Memilih Salah Satu, Dua Duanya atau Tidak Sama Sekali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 January 2015

Awan cerah perlahan-lahan berubah menjadi mendung, seakan mengerti suasana hatiku saat ini. Entah kenapa akhir-akhir ini, aku sering moody. Semua ini berawal dari aku yang mulai diam-diam menyukai cowok yang ditaksir sahabatku. Yaaa, kira-kira mulai beberapa minggu yang lalu. Aku berusaha keras untuk tidak menyukainya. Semakin fikiran bersikeras melarangku, semakin gila hatiku untuk memberontak. Kalian tau bagaimana rasannya menjadi aku? Perasaan bagaikan terombang-ambing. Mulut ini terkunci untuk mengatakan yang sejujurnya, berusaha menutup keras pada perubahan yang berbeda ini. Aku tak mau menyakiti sahabatku. Tapi jika ini diteruskan, sampai kapan aku kuat? Sampai kapan aku pura-pura nggak peduli, berlagak bego dan mencari tau tentang semua informasi yang aku dapat untuk menyenangkan hati sahabatku. Aku sendiri pun tidak bisa mendefinisikan arti perasaan ku ini, apakah hanya sekedar kagum, sayang, cinta atau apalah namanya. Aku tak ingin peduli. Aku senang melihat sahabatku bahagia karena aku. Mencarikan informasi tentang cowok yang ditaksir sahabatku itu salah satu yang bisa kulakukan agar dia bahagia. Dari itulah perasaan ini tumbuh perlahan seiring berjalannya waktu, menjadi stalker adalah hobiku yang baru. Apalagi stalking tentang dia (cowok yang ditaksir sahabatku), hmmm menjadi sebuah rutinitas mungkin. Kabar barunya selalu ku tunggu-tunggu.

Yaaa, sebut aja aku “A NEW SECRET ADMIRED”. Pengagum rahasia yang berlagak jutek saat berhadapan langsung dengannya. Kapasitas bertemu kami hampir setiap hari. Well, mungkin karena kami punya ekstrakulikuler yang sama. Setiap bertemu dengannya bawaannya salah tingkah terus. Apalagi kalau ada kesempatan cuma berduaan. Like a dream. Semua perasaan kayak di mix jadi satu dan nggak tau wujudnya kayak gimana. Tapi, perasaan ini secara tidak langsung mampu memporak-porandakan hati dan fikiran dalam waktu sekejap tanpa menunggu komando dariku. Mempengaruhi grafik moodku setiap hari. Kadang dibuat dilema, kadang dibuat seneng, kadang dibuat malas. Aku ingin keluar dari zona yang menyebalkan ini. Aku ingin kehidupanku normal seperti sediakala. Gelisah sewajarnya, dilema sepantasnya. Tidak seperti ini, seperti cerita settingan yang ber-ending jawaban tak pasti.

Jika benar perasaanku lebih dari rasa kagum. Sampai kapan aku harus berpura-pura cuek? Membiarkan perasaan ini hilang dengan sendirinya, menunggu sampai sahabatku tidak menyukainya lagi dan terus merasakan kekalutan dan kebimbangan tanpa jawaban yang pasti? Aku takut perasaanku hanya sebelah pihak, aku takut hubungan harmonis dengan sahabatku berubah menjadi rasa kecewa yang mendalam. Aku tak ingin mengatakan yang sebenarnya kepada siapapun. Aku takut sahabatku beranggapan negatif terhadapku. Karena jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, hasil tanggapan yang didapat juga pasti akan berbeda. Dan aku yakin sudut pandang sahabatku berbeda dengan sudut pandangku.

Aku juga tak yakin cowok itu juga menyukaiku atau tidak, yang ku tahu dia adalah seorang cowok yang cuek, keras kepala dan mempunyai sudut pandang yang kadang berbeda dengan orang lain. Aku sendiri pun bingung bahkan tidak tahu alasan kenapa aku bisa menyukai seseorang yang dulunya aku benci setengah mati dan lebih parahnya seseorang yang disukai sahabatku. Haruskah aku terus membohongi perasaanku atau berkata jujur untuk berani mengambil semua konsekuensi yang mungkin bisa saja terjadi di luar prediksi? Memilih salah satu, dua-duanya, atau tidak sama sekali?

Cerpen Karangan: Nefiana Mey Ipradita
Blog: http://nefianamey.blogspot.com/
Nefiana Mey Ipradita. 16 yo. Senior high school. Really love music, writing n reading. Love hijab. I’m a simple’s taurus.

Cerpen Memilih Salah Satu, Dua Duanya atau Tidak Sama Sekali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Seniors Novelist

Oleh:
Aneh, dia selalu memandangku seperti itu. Layaknya singa lapar yang menemukan mangsa. Dan sedetik selanjutnya, dia akan tertawa seperti sedang menoton stand up comedy. Nicholas Yovian, Kakak Kelas menyebalkan

Karenamu Aku Tahu

Oleh:
Aku terbangun di kelas yang cukup ramai. “Daa..” panggilku lirih. Alda menoleh. “Kirana, udah bangun kamu? Eh tau nggak sih kamu tuh tadi tidur dari jam-nya Pak Budi, untung

Cinta Dizel (Part 2)

Oleh:
Di rumah, Dizel kecewa mengapa Deva sembunyi-sembunyi kalau dia memang benar mencintai Forsh. Dizel hanya bisa mengenang masa-masa awal dia bertemu dengan Forsh dan kenangan mesra dengannya. Forsh adalah

Kenyataan Pahit

Oleh:
Aku terus berlari menjauhi tempat menyedihkan itu. Tempat dimana aku mengetahui fakta miris. Aku benar-benar sangat kecewa. Air mataku tak berhenti mengalir. Hujan semakin deras dan menghatam tubuhku. Tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *