembilan seperti biasa. Aku juga tahu bahwa sekitar lima menit lagi ia akan memesan coklat panas dan menghabiskannya

Laki Laki Masa Lalu

Oleh:
“Menurutmu, seperti apa cinta itu?” “Menurutku, cinta itu seperti awan itu. Putih, indah dan sangat tenang. Kalau menurutku cinta itu seperti awan, bagaimana menurutmu? apa kau berfikir cinta itu

Pengorbanan Cinta

Oleh:
Di sebuah sekolah ada seorang murid baru bernama Tia. Waktu Tia mau ke kelas tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang cowok bernama Gilang hingga ia jatuh dan memarahinya. “Kalau

Jendela Kaca Kelas ini

Oleh:
Duduk di pojok bangku deretan belakang tepat di samping jendela kaca yang tembus pandang langsung menuju kelasnya. Dari sana pula aku mulai mengenal paras cantiknya dari balik jendela kaca

He or Him?

Oleh:
Entah mengapa, saat kutatap lekat-lekat kedua bola mata coklat pria itu rasanya ada perasaan aneh yang menyelimuti perasaanku. Jantungku berdetak lebih cepat daripada biasanya dan mukaku tak henti-hentinya memancarkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *