Move On

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 6 January 2018

Lupain aja dia gak ada gunanya juga kok mikirin dia gak nambah pahala atau bikin kita ke surga yang ada malah kitanya yang sakit mulu kan karena perasaan cinta kita tak terbalaskan. Sabar aja ya kalau emang dia yang kamu fikirkan adalah masa depanmu maka selamat kamu tak akan merasa menyesal karena memikirkannya tapi kalau dia bukan bagian masa depan indahnu maka sabarlah allah pasti menggantikannya dengan seseorang yang mirip dengan si dia dan pasti lebih baik juga kamu akan merasa bahagia bersamanya. Ingat ya tulang rusuk takkan tertukar. Sekarang, udah waktunya move on dari si dia yang gak peka ya udah pasrahin aja sama yang di atas sekarang kita fokus aja sama belajar di sekolah buat entar masa depan dan lebih sayangi para sahabat aja deh karena bahagia itu gak harus sama dia kamu berhak bahagia meski orang yang kamu suka gak peka, berbahagialah dengan sahabatmu ya rasakan setiap waktu saat bersama mereka karena mereka juga bisa membuat dirimu lebih bahagia.

Yakinlah suatu hari allah akan mengirimkan seseorang yang lebih dari dia untuk kita dan semoga seseorang itulah yang selalu membuatmu tersenyum di setiap waktunya percayalah allah adalah penulis skenario terbaik dan allah akan membuat cerita kehidupanmu menjadi cerita yang sangat sempurna yang akan kamu kenang disetiap waktunya. Perbaiki saja dulu diri kita agar orang yang dikirim allah datang secepatnya, aaamiiinnn, dan Aku percaya bahwa setiap pertemuan pasti akan ada pepisahan. Entah maut yang telah menjemput, entah berpisah karena tujuan yang berbeda atau memang sudah diatur dalam sesuatu yang bernama takdir tapi aku percaya tidak ada pertemuan yang kekal pasti semuanya juga akan berpisah. Sekalipun kita dengan orangtua kita akan berpisah karena alasan tertentu yang telah ditentukan oleh allah.

Tapi aku yakin setiap pertemuan adalah sebuah pelajaran yang bisa kita pakai di pertemuan selanjutnya dengan orang yang berbeda. Seperti pertemuanku dan dirinya aku belajar arti ikhlas, sabar, dan berjuang aku belajar semuanya di pertemuan ini dan aku yakin pertemuan ini akan menjadi sebuah pelajaran berharga di hidupku, pelajaran yang akan kunenang dan menjadikanku lebih dewasa.

Tentang perasaanku kepadanya, jujur aku tak pernah mengharapkan perasaan itu ada di hatiku hingga sampai saat ini aku tak pernah merencanakan hal ini terjadi. Aku tak mengerti bagaimana awal diriku mencintainya aku tak tau yang aku tau aku mencintainya dan mungkin ini adalah sebuah perasaan yang tuhan berikan kepadaku, anugerah terindah yang takan kulupakan. Aku juga tak mengerti bagaimana aku bisa setabah ini dengan tetap berdiri di depan pintu hatinya menunggu pintu hatinya terbuka dan dia menerima diriku menjadi seseorang yang layak berada di hatinya.

Sampai saat ini aku masih tidak bisa untuk melupakannya, aku bingung kenapa rasa cintaku begitu besar hingga aku tak mampu untuk melawannya. Aku ingin menghapus dirinya dalam hatiku tapi aku selalu gagal, apakah tuhan masih ingin melihatku mencintai dirinya? Tapi bukankah perasaanku ini salah? Tidak ada yang salah dalam soal perasaan, perasaan ini murni bentuk kasih sayang tuhan terhadap hambanya. Saat ini, aku hanya bisa mempasrahkannya kepada tuhanku karena aku yakin semuanya akan baik baik saja.

Dan bismillah aku bisa move on hehe.

Cerpen Karangan: Khoirotunnisa
Facebook: Khoirotunnisa Khoirotunnisa

Cerpen Move On merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tuhan… Siapa Jodohku?

Oleh:
Entah kenapa… Entah apa yang ada di benak ku ini sehingga begitu menginginkan pernikahan itu ada, mendambakan dan menginginkan hadirnya suara tangis dan tawa bayi. Mengurus rumah tangga, menjadi

Siapa Dia Dalam Diam?

Oleh:
Aku masih tertegun di atas ranjang saat suara adzan berkumandang, “Assholatu khorunminannaum..” Sampai diulang kedua kali lafadz itu belum juga bergeming. suara adzan dari speaker Mushola yang hanya berjarak

Sahabat Jadi Cinta, Cinta Jadi Sahabat

Oleh:
Yusuf, dia adalah nama cowok yang kutaksir sejak lama, namun baru beberapa hari ini dia sering menatapku dan berusaha untuk mengajakku berbicara, berdebar rasanya. Minggu depan aku dan teman

Sebuah Penantian

Oleh:
Malam beranjak kian larut, seiring purnama yang tersenyum penuh rona keindahan yang menyusup di balik jiwaku yang dirambati resah, sang purnama bersinar memancarkan cahaya kuning keemasan, seolah memberi secercah

Jodoh Yang Kutunggu

Oleh:
Pantai ini selalu menjadi tempat favoritku untuk menyendiri menghilangkan penat dari rutinitas sehari-hariku yang semakin hari kian menumpuk. “HUH andai saja semua beban ini dapat kularung bersama ombak” Gumamku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *