Korban Cinta Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 9 August 2013

Setiap orang menyebutku bodoh ketika mereka melihat bagaimana ku bertahan dengan kisah yang tiada jelasnya. 3 tahun bukanlah penantian yang berarti untuk usiaku yang belia ini, 17 tahun. Tarik ulur hati oleh sebuah pesan singkat di handphone yang kadang muncul kadang tidak, hanya seperti permainan belaka. Dramatikal kisahku yang terasa semakin memburuk dengan kabar yang mengatakan dia telah menyukai wanita lain baru-baru ini. Status sosial media yang selama ini menjadi sumber berita tentangnya, penuh dengan kalimat romantis olehnya. Bukan untukku, meski kuharap begitu, namun untuk wanita lain. Terasa bodoh ketika harus menangis melihat tulisan yang tiada bisa menyakiti itu. Lebih dari silet yang menyayat ternyata, meski hanya untaian kata.

Setiap hari, foto-foto mereka muncul di beranda ku. Seakan ingin berbicara, “ini dia yang kusayang bukan kamu..”. hanya tetesan air mata kepedihan yang menemaniku. Berlebihan memang, tapi aku hanya “korban cinta pertama.” Hai kamu tersangka, kembalikan hatiku! Berapa lama lagi kamu bermain dengan kerapuhannya. Hanya pekikan lirih dari perihnya keadaan yang menyelimuti. Penjarakan setiap gerak raga ini.

Di saat ku berusaha lepaskan borgol ini, aku hampir saja menyentuh pintu keluar menuju cerita baru, tapi aku ditarik lagi oleh sebuah pesan singkat yang sangat berarti untukku, “hy”. Namamu terdaftar di inbox-ku saat kau mengirimkan pesan itu kepadaku. Ada getar yang menggerakan organ dalamku, tepatnya hatiku. Dengan semangat dan tak ingin membuat kau menunggu, aku membalas, “hy juga.. apa kabar?” saat ku hendak mengirimnya, sesaat aku terhenyak oleh foto-foto di facebookmu yang sedang ku buka, kau sedang bersama wanita itu. Aku mencoba mengurung niatku, tapi aku gagal oleh hasrat yang ingin kembali membaca pesan balasanmu. Aku mengirimkan pesan itu. Aku terasa begitu bersemangat saat itu. Saat hpku bergetar, aku melihat segera mungkin. Ternyata pesan dari operator. Oke, aku tetap menunggu. Hingga tak sadar dalam penantian itu, aku tertidur. Tak terasa malam membangunkanku, aku kembali melihat handphone, namun inboxku tiada bertambah lagi. Dada begitu menyesak. Menangis pun tak ada air mata yang keluar.

Buku diary yang seolah menjadi saksi bisu setiap luka ini kembali aku adui. Ku ceritakan setiap senyum yang sempat terlukis ketika membaca pesannya dan juga perih yang tak terkatakan. Sampai kapan Tita kamu seperti ini. Aku terus berpikir tentang keadaanku sebelum mengenal dia, Rio. Orang yang membuatku tidak mengenal diriku yang dulu. Aku baik-baik saja. Bahkan sangat baik. Namun, entah apa yang ada dalam cinta pertama yang terus membelenggu pikiran dan hatiku yang seolah menjadi buta permanen selama 3 tahun. Cinta pertama yang dulu selalu aku dambakan. Aku bilang hidupku menjadi berwarna, aku bilang aku terlihat istimewa, namun aku lupa, bahwa itu hanya perasaanku saja. Cinta yang kuanggap indah, berwarna, semua hanya semu. Rio itu tidak pernah menanggapi rasa ku. Dia hanya mencoba bersikap wajar meresponiku. Namun, aku selalu berpikir positif dan menganggap dia menyukaiku. Kini aku tersadar. Perasaanku terlalu ikut campur hingga mematikan logikaku. Kini, korban cinta pertama seolah sebutan yang cukup dan tepat bagi hati yang masih berharap meski terus tak tertanggap. Perjalanan masih panjang untukku tetap bertahan. 3 tahun cukup untuk semua kebodohanku. Aku harus melepaskan predikat ini. Bebas dari cinta pertama yang hanya sebelah tangan.

Cerpen Karangan: Icetea
Blog: hestysihotang.blogspot.com

Cerpen Korban Cinta Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teh Panas yang Sudah Menjadi Dingin

Oleh:
Sore itu aku sedang duduk di sebuah restoran bergaya vintage. Lamunanku terpecah oleh seorang waiter yang membawa teh panas pesananku tadi. Hari itu adalah hari yang istimewa karena aku

Mencintai Dalam Diam

Oleh:
Aku hanya bisa terdiam dengan keputusannya waktu itu, keputusan untuk mengakhiri hubungan kami. Aku sudah mencoba untuk mempertahankannya, tapi semuanya sia-sia saja. Cinta tak bisa dipaksa, buat apa aku

Jogja dan Kenangan

Oleh:
Jogja, Kota yang penuh pesona dan keindahan yang menghipnotis, tidak heran jika banyak pendatang tersihir untuk menyusuri setiap jengkal kota ini lebih dalam lagi. Namun bagiku, seorang perempuan yang

Rencana A, B, C, D dan E

Oleh:
Sebulan sudah Aku ingin menulis sebuah CERPEN, dan barulah kini saya coba untuk menbuatnya. Ketika waktu itu, saya sempat kelebihan akal untuk menulis sebuah karya yang mungkin terbilang sangat

The Little Thing Become A Big Thing

Oleh:
Melupakan kakak memang merupakan hal tersulit dalam masa meninggalkan masa SMA ini. Namun selalu aku coba untuk merelakan kakak, walau kakak adalah orang pertama yang paling lama ada di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Korban Cinta Pertama”

  1. cocacola says:

    Saat membaca cerpen ini, aku seperti kembali pada masa lalu. Masa dimana aku mengalami hal yang sama. Aku sempat berpikir yang menulis cerpen ini adalah dia yang selalu aku nanti selama ini. Terimakasih telah membuat cerpen yang bisa menggammbarkan isi hatiku..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *