Mungkin Ini Bukan Saatnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 8 August 2015

Namgue Chepy biasa dipanggil abeng, gue sekolah di ponpes al-ikhlas jambar kuningan.
Pada hari senin di sekolah cuacanya masih sepi dan berkabut, sambil menunggu anak-anak yang lain gue pergi ke mushola untuk membaca Al qur’an.

Setelah selesai membaca gue pergi memuju kelas IX A, tiba tiba gue melihat seorang cewek yang begitu cantik, gue pun menghampirinya.

“Eno kamu kok kelihatan cantik banget hari ini” kata Chepy sambil tersenyum manis.
“Ah masa sih?” kata Eno tersipu malu.
“Beneran, masa bohong kamu mirip nikita wily deh” kata Chepy dengan nada meyakinkan.
“Hmm, kamu bisa aja deh makasih atas pujiannya” Eno tersenyum.
“Ya sama sama, gue mau buang sampah dulu ya dah” Chepy meninggalkan Eno.

Bel pun berbunyi menandakan waktu istirahat, gue pun pergi ke kantin. Di warung gue bertemu dengan Umam.
“Mam sini dulu ane mau nanya nih” kata Chepy melambaikan tangan.
“Ada apa ben?” Umam.
“Lo tahu gak Eno udah punya gebetan belum?” tanya Chepy.

“Hmm, lo suka ya sama dia?” jawab Umam.
“Cie… cie… ada yang jatuh cinta nih” kata Kurniawan sambil meledek.
“Apa sih lo datang-datang nyamber kaya petir” Chepy sedikit sewot.
“Sory..sory”

Sepulang sekolah, di asrama gue ngebayangin Eno jadi milik gue, kayanya gue bener cinta sama dia, aduh gimana nih pusing deh.
Setelah melaksanakan sholat gue pergi mau ke asrama, gue melihat Eno memancarkan wajahnya yang cantik, gue tiba-tiba terpesona melihat kecantikannya, gue bergegas untuk cepat pergi.

Hari hari berlalu ternyata benar apa dugaan gue, klo gue bener cinta sama dia.
Di sekolah gue menemui sahabatnya Rita, mayang, Else untuk menanyakan tentang Eno.
“Eh kalian sini dulu” seru Chepy
“Ada apa lo panggil kita-kita?” Rita dengan wajah heran.
“Gue mau tanya tentang Eno, kira-kira dia udah punya pacar belum” tanya Chepy.
“Mana gue tahu, lo suka ya Ehem…ehem” seru mayang dan else.
“Hmm, makasih ya infonya gue pergi dulu ya” Chepy meninggalkan sahabatnya.

Bel berbunyi menandakan masuk kelas, pada jam pertama pelajaran BP, kebetulan gurunya gak datang. Gue duduk di bangku paling belakang ketika gue nengok ke samping gue lihat Eno memberikan senyuman ke gue, hati gue seneng banget.

Di depan gerbang sekolah.
“No sendiri aja yang lain kemana?” kata Chepy.
“Ga tahu tuh pada kemana?” sahut Eno.

“No gue boleh nanya gak?”
“Ya boleh nanya apa?”
“Hmm.. jujur ya gue suka sama kamu, sejak gue lihat kamu jantungku deg-degan. Kamu mau gak jadi pacarku?” Chepy.
“Apa?!”

“Maaf, bukan maksudku mengagetkanmu” lanjut Chepy.
“Hmmm, sebelumnya gue minta maaf kayaknya gue gak bisa” balas Eno dengan wajah bingung.

Mendengar jawaban itu hatiku hancur lebur. gue pergi ke belakang asrama merenungkan kejadian tadi, tiba-tiba gue teringat perkataan guruku. Dulu nabi Muhammad pernah juga mengalami cintanya ditolak, tapi dia tidak merasakan patah hati.
gue pun langsung mengambil kertas untuk menulis surat.

To. Eno
gue minta maaf karena cinta kepadamu, sekarang kau boleh jauhi diriku, dan anggap ku tak ada tapi gue yakin suatu saat kau akan mencintaiku dan tak akan pernah melepasku.
gue kan selalu menunggumu.
By.Chepy

Cerpen Karangan: Chepy Ardiansyah
Cerita ini nyata, dan sampai sekarang masih menaruh perasaan.

Cerpen Mungkin Ini Bukan Saatnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi Senja

Oleh:
Sore itu benar-benar dingin, angin-angin senja yang berhembus membuatku terlelap dalam dinginnya sore ini. Entah mengapa sudah dari siang hujan tak henti juga. Mungkin langit mengerti tentang apa yang

Inspirasi

Oleh:
Dan pria itu pun mulai mencoba untuk menulis. Yang ia lakukan sejak tadi hanyalah berpikir, berpikir dan berpikir. Ia seperti orang kehabisan akal yang sama sekali tidak bisa mendapat

Senyummu Senyumnya

Oleh:
Aku merindukanmu, sangat sangat merindukanmu. Andai waktu dapat berputar kembali kuingin mengulang masa-masa indah kita dulu. Kutahu semua itu tak mungkin, tapi aku amat merindukanmu. Bayanganmu mulai redup, wajahmupun

Sorry

Oleh:
Tawaku mendadak berhenti ketika melihat sebuah nama yang tak asing bagiku mengirim permintaan pertemanan ke akun facebookku. Ia tidak memakai wajahnya untuk dijadikan foto profil. Ia memakai foto seorang

Biarkan Takdir Yang Menjawab

Oleh:
Selongsong peristiwa masih kau simpan. Entah apa yang membuatmu tak mau jujur padaku. Seketika dalam diammu itu membuatku menjadi beku. Beku yang terkadang mencair sesaat. Dua tahun yang kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *