Pengalaman Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 20 January 2016

Rasa sayang yang dihancurkan begitu saja memang rasanya tidak enak sekali, pahit sekali seperti meminum kopi pahit tanpa gula sedikit pun. Rasanya seperti mimpi, di saat hari kemarin masih terasa adanya kasih sayang dari dia, tetapi hari ini sudah tidak ada sama sekali, bahkan hilang begitu saja tanpa alasan dan penjelasan yang jelas. Sakit hati? Iya tentu saja hati ini rasanya seperti di tusuk secara perlahan demi perlahan.

Lagi-lagi aku yang harus menekankan kepada dia, aku benar-benar seperti anak bodoh yang mengulangi kesalahan yang tidak ada bedanya sedikit pun. Mana ada pelajar yang mendapat nilai nol besar kemudian dengan santainya mengulang lagi kesalahan itu, padahal orangtuanya sudah jelas memarahi dia hingga menangis. Sedangkan aku, aku seperti anak pelajar itu, yang mendapat nilai nol besar, tetapi masih saja ku ulang kesalahan itu dengan jelas.

Tetapi di sisi lain, aku sendiri tidak tahu mengapa aku bisa mengulang kesalahan fatal itu, padahal aku sudah berusaha keras memperbaikinya, tetapi ternyata usaha aku tidak dihargai lagi dan lagi, hmm.. mungkin bukan tidak dihargai, melainkan apa yang aku usahakan ini sama saja seperti dulu. Bahkan semakin parah, banyak kemungkinan yang bisa masukkan dalam list sebab mengapa aku bisa bertemu kepada kesalahan yang sama.

Tetapi bagaimana mungkin aku bisa menjadi lebih baik, dan menemukan jalan baru agar bisa memperbaiki ini dengan lebih baik lagi, karena di samping itu pihak yang bersangkutan denganku saja tidak ingin membantu sama sekali. Melainkan dia hanya memikirkan diri dia sendiri aku rasa, di saat dia merasa tidak bisa dengan cara ini, dia bosan, kemudian dia merubah karakterisiknya, dan pergi.

Apa itu yang bisa aku sebut membantu? Jika saja pihak tersebut mempunyai pikiran dewasa, dan sabar, apa pun itu masalah yang datang, bisa dibicarakan baik-baik dan dicari jalan keluarnya bersama-sama. Tapi tidak ada perbincangan yang baik di dalam hubungan ini. Melainkan pihak tersebut hanya diam saja sendiri, memikirkannya seorang diri, merubahnya seorang diri tanpa sebab, dan memutuskannya seorang diri. Apakah aku tidak boleh berkata bahwa pihak tersebut sangatlah egois?

Apa yang sudah terjadi memang sudah terjadi, seperti bubur yang tidak bisa lagi balik menjadi nasi. Dan itulah, bagaimana pun aku kepada dia, tidak akan bisa mengubah hatinya yang ternyata sudah layu, dan sudah tidak lagi ada rasa sayang seperti dulu. Aku juga tidak mengerti, kalau saja kalian bisa membayangi dan merasakan benar-benar suasana yang aku rasakan, bisa dibilang dia sangatlah hebat untuk berperan.

Aku sebagai anak teater aja merasa kalah dengan dia. Karena apa? dia sangatlah berprilaku seakan-akan dia masihlah mencintai dan menyayangi aku sepenuh hati, dalam beberapa hari. Seketika saat aku menemukannya kurang lebih 1 minggu, itu semua berubah, berubah perlahan demi perlahan menjadi sangat.. “OH MY GOD! WHAT HAPPEN TO YOU?!!?” kalau saja aku bisa memasuki rekor orang terhebat dalam berakting, dia adalah orang pertama yang akan aku masukkan.

Tidak, aku salah, aku tidak tahu apakah dia berakting atau tidak, karena aku tidak bisa merasakan apa yang dia rasakan. Dan aku tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran dia, begitu pun dia. Tapi please man, dari awal dia selalu mengambil jalannya sendiri tanpa berbincang sedikit pun dengan baik kepadaku sebagai seseorang yang masih ada status dengan dia. Bisa dibilang dengan kata jahatnya adalah, dia seperti tidak menganggap gue, dan gue di sini hanya bisa senyum saja. Oke sabar, maaf jika aku mengeluarkan kata kurang senonoh yaitu “gue”, anggap saja bahwa aku sedang meluapkan emosi aku sejenak.

Di sini aku tidak menjelekkan atau menyalahkan pihak mana pun, pihak dia maupun aku. Tapi di sini aku menceritakan berdasarkan kenyataan yang ada. Tetapi aku tahu bahwa yang salah adalah semuanya, entah itu aku maupun dia, dan kami mempunyai kesalahan masing-masing yang bertemakan beda, dan kami mempunyai penjelasan sendiri apa yang kurang dari kami masing-masing, yang maka dari itu membuat pasangan kurang nyaman. Tetapi kembali lagi kepada sebuah hubungan yang saling melengkapi dan terbuka akan apa pun itu.

Di dalam hubungan ini hanya satu kekurangan yang aku tidak suka dari dia, yaitu keterbukaan. Jarang sekali aku merasa dia terbuka langsung dengan apa yang dia rasakan, hingga pada akhirnya membuat hubungan ini ribut keras. Berulang kali aku sudah berkata pada dia, “kita harus saling terbuka, jujur, karena dengan kayak gitu membuat hubungan kita bisa langgeng,” kemudian dia pun setuju dengan apa yang aku katakan, tetapi aku merasa he can’t prove it. Dimana aku berusaha mungkin jujur secara langsung jika aku gelisah. Jika aku tidak nyaman, bete, dan sebagainya. Apakah aku masih harus merasa dihargai? Dari sebelah mana jika memang harus?

Oke, aku tahu bahwa ada hal-hal yang memang dia lakukan demi aku (mungkin?) seperti beberapa contohnya yang tidak perlu aku sebutkan. Tetapi itu pun aku merasakan itu benar-benar saat dulu hubungan aku tidak ada apa-apa. Semakin ke sini, dan ditambah lagi hubungan aku yang sempat hancur sebelum dia kembali, semua itu hilang dan berubah. Aku lelah untuk merincikan satu-satu, aku hanya bisa menghela napas ini. Banyak kebaikan dan kemanisan yang dia berikan ke aku dulu. Aku juga tidak mengerti mengapa ini semua bisa terjadi begitu saja.

Jika saja bisa diungkapkan, aku seperti dinaikkan ke atas langit kemudian dibuang begitu saja ke jurang di bumi ini, sakit bukan? Seakan-akan apa yang sudah kita lewatkan selama ini, apa yang kita lakukan, dilupakan bahkan hilang begitu saja di ingatan dia. Dan apa yang dia katakan, entah itu janji-janji, atau apa pun yang membuatku merasa tenang dulu, sekarang membuat aku gila karena kebohongannya yang luar biasa. Tidak ada yang mengerti gimana rasa sakit yang aku rasakan, karena di sini pun tidak sepenuhnya aku mengungkapkan yang sebenarnya.

Tetapi, saat ini aku tidak bisa egois, bagaimana pun itu rasanya, sesakit apa pun, dan sepahit apa pun yang aku rasakan sebagai wanita, aku membuang itu, dan melupakan itu sejenak. Karena aku lebih memikirkan dan menghargai pilihan yang dia pilih. Dia pergi, memiliki hidup baru, atau mungkin pasangan baru nantinya, pasti itulah yang membuat dirinya bahagia, aku di sini hanya bisa tersenyum dan turut bahagia.

Untuk apa, melanjutkan hubungan dimana ada salah satu pihak yang tidak bahagia, dan membohongi dirinya sendiri. Dan untuk apa juga egois hanya karena sayang? Lebih baik berpikir dewasa dan melepaskannya, demi kebahagiaan dia selamanya. Mungkin jika boleh jujur, aku masih sangat teramat menyayangi dia, aku masih tidak rela jika memang dia bahagia dengan orang lain, tetapi apa boleh buat? Daripada aku harus memaksanya, dan dia juga terpaksa meneruskan hubungan ini karena rasa kasian, tidak tega, dan terpaksa.

Bocah! Sama sekali dia tidak punya pendirian untuk berkata jujur apa yang memang dia rasakan dan dia inginkan, justru aku digantungkan begitu saja, dengan ditinggal begitu saja tanpa kespastian. Apakah itu yang kita sebut dewasa dan setia? Tidak sama sekali. Aku tidak marah, aku tidak benci, dan aku tidak dendam dengan apa yang terjadi, justru aku pasrah, dan aku menyesali juga kecewa dengan diri aku sendiri. Kenapa harus bertemu dengan keadaan yang sama, dimana dulu aku sudah hampir berhasil melupakan dia sepenuhnya. Tapi aku mencoba berpikir positif, karena aku yakin ini memang sudah rencana Tuhan yang terbaik.

Ada keuntungan dari apa yang telah terjadi, yang mungkin tidak perlu ku perjelas, mungkin ini cara Tuhan untuk menyadariku untuk menjadi lebih baik dan berhati-hati lagi kedepannya, dan tidak begitu saja menerima orang baru atau pun menerima kembali. Juga percaya begitu saja orang yang pernah kita miliki. Terima kasih atas petunjuk dariMu Tuhan, aku terselamatkan, dan aku juga menerima banyak pelajaran baru untuk kedepannya.

Mungkin saat ini, jika aku terus meratapi, aku masih sakit, kecewa, sedih, dan mungkin aku bisa gila. Tapi aku berusaha tegar, berpikir positif, dan menerima kenyataan bahwa inilah hidup, semua yang sudah terjadi adalah resiko, karena semua yang telah terjadi adalah apa yang telah aku pilih. Aku tidak tahu apa kedepannya ada orang yang bisa menerima keseluruhan tentang kekurangan aku dan kelebihanku atau tidak, tetapi aku yakin bahwa Tuhan maha adil. Aku tahu bahwa semua ini sudah skenario dari Tuhan yang terbaik untuk hidupku.

Entah hatiku yakin, bahwa Tuhan menyuruh aku untuk fokus dengan kegiatan aku jika aku memang ingin sukses. Tanpa harus memikirkan cinta, hatiku yakin bahwa Tuhan menyuruhku dengan memberi jalan ini semua. Jika saja melupakan orang yang sangat kita sayangi, dan orang yang mengisi hidup kita lebih dari 1 tahun lamanya mudah, pasti sangat sedikit sekali orang yang “galau” di bumi ini, mungkin juga tidak akan ada terciptanya quotes-quotes di sosmed, karena 85% quotes di sosmed adalah untuk orang-orang galau.

Waktu terus berputar, dan semua ini memang cerita hidup, tidak akan berwarna dan dewasa diri kita ini, jika tidak adanya masalah seperti ini. Dan tidak ada cerita nantinya di hidup kita, jika kita tidak pernah merasakan sakit hati. Maksudnya adalah kita tidak bisa menjadi lebih dewasa jika kita tidak cukup pengalaman dalam masalah cinta. Aku yakin, dan inshaaAllah semua ini memang awal, dan Tuhan akan memberikan ujung yang indah untuk hidupku.

Dan aku akan terus dan terus berdoa kepada Tuhan, untuk menjauhi aku dari orang-orang yang tidak terpuji, dan aku ingin sekali membenahi diri aku untuk lebih baik lagi kedepannya. Karena aku merasa betapa hancurnya hidupku ini, bukan hancur karena hal negatif. Tetapi hancur karena tidak aku tata rapi dari dulu, sekarang aku terlalu terselimuti oleh yang namanya cinta, hingga aku melupakan bagaimana masa depan aku nanti.

Sekarang umurku sudah bukan lagi umur yang bisa dibilang “masih sangat remaja” tetapi umur aku adalah dimana semua orang sudah mulai berusaha terus menerus, dan menata rapi masa depan yang sudah mereka pikirkan dari sebelumnya. Justru dengan keadaan aku sekarang, mungkin sudah mulai sedikit terlambat, tetapi aku selalu ingat bahwa tidak ada kata terlambat di dunia ini. Untuk mencapai apa yang kita inginkan ada banyak cara, dan ada banyak peluang jika memang kita niat dan tidak pernah menyerah.

Kali ini aku tidak ingin terlalu banyak janji dalam diriku, karena aku tidak tahu seberapa lemahnya diriku. Dan juga aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Tetapi aku hanya ingin menjalankan apa yang ada di depan mataku. Tidak usah banyak bertele-tele tetapi aku hanya harus menjalaninya dan fokus. Soal cinta, aku juga sudah tidak tahu, pikiran aku sudah buta akan cinta. Sudah terlalu sakit dan lemah untuk memikirkan soal cinta. Kembali lagi, waktu akan terus berputar, cepat atau lambat, dia memang akan menemukan orang baru, dan terima gak terima aku harus menerima kenyataannya.

Siapa pun pilihan dia, aku yakin itu yang membuat dia bahagia, dan aku berharap dia bisa menjadi lebih dewasa lagi kedepannya, tidak seperti yang udah-udah, pergi tanpa kejelasan, menusuk secara perlahan. Mungkin jika aku tidak kuat, aku bisa gila… tapi aku masih mempunyai Tuhan, aku yakin bahwa ia akan menuntunku, dan menunjukkan aku jalan-Nya untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepannya.

“Dear My love, Hai, untuk kamu yang ada di sana, yang pergi begitu saja. Terima kasih atas pengalaman yang sangat banyak, yang kamu berikan untukku, sungguh aku menghargai ini semua. Kamu adalah seseorang yang terbaik yang pernah aku temui, kamu terlalu baik. Aku ingin kamu bahagia, dan aku ingin kamu sukses. Tunjukkan, bahwa kamu bisa sukses nantinya. Aku harap, kamu menyimpan baik-baik apa yang telah kita lewati, jangan lupain semua itu, karena apa yang sudah kita lewati sangat menarik untuk menjadi pengalaman hidup kita.”

“Terima kasih karena kamu, aku bisa menjadi lebih dewasa lagi sekarang, dan aku harap sebaliknya. Jika kamu ingin tahu, aku mencintaimu dari segenap lubuk hati aku yang paling dalam. Tapi itu dulu, sekarang aku akan menyimpan itu rapi dalam kotak pengalaman indah aku. Kamu yang terbaik, kamu yang bisa mengertiku, hanya kamu seorang. Terima kasih, jika tidak ada kamu, mungkin ceritanya akan berbeda. I Love You, and I’ll keep this, forever. Thank you. With love, I.A.”

Cerpen Karangan: I.A
I.A berumur 19 tahun, dari dulu senang sekali menulis segala hal yang dialami di hidupnya, impiannya menjadi penulis di samping ingin sekali menjadi fashion designer. Apa yang dituliskan, berdasarkan kisah nyata yang dia alami, dan beberapa hal dari sumber-sumber lain yang dia dapatkan. Semoga cerita di atas bermanfaat untuk para pembaca, untuk menjadi pengalaman hidup kedepannya.

Cerpen Pengalaman Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Me and Cho Kyuhyun in Nami Island

Oleh:
Annyeong Haseo Chingudeul. Bagi kalian pecinta K-Pop atau suka nonton drama dan film korea, pasti kalian mengidolakan atau ngefans sama mereka. Yah, begitu juga dengan gue. Sebenarnya gue ngefans

Kenangan itu, Aku dan Kamu

Oleh:
Barangkali kini kau tak tahu siapa aku, semenjak perpisahan 3 tahun yang lalu mungkin waktu telah perlahan menghapus sedikit demi sedikit memoar kenangan yang kita rajut bersama dan mungkin

Lepaskan dia

Oleh:
Namaku Satria aku tingaal di desa bersama nenek ku. Di suatu malam dengan keadaan setengah mengantuk aku masih belajar. Telah lama aku mengirim sms kepada pacarku. Hanya kata “Hay”

Cemburu Merindu

Oleh:
Bilamana terakhir kali kulihat kau tersenyum padaku? Bilamana terakhir kali kau sambut hangat teguranku? Bilamana terakhir kali kau mencegatku hanya untuk mengajakku berbicara? Bilamana terakhir kali situasi masih sama

About My Love

Oleh:
Aku gak boleh larut dalam perasaan ini. aku takut… benar-benar takut. Di satu sisi aku sangat mencintai kekasihku tapi di sisi lain aku sangat merasa nyaman jika berada di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *