New Year’s Eve Surprise

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 October 2014

Bandung, 31 Desember 2013 at 06.30 WIB
Aku terbangun dari tidurku, aku mulai membuka mata lalu aku mengerjapkan mataku saat mentari menyilaukan penglihatan ku dari sela sela jendela kamar ku.

Drtt.. Drtt..
Ponsel ku bergetar tanda ada panggilan masuk. Aku segera mengambil ponselku di atas laci di samping tempat tidurku. Tertera nama Tias di ponselku, dia adalah sahabat ku selama 5 tahun belakangan ini.
“Hallo..” aku membuka percakapan
“Haloo Nias.. kayaknya ntar malem gue gak jadi deh, gue pergi ke rumah nenek gue di Jakarta. Gak papa kan?” ucapnya
“Yahh.. gak seru dong, ya udah lah gue gak bisa maksa juga” kata ku dengan sedikit kecewa
“Sorry yah Nias, gue juga gak tau kalo bakalan mendadak kayak gini” ucap Tias tak enak
“Iya gua gak papa kok.. santai aja..” aku
Tutt.. tutt..

Aku memutuskan sambungan telepon ku dengan Tias. Jujur aku sangat kecewa saat ini, acara yang kami rencanakan dari jauh-jauh hari harus di batalkan. Tidak!!.. Masih ada Dhiny, Shilla, Bisma dan kekasih ku Dicky. Walaupun tidak ada Tias acara malam tahun baru ini harus dilaksanakan.
Aku memutuskan untuk membersihkan diri. Dengan malas aku berjalan ke kamar mandi.

30 menit kemudian..
Aku sudah selesai mandi dan sudah memakai pakaian simple, kaos putih polos lengan panjang dan celana levis selutut.
Aku menuruni anak tangga. Aku berjalan ke arah meja makan untuk sarapan dengan keluarga ku.

“Pagi..” Sapa ku saat sudah di hadapan papah dan mamah ku
“Pagi sayang..” Balas mereka
Aku duduk di kursi biasa ku jika sedang makan bersama, aku melirik ke samping kanan ku seperti ada yang kurang menurutku
“Kak Rangga mana mah, pah?” Tanya ku. Rangga adalah kakak satu-satunya yang aku miliki dan aku sayangi
“Rangga sudah pergi dari tadi pagi.. dia bilang mau ada acara sama teman-teman kuliah nya untuk malam ini..” Jawab mamahku. Aku hanya mengangguk paham
“Kamu gak ada acara?” Tanya papah ku kepada ku
“Ada..” Jawabku.
“Papah dan mamah? Ada acara?” Tambah ku sambil menyendok nasi goreng buatan mamahku
“Tidak… papah ada Dinas ke Surabaya dan mamah mu harus ikut” Kata papah ku
“Kapan berangkat? Berapa lama?” Tanya ku
“Setelah ini.. mungkin tiga atau empat hari” Jawab papah ku
Aku tak menanggapi perkataan papah ku, aku fokus memakan nasi goreng lezat buatan mamahku.

At 13.25 WIB
PUKK!!…
Aku membanting ponselku ke kasur. Entah mengapa semua orang hari ini membuat ku kesal. Sedari tadi aku menelpon teman temanku untuk menanyakan acara nanti malam, semua bilang bahwa mereka tidak jadi karena ada saja alasan yang tak bermutu yang mereka lontarkan.

Aku kembali mengambil ponselku untuk menelpon satu orang lagi yang belum sempat ku telpon. Aku mencari nama nya di kontak ku.
“Dicky… Dicky.. mana dia”
“Nah.. ini dia..” gumamku setelah menemukan namanya di kontak ku. Dengan segera aku menekan tombol call

Tut.. tut.. nomer yang anda tuju sedang tidak aktif, coba hubungi beberapa saat lagi

“Arghhhttt…” Pekik ku menahan semua amarahku. Aku meremas kencang ponselku. Aku tidak tahu harus melampiaskan semua ini pada siapa. Aku benar benar kesal
“Kenapa sih mereka?” Gumam ku

Aku tak tau harus berbuat apa saat ini.. jika nanti aku bertemu mereka aku akan pukul dan menjambak rambut mereka menuangkan rasa kekesalan ku saat ini.

Aku memutuskan untuk tidur siang, karena hanya itu yang bisa aku lakukan untuk meredam amarahku.

At 08.18 WIB
Aku berdiri termenung di balkon kamar ku. Aku menatap nanar di sekitar pandangan ku. Orang-orang dengan bahagianya merayakan malam pergantian tahun ini. Aku sangat iri pada mereka yang bisa berkumpul dengan keluarganya atau teman-teman nya. Sedangkan aku, aku hanya diam seorang diri pada mala mini. Malam yang sangat kelabu menurut ku.

Aku mengambil jaket dan kunci mobil di atas meja belajarku, aku memutuskan untuk pergi ke bukit yang tak begitu jauh dari rumah ku. Aku begitu muak dengan pemandangan di sekitar rumah ku yang membuatku semakin iri.

Aku mengendarai mobil ku dengan kecepatan di bawah rata-rata. Aku mencoba fokus menyetir walau pikiran ku terbang kemana-mana.

At 22.55 WIB
Aku duduk dengan beralasan rumput. Aku menekuk kaki ku dan memeluk nya. Sudah hampir 2 jam setengah aku berada di bukit ini. Menatap perumahan-perumahan dari atas bukit dengan tatapan kosong.

Tes.. tes..
Aku menangis. Ya! Saat ini aku menangis, entah apa yang membuat ku menangis sedari tadi. Mungkin air mata ini mewakili kekecewaan ku saat ini. Ini menjadi malam tahun baru yang sangat buruk bagi ku, aku benci malam tahun baru.. aku benci!!

Air mataku semakin deras mengalir. Aku tak pernah menyangka tahun baru ini begitu menyakitkan. Malam yang seharusnya menjadi peristiwa yang begitu menyenangkan malah berbanding balik dari seperti yang aku harapkan.

Mungkin aku adalah orang yang paling malang saat ini. Merayakan pergantian tahun seorang diri.. ckck.. menyedihkan sekali…

Aku melihat jam tangan ku, ternyata ini sudah pukul 23.59 WIB. Berarti sebentar lagi akan ada kembang api yang dinyalakan serempak.

Aku mengusap kasar air mata di pipi ku, aku memejamkan mataku dan mulai berhitung dengan suara serak ku akibat menangis berjam-jam

Satu..
Dua..
Tiga..
Empat..
Lima..
Enam..
Tujuh..
Delapan..
Sembilan..
Sepuluh.. !!

Jedarrr…

“HAPPY NEW YEARS NIAS.. AND HAPPY BIRTHDAY”

aku terkejut. Aku membuka mataku dan membalikan badan ku.

Ternyata mereka adalah sahabat-sahabat ku dan Dicky. Di situ juga ada kak Rangga dan orangtua ku. Jadi… aku dikerjainn… huaaa..

“Happy birthday sayang and Happy new years” gumam Dicky sambil membawa kue ulang tahun ke arah ku

Oh Tuhan.. ternyata hari ini adalah hari ulang tahun ku, aku sampai tak mengingat itu karena terlalu memikirkan hal yang membuatku kesal. Sekarang tepat tanggal 1 Januari 2014 usia ku bertambah satu tahun yaitu 17. Sweet seventeen ku yang tak pernah terfikirkan oleh benak ku. Perasaan ku bercampur aduk antara senang, bahagia, kesal, sedih, terharu. Huaa.. semuanya menjadi Satu.

“ahhhhh… kalian jahat.. jahat.. jahat.. kalian sukses buat gue nangis dan kesel sendiri kayak orang gila tau gak..” ucap ku

“hhehe.. kita kan pengen bikin surprise buat lo.. akhirnya kita sukses kan? Happy birthday ya” kata Tias. Satu persatu menyalami ku mengucapkan selamat.

Aku kembali mengeluarkan air mata ku, tapi kali ini bukan air mata kesedihan. Tetapi air mata haru dan senang ..

“hey kok nangis.. jangan sedih dong, kita kan udah disini.. maaf ya.” Kata Dicky kepada ku, dengan lembut ia mengusap airmata di pipi ku

“aku gak sedih.. aku bahagia saat ini.. makasih dik.. makasih semuanya” ucap ku

“ya udah tiup lilin nya, setelah itu make wish” perintah papah ku.. aku mengangguk

Aku memejamkan mataku..

Tuhan.. aku hanya minta satu di hari ulang tahun ku saat ini.. aku akan selalu bersama mereka yang sangat aku sayangi selamanya.. hidup dalam suka mau pun duka bersama-sama tanpa ada perpecahan sedikit pun..

Tamat

Cerpen Karangan: Aam kurniasih
Facebook: Nias Dhineyza Prasetya / Aam Qoerniashy
nama: Aam kurniasih
tempat tanggal lahir: Tangerang, 20 April 1998
alamat: Jln. Kh Hasyim Ashari Gg. Dukuh II Rt. 03/Rw. 003 kel. Neroktog Kec. Pinang Kota Tangerang
facebook: https://www.facebook.com/aam.qoerniasih https://www.facebook.com/aprilia.sanny
Twitter: https://twitter.com/aam_qoerniashy

Cerpen New Year’s Eve Surprise merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Sahabat jadi Cinta

Oleh:
Dina Bergegas menyetater motor kesayanganya untuk segera melaju ke rumah Reno, sahabat dekatnya sedari duduk di bangku SD. Ia Berencana melakukan belajar Fisika bareng di rumah Reno. Belajar bersama

Hanya Kamu

Oleh:
Hari ini hari pertama aku masuk sekolah, hari pertama ini hari di mana aku dan teman-temanku berkenalan, dan sekarang aku mulai berkontraksi dengan teman-temanku, ya dimana aku yang masih

Tak Seindah Harapan (Part 3)

Oleh:
Setelah hari itu, kupikir kami akan dekat, tapi ternyata aku salah kami tetap seperti biasanya. Hanya saling menyapa dan tersenyum kalau hanya ada kami berdua. Tapi, ada yang beda

Sesosok Monster

Oleh:
“Dan peringkat pertama kelas kita pada semester pertama ini diraih oleh…” ucap Bu Vira secara perlahan. Semua murid tampak duduk dengan rapi dan tenang. Tak ada seorang pun yang

Please Forgive Me

Oleh:
Tangan itu masih terus memencet nomor telepon yang ada di layar handphone. Lagi dan lagi nomor yang dituju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. Intan tampak mulai sebal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “New Year’s Eve Surprise”

  1. Kalau boleh beri saran nih ya, konfliknya kurang berbobot. Ada orang yang batal merayakan malam tahun baru itu bukan konflik yang berat saya kira. Kalau konflik semakin berat, cerpen bakal lebih seru lagi. Keep writing 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *