Penantian Yang Tidak Ada Akhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 12 February 2015

“Wah…” seruku ketika melihat cowok cool, keren yang lewat di depanku.
Kenalkan aku Elsa, aku siswa kelas 12 di SMA Xaverius 6. Di sekolah aku dicap sebagai anak cewek yang berandal, karena salah satu kasusku di kelas 11 dulu.

Hari itu…
Dia sedang bermain basket, orang yang kusuka, dan paling tren di kelas, namanya Elwin Rustam. Aku selalu duduk di sebelahnya setiap pelajaran komputer. Tetapi perasaanku ini diketahui oleh si zombie yaitu Joseph Fernando Lim dan Leonardo Jonathan mantanku.

Desember, 26 2013
Aku mendapat pesan dari nomor yang tidak ku kenal setelah berulang-ulang kutanya. Jawaban yang sangat membuatku terkejut pun tiba, “Elwin kah itu? ataukah ada seseorang yang mengerjaiku” selalu kata-kata itu yang ada di otakku selama chat sms bersama dia dan akhirnya besok itu benar benar Elwin, aku sangat gembira.

Setelah lama kelamaan, aku keceplosan terkirim sebuah sms yang menuliskan “aku orang yang duduk di sebelahmu, selalu memberimu tissue di saat kau lelah main basket, dan aku adalah orang yang menyukaimu”. Mulai dari semenjak sms itu terkirim, aku dan elwin tak pernah saling mengobrol lagi. Kami mulai berjauh-jauhan apalagi manusia planet pluto yang biasa dipanggil lucky selalu mencie…cie..i ku di kelas. Hal itu membuat Elwin semakin menjauh dariku, aku takut dia benci dan akan terus dan semakin menjauhiku.

Tapi tak semudah itu juga aku dan perasaanku berpindah ke lain hati. aku tak berniat untuk menyatakan cintaku padanaya, tetapi aku lebih memilih menunggu dia untuk menyatakan cintanya padaku meski itu tidak akan pernah terjadi.

Semua teman-temanku tidak ada yang mendukungku… sampai akhirnya aku menjadi gila dan suka bernyanyi dan berteriak teriak memanggil namanya. Tetapi itu percuma, Elwin takkan merespon mungkin kebenciannya sudah di atas kebencianku terhadap si zombie. Aku sangat sedih, terkadang dikala ku sendirian di kamar aku menangisi sikapnya kepadaku.

Februari, 5 2014.
Pelajaran biologi…
Aku dan temanku Marcellina masih berada di luar kelas, ketika aku masuk ke kelas, beberapa temanku menyorakiku. Aku heran dan ternyata… Aku duduk BERSEBELAHAN dengan Elwin!! Rasa takut dan gembira pun bercampur menjadi satu kayak gado gado. Tetapi maut memisahkan kami, hingga akhirnya aku duduk dengan Ferdy. “aku menjauh bukan karena aku membenci elwin, tetapi aku justru takut semakin aku dekat dengan elwin, semakin bertambah besar rasa benci nya ke aku” Jawabanku untuk Ferdy yang nanya alasan aku jauhin Elwin.

Februari, 6 2014.
Di lapangan basket..
Aku bernyanyi “tek kotek kotek kotek elwin kapan kau nembak sabeth? tek kotek kotek kotek sampai kiamat takkan terjadi” belum selesai aku menyanyikan lagu itu. “sudah pasti” Aku tersinggung dengan celetuk dari seseorang yang aku kenal, Brigita pacar Jonathan. Aku sedikit kesal padanya, but this is just joke.
Berapa lama lagi rasa ini harus menanti ?Berapa lama lagi harus ku nanti? Aku serius sayang sama Elwin.

Cerpen Karangan: Elysabeth Nora Wulandari
Facebook: Elysabeth damiano

Cerpen Penantian Yang Tidak Ada Akhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diary Ingatan Ku

Oleh:
Melupakan dia yang pernah hadir dan menjadi bagian dari hidupmu memang sulit, terlebih lagi jika kisah itu terkenang dan itu sungguh menyakitkan. Walaupun indah saat ada penggantinya tapi tetap

Mengikhlaskan Kehilangan

Oleh:
Lagi dan lagi, termenung menyesali segala yang terjadi. Bertanya dalam hati, mengapa pertemuan kita yang terasa manis harus berakhir penuh rasa miris. Dan mengapa melupakanmu begitu sulit dan terasa

Love Really Hurts (Part 1)

Oleh:
Aku terperangah begitu melihatnya. Melihat sosok tubuhnya di belakang calon suami Mama, Papa baruku. Yeah malam ini, Mama dan Om Ardi berencana makan malam di rumah. Sudah lama aku

Prince of My Dreams

Oleh:
Cinta yaitu perasaan ataupun perkataan yang tak dapat diucapkan oleh bibir, melainkan yang dapat di rasakan oleh hati. “Cinta, aku ingin merasakan apa itu cinta. Apa rasanya dicintai. Dan

Rain

Oleh:
Langit semakin temaram, raja siang sudah tak terlihat lagi biasnya. Tertutup tebalnya gumpalan awan abu-abu tua yang entah berapa detik lagi akan menitihkan rintik-rintik air. Beberapa pedagang asongan mulai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Penantian Yang Tidak Ada Akhir”

  1. Hardi says:

    gimna si cara untuk lupa sama seorang yang bkan untuk jdi milik kita
    tlong kasih pendapat nya ea sob.,thanks untuk kalian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *