Mungkin Aku…

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 August 2014

Belakangan ini dia sering terlihat murung, tak bersemangat seperti biasanya. Bola basket yang selalu dimainkannya dengan lincah, sekarang hanya ia pantulkan lemah sambil duduk di pinggir lapangan. Aku memang selalu mengamatinya dari kejauhan, tidak berani mendekat untuk sekedar menanyakan apakah dia baik-baik saja. Aku hanya tidak ingin ada hati lain yang merasa posisinya terambil olehku, karena aku tahu siapa yang semestinya mendekat ke sana untuk menanyainya. Aku pun mengerti siapa yang lebih dibutuhkannya.

“Apa sih yang kamu dapat dengan mengamati dari kejauhan tanpa bertindak?” Tanya Rani sambil menerawang ke arah Petra. Aku menggeleng lemah, kemudian Rani menepuk pundakku – menyuruhku untuk melihat ke arah selatan. “Mungkin Ayu memang tidak ingin tahu keadaan Petra sekarang. Jadi, nggak ada salahnya kamu duluan yang mendekat. Bukannya kamu pernah bilang, Petra sahabatmu?” Kata Rani.

Aku segera turun menuju lapangan basket, namun sesampainya di bawah, ternyata Petra sudah tidak di tempat itu lagi. Kulihat siluetnya yang berjalan menuju arah taman sekolah. Aku pun bergegas mengikutinya.

“Petra!” Panggilku, dia menoleh dengan cepat, kemudian tersenyum seperti biasanya. Tetap manis, meskipun kabut tebal masih menyelimuti wajahnya. “Lagi ada masalah apa sih?” Tanyaku sambil berjalan mengiringinya.
“Kamu tahu aku lagi ada masalah?” Dia balik bertanya.
Aku mendesah, “Jelas tahu lah. Bedanya kamu yang lagi nggak ada masalah, sama yang lagi banyak masalah itu kontras banget. Bisa ditebak.” Jawabku. Petra kembali tersenyum.
“Hebat ya kamu. Pacarku sendiri aja nggak ngerti-ngerti kalau aku lagi punya beban.” Balasnya datar.
Aku terdiam. Hampir saja aku lupa bahwa dia milik orang lain, bukan milikku lagi. Sekarang aku bingung sendiri harus menjawab apa. Kembali menatapnya pun sudah tidak sanggup. Aku terus mengiringi langkahnya sampai akhirnya dia berhenti di kursi putih bawah pohon.

“Aku jadi takut mengulangi kesalahanku untuk kedua kalinya.” Kata Petra, aku menoleh ke arahnya. “Meninggalkan seseorang yang sudah kupunya untuk mendapatkan yang lainnya. Ujung-ujungnya aku kecewa sendiri. Seperti saat ini, kadang aku merasa harus kembali pada kamu karena aku lebih bisa mendapatkan apa yang ku mau itu dari kamu. Tap..”
Aku cepat menyaut kalimatnya sebelum ia lanjutkan. “Mungkin aku cobaan supaya kamu tidak melakukan kesalahan yang sama untuk yang lainnya.”
Aku beranjak dari kursi, lalu pergi.

Cerpen Karangan: Widyadewi Metta
Blog: wdymetta.blogspot.com

Penulis dapat dihubungi langsung melalui;
fb: Widyadewi Metta
twitter: @wdymetta
email: wdymetta[-at-]gmail.com

Cerpen Mungkin Aku… merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ares Kuat Kan?

Oleh:
Ares benar benar anak tengil. Temanku yang satu itu memang sudah gila. Dia mengintip rok cewek setiap pagi. Menggoda guru di koridor dan menjahili adik perempuannya sendiri. Tapi satu

Menghitung Hari (Part 1)

Oleh:
Terkadang beberapa hal sepatutnya dilepas meski tak pernah digenggam. Kalimat terakhir yang kamu ucapkan di atas gedung itu masih terngiang di telingaku, terekam jelas di otakku saat kau mengucapkan

Tak Peka (Part 1)

Oleh:
“Ayo Neyla berangkat ngaji, udah hampir telat nih” ucap Reva dengan nada yang sedikit marah. Dengan santainya aku menjawab “Iya.. bentar lagi”. Lalu di perjalanan kami bertemu sahabat kami

Hujan Kenangan

Oleh:
Sore hari suasana di lingkungan SMA permata sudah tampak sepi. Tidak ada lagi siswa ataupun guru yang berlalu lalang di lantai 3 gedung sekolah ini. Semua sudah kembali ke

Percaya

Oleh:
Adakah yang bisa kulakukan? Kalimat yang selalu kufikirkan sejak dahulu. Banyak hal yang sudah kulewati hingga saat ini, tetapi tidak banyak yang sudah kuperbuat. “Pemalas” mungkin itu julukan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *