Kutitip Cinta Pada Adzan Terakhirmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 8 July 2017

Entah sampai kapan aku akan terus seperti ini, menikmati rindu yang menghancurkan perasaanku. Menjalani penantian yang mengoyak hatiku. Adakah kamu tahu, aku adalah pengingat yang hebat. Aku bahkan masih ingat bagaimana pertama kali kamu menyapaku.

Kata “Hy” yang kau kirim padaku tak kusangka akan jadi seperti ini. Sebuah kata singkat yang mengawali sebuah rasa yang mereka sebut cinta. Panggil saja namaku Lhya, seorang wanita yang telah mati rasa. Pahitnya kenangan masa lalu membuat aku tak bisa lagi percaya pada sosok lelaki manapun, namun itu berubah setelah kamu hadir.

Siapa yang menduga akan berakhir seperti ini, Aku jatuh cinta pada adzan magrib yang jadi saksi perpisahan kita. Mungkin menurutmu ini adalah sebuah gurauan, namun tahukah kamu ini adalah pukulan terbesar dalam hidupku.

September jadi saksi bisu bagaimana kamu mencuri hatiku, semua masih tersimpan rapi dalam otakku. Sore itu dibalik sunyinya suasana rumah tiba-tiba ponselku berbunyi. Kucoba merainya dan membaca pesan masuk dalam kontak Bbm ku. Sebuah pesan singkat yang dikirim oleh seseorang yang bernama Ikhwan.

“Gurauan macam apa ini, memangnya tidak ada kalimat yang lebih baik untuk mengawali sebuah percakapan” ucapku lirih seraya kembali meletakkan ponselku. Ini bukan pertama kalinya aku mengabaikan pesan dari seseorang. Sudah banyak pesan-pesan yang sebelumnya aku abaikan dengan alasan “Aku sudah muak pada mereka yang mengaku tulus namun pada akhirnya pergi menyisahkan luka”.

Hari-hariku berlalu begitu saja, menikmati hening di dalam kesendirian. Mungkin bagi sebagian orang akan berpikir bahwa aku tentu merasa kesepian, namun menurutku bukankah ini lebih baik daripada tertawa bahagia hanya untuk sebuah cerita yang diakhiri dengan perpisahan yang menghadiahkan luka.

Sampai akhirnya kata “Hy” kembali menyapa soreku. Pesan singkat yang kembali dikirim oleh orang yang sama, namun kali ini nama profil Bbm-nya sedikit berubah. Dia mengubahnya dengan Ikhwan Mujaddid. Nama yang untuk pertama kalinya aku dengar, akhirnya kuputuskan untuk membalas pesan singkatnya.

Cerpen Karangan: Nurlia Hardin
Facebook: Nurlia Hardin

Cerpen Kutitip Cinta Pada Adzan Terakhirmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Flashback

Oleh:
“Entah kenapa malam ini, tiba-tiba ku teringat akan dia, dia masa laluku, dia cintaku dan dia yang membuatku merasakan rindu yang tak bisa terungkapkan. First love, iya aku tiba-tiba

4th Anniversary

Oleh:
Jihan menatap lembar terakhir kalender duduk yang ada di atas meja kerjanya dengan tatapan bimbang. Ia menghela napas dan tatapannya terpaku pada sebuah tanggal yang diberi tanda hati dengan

Hijrah Cinta

Oleh:
“Menikah adalah impian bagi setiap manusia, setiap jiwa yang memiliki cinta pasti mendambakan sebuah pernikahan untuk menjadikannya halal dalam merajut renda-renda cinta yang ada.” — “Selamat menempuh hidup baru,

Gadis Sepertiga Malam

Oleh:
“Shodakallahhuladzim…” Nada menutup Al-Qur’an lalu menciumnya, seraya berdo’a “Ya Allah lindungilah aku dari sifat sombong, iri dan dengki. Jauhkanlah aku dari segala sesuatu yang membuat diriku buruk di mata

HTS (Hubungan Tanpa Status)

Oleh:
“Bagaimana rasanya, Put?” Tanya Tari menatapku. “Coba kau rasakan sendiri, biar tahu” kujawab menatapnya dengan senyum. Tari mengerutkan keningnya “Aku tidak mau, itu pasti rasanya sakit”. Aku terdiam dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kutitip Cinta Pada Adzan Terakhirmu”

  1. Dinbel says:

    Ditunggu ya, kelanjutan nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *