Maaf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 June 2016

Kupandang sosok lelaki yang tengah berjalan menuju kantin bersama teman-temannya, kualihkan perhatian temanku saat hampir ketahuan memandang seseorang dan itu memerlukan waktu lama. Dia anak kelas IX B, sosok lelaki jakung tinggi dan tampan yang menjadi pesat perhatianku setengah tahun terakhir pasca move on dari cinta pertamaku, kakak kelasku. Kualihkan pandangan saat tanpa sengaja tatapan mata kami bertemu, perasaan gugup juga senang menyusup ke hati. Walau ini bukan pertama kalinya, berhubung aku selalu memandangnya. Itulah kenapa aku masih menyukainya, berharap ia juga memandangku, karena cinta bertepuk sebelah tangan sangat menyakitkan, dan itu tak akan terjadi lagi karena setidaknya, sekarang aku akan berusaha. Hanya dua hal yang harus kulakukan. Pertama adalah, bahwa dia mengenalku, sosok gadis biasa yang cukup populer kelas IX A. Kedua adalah mendekatinya, kurasa tahap kedua cukup sulit, tapi akan kulakukan, terus berusaha.

Siang itu, cukup lama aku menunggunya digerbang depan supaya bisa pulang satu bus dengannya, ini cukup mudah karena kami satu arah, yang menyebalkan adalah ia selalu bersama teaman-temannya. Dan kukenali salah satu dari mereka yang entah kenapa aku selalu merasa ia sering memandangku, saat aku memandang si doi pun, malah ia yang menatapku. Hingga pada suatu hari di bus yang cukup ramai, ia mendekati tempat duduk yang kebetulan kosong di sampingku kemudian mendudukinya kemudian bercakap akrab. Itu terjadi akhir-akhir ini, satu keuntungan, karena ia selalu di dekat teman-temannya termasuk si doi. Hingga muncul sebuah ide untuk memanfaatkannya sebagai sarana PDKTku dengan si doi, tapi segera kubuang ide aneh itu. Walau, sedikit demi sedikit, aku mulai memanfatkannya.

Ia sering mengajakku jalan, walau ia tidak bersama teman-temannya, tapi aku tetap mengiyakan, tanpa kusadari ide itu mulai berjalan perlahan. Percakapan kami selalu mengungkit teman-temannya, dan ini cukup menyenangkan karena sedikit demi sedikit percakapan kami terfokus ke si doi. Tanpa kupedulikan, ide itu terus terlaksanakan. Tapi, jika ia mendekatiku karena menyukaiku, sekejam itukah aku akan memanfaatkannya untuk mendekati temannya sendiri. Dilema rasa bersalah, terhasyut keberhasilan, dibutakan cinta. Walau ini belum berhasil, tapi rencana kejam itu masih berjalan. Haruskah aku berhenti atau melanjutkan rencana yang telah berlangsung setengah jalan itu. Jika aku berhenti, semuanya akan gagal total. Tapi, bagaimana aku akan melanjutkannya, apakah dengan mengatakan yang sebenarnya, jika aku memerlukan bantuannya untuk mendekati si doi, temannya sendiri. Sedangkan ia telah menyatakan cintanya saat pertemuan terakir kami sebelum aku meluruskan masalah ini. Apa yang harus kulakukan?

Cerpen Karangan: Nisa Nur Khasanah
Facebook: Nisa Nur Khasanah

Cerpen Maaf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Terbalas

Oleh:
Bermula dari kejahilan temanku, disaat itulah aku mengenalnya. 3 hari berlalu setelah mos selesai di sekolahku, yaps kini aku duduk di kelas X smk dan kini aku mempunyai banyak

Trio Kompak

Oleh:
Satria mengangkat tongkat pancingnya, Hap! Dia mendapatkan seekor ikan kecil. Lalu dia lemparkan ke belakang tubuhnya yang sedang duduk di atas rumput hijau. Hap! Dia mendapatkan seekor ikan lagi

Mungkin Aku Masih Cinta

Oleh:
“Gimana kabar lo?” celetuk Tasya saat aku muncul di hadapannya setelah 10 tahun aku mati-matian menghindari mereka. “Lo bisa lihat sendiri kan? I’m very good.” Jawabku ketus. Do you

Akhir Hayatku

Oleh:
Diwaktu senggangnya, Annira gadis remaja berusia 17 tahun senang menyanyikan lagu-lagu KPOP, yaaa, Annira adalah seorang fangirl KPOP, dia adalah seorang yang berkepribadian introvert plegmatis, dia sangat slow, bahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Maaf”

  1. Mahmud Yusuf says:

    memang dari awal sudah salah karena memanfaatkan orang lain tanpa memperdulikan perasaannya untuk tujuan diri sendiri. jika mba tidak ada rasa terhadap teman doi, nyatakan saja sejujurnya, karena jujur lebih baik daripada dia mengetahuinya sendiri atau dari orang lain.. dan untuk si doi, kalau dia memang tak ada perasaan janganlah dipaksa.. jadi diri sendiri aja mba, kalau doi gg suka.. ya berarti dia bukan jodohnya mba…

    visit my story : mytruestory12.blogspot.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *