Kesalahanku Di Masa Lalu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 15 July 2016

“Araggghhhh…” gerutuku dalam hati. Aku baru saja mengakhiri hubunganku dengan seseorang yang sangat kucintai. 25 februari yang lalu ia menyatakan perasaannya kepada ku. Sebelumnya aku memang sudah menyimpan perasaan kepadanya, tetapi aku malu untuk mengungkapkannya, tak kusangka ia juga memiliki perasaan yang sama terhadapku. Tampan, baik hati, ramah, dewasa, pengertian. Itulah keistimewaan dirinya yang membuatku jatuh hati. Mungkin aku salah satu yang beruntung dari sekian banyak gadis yang mengharapkan cintanya. Memang perbedaan usiaku dengannya cukup jauh, tapi itu bukan suatu penghalang bagi kami. Bodoh, itulah diriku. Aku terlalu egois dan hanya mementingkan perasaanku. Telah beberapa kali aku mengecewakan dirinya. Ku akui aku terlalu sering berbohong padanya. Namun ia selalu menanggapinya dengan kesabaran.

“Gue nyesal ra.. huhuhu” aku mencurahkan isi hatiku kepada Rara. Ia adalah kawan baikku yang sudah lama kukenal.
“Sabar ya din, kalo jodoh bakalan balik kok, kalo enggak jodoh mungkin tuhan punya rencana yang lebih indah buat lo” Rara memberiku semangat. Rara adalah sahabatku yang paling mendukung hubunganku dengan Bimo. Berbulan-bulan aku menjalani hari-hariku yang kelam. Tak ada tawa di kehidupanku lagi.

Seperti biasa hari ini aku kembali melamun, menyesali kesalahanku. “Kriing, kriing, kriing” Terdengar suara handphone genggamku. Sesegera mungkin kuambil dan berharap itu dari Bimo. Benar dugaan, ternyata Bimo mengirimiku sebuah pesan singkat. Senang bercampur sedih, senang karena mendapat pesan singkat darinya, tetapi sedih karna progam move on ku gagal. “Hehehe ini lagi nunggu kakak pulang” begitulah pesan singkat yang ia kirim. Sungguh aku tak mengerti maksudnya. Aku berpikir apakah aku harus membalas pesan singkatnya atau tidak. Akhirnya aku putuskan untuk tidak membalasnya.
“kriing, kriing, kriing” handphone genggamku berbunyi kembali. Kali ini aku tidak berharap sama sekali itu dari Bimo. Dengan malas kemudian aku membacanya. “Huuufffttt…” gerutu ku ketika membaca pesan singkat darinya lagi. “Maaf aku salah kirim din” bunyi pesan singkatnya. “Salah kirim atau memang sengaja membuat progam move on ku gagal?” pikirku kesal.

30 menit kemudian aku memutuskan untuk tidur. Namun sial aku tidak bisa memejamkan mataku. Hanya Bimo, Bimo, dan Bimo yang ada di pikiranku. “Apa mungkin bimo masih menyimpan rasa untukku?”. “Apa mungkin pesan singkat yang dikirimnya itu untuk pacar barunya?”. “Apa mungkin bimo sudah melupakanku dan tak mengingatku sama sekali?”. “Apa mungkin bimo sangat membenciku?” “Apa mungkun Bimo kembali menjadi milikku, kembali dalam pelukanku?” Hanya itu yang ada di kepalaku. Pusing rasanya, dihantui bayangan masa lalu. Mungkin ini yang terbaik untukku. Mungkin juga ini karma karena keegoisanku. Disini aku hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik untuk Bimo. Aku berharap Bimo mengingatku sebagai masa lalunya, dan bisa memaafkan kesalahanku yang dulu. Dan, aku percaya rencana tuhan lebih indah.

Cerpen Karangan: Nknpm
Itu true story lo sobaattt, kalo ada kesalahan mohon di kritik yhaa

Cerpen Kesalahanku Di Masa Lalu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Sandy

Oleh:
3 Juli 2006 Namanya Sandy. Sandy Nur Huda. Aku mengenal sesosok dia ketika awal masuk SMP ini. Ya, ketika aku dan dia sama sama masih siswa baru, di sebuah

Mengikhlaskan Kehilangan

Oleh:
Lagi dan lagi, termenung menyesali segala yang terjadi. Bertanya dalam hati, mengapa pertemuan kita yang terasa manis harus berakhir penuh rasa miris. Dan mengapa melupakanmu begitu sulit dan terasa

Suara Merdu Yang Menggelitik Hati

Oleh:
“sebenarnya aku juga suka seseorang di sini.” Serasa ada yang memukul dadaku saat itu. Tersentak dengan ucapannya. Sekuat tenaga ku mencoba tetap tersenyum, sambil menyembunyikan wajahku darinya. “ciee… biar

Ketika Hujan Turun

Oleh:
Kenangan bersama orang yang pernah kita sayang tidak akan pernah terlupa begitu saja. Kadang kala kita mengingatnya di waktu-waktu tertentu. Namun, jangan terus terpaku pada kenangan itu karena semua

Laut, Senja, Dan Kamu

Oleh:
Gadis itu duduk menghadap lautan. Baginya, senja selalu sama. Laut selalu sama. Menghadirkan cerita yang dulu pernah ia alami dalam hidupnya. Ingatan itu terus muncul tiap kali ia menjejakkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *