Percuma Saja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 21 May 2018

Malam itu tak sengaja saat aku mendengarkan lagu, terputar lagu dari Rizky Febrian yang berjudul “Cukup Tau”. Lirik awal dari lagu tersebut sudah cukup menampar perasaanku, lirik demi lirik kudengarkan dengan seksama sambil memasukkannya ke lubuk hati. Lagu itu kuputar berulang kali, dan aku mulai berpikir, apakah cinta yang aku rasakan selama ini seperti itu. Rasa yang hanya percuma saja jika dibiarkan tumbuh di dalam hati, karena hanya satu pihak yang merasakan.

Belum lama aku juga baru saja chating dengan Gibran, ya Gibran, cowok yang aku sukai dan juga disukai cewek cewek lain karena parasnya yang tampan. Saat itu akulah yang pertama kali mengechat Gibran, hanya untuk mengingatkannya mengenai ibadah. Dan seperti biasanya, hanya aku yang aktif saat chat sedangkan dia pasif, chat kami bagaikan sebuah wawancara, dimana hanya aku yang terus bertanya, seolah aku ingin tahu apa saja yang dia lakukan, padahal Gibran sendiri masa bodoh dengan aku.

Ada saat saat dimana Gibran menjadi aktif saat chat denganku, yaitu saat menjelang ujian akhir semester, entah hanya untuk menanyakan kisi kisi atau materi ataupun soal soal, setelah kebutuhannya selesai Gibran pun kembali menjadi pasif.

Sempat berfikir bahwa Gibran hanya ingin dekat denganku saat dia memerlukan bantuan dariku. Aku pun juga pernah menyindir Gibran perihal tersebut, tapi Gibran bilang bahwa itu hanya perasaanku saja, karena Gibran merasa bahwa selama ini dia selalu baik padaku. Tapi aku rasa perkataan Gibran tersebut hanyalah sebuah tameng pelindung baginya agar aku tetap ingin membantunya, sebab kenyataannya memang Gibran selalu mengabaikanku.

Ya, aku sadar bahwa aku bukanlah wanita yang hebat, aku kalah dengan wanita wanita lain yang juga menyukai Gibran, seperti Nia yang lebih pandai, Ratna yang jauh lebih kaya, Dian yang lebih anggun, dan Gisel yang lebih pemberani. Tapi ada satu hal yang aku yakini bahwa aku lebih unggul dari wanita wanita itu, yaitu rasa sayangku kepada Gibran… Mungkin kalian akan tertawa mengetahui kelebihan dariku, ya, rasa sayang, bisa apa dengan hanya modal rasa sayang di zaman sekarang? Ya, aku paham akan itu.

Perasaanku ini hanyalah penjara bagi diriku, ini semua percuma saja, hari demi hari di dunia nyata gerak tubuh Gibran juga seperti mengisyaratkan bahwa dia tidak menyukaiku. Ya memang aku yang terlalu bandel untuk tetap menjaga rasaku ini. Padahal ya kembali lagi bahwa semua ini percuma saja. Mau aku sekeras apa pun bertahan, kalau Gibran bukan buat aku ya gak bakal aku bisa bersamanya.

Spekulasi spekulasi yang terkadang muncul mungkin itu hanyalah sebuah pembelaan diri untuk mempertahankan rasa di dalam hati. lucu memang jika terkadang aku bisa seolah olah merasakan Gibran ada di dekatku, Gibran perhatian denganku, Gibran mencoba menghiburku, ataupun Gibran yang mencoba menarik perhatianku, padahal itu semua hanya ilusi yang aku buat dan aku yakini sehingga tampak nyata, padahal Gibran yang asli adalah Gibran yang cuek dan acuh kepaku.

Disaat otakku berfikir jernih seperti sekarang ini aku hanya bisa berkata bahwa aku cukup tau sikap Gibran atas perasaanku yang hanya percuma saja ada dan terus dibiarkan tumbuh bertahun tahun. Tapi entah apakah memang ini yang benar atau tidak. Karena kembali lagi bahwa hanya Tuhan lah yang bisa membolak balik kan hati manusia. Jadi aku masih belum tau, apakah aku harus sabar lebih lama dengan rasa ini, atau berhenti cukup disini.

Cerpen Karangan: Maya Rachmaputri
Blog: storyvy.blogspot.co.id

Cerpen Percuma Saja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


(Bukan) Untukku

Oleh:
Lagi. Lagi dan untuk kesekian kali aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Menggapaimu melalui mimpi, merasakan cinta ini dengan cara yang semu, menanti tanpa sebuah kepastian. Tahukah kamu? Kamu

Siapa Dia Dalam Diam?

Oleh:
Aku masih tertegun di atas ranjang saat suara adzan berkumandang, “Assholatu khorunminannaum..” Sampai diulang kedua kali lafadz itu belum juga bergeming. suara adzan dari speaker Mushola yang hanya berjarak

Cinta Setengah Hati

Oleh:
“Aku bahagia. Karena Tuhan tak membiarkanku larut dalam kesedihan karena kepergianmu,” seruku kepada Dimas. Dimas. Dia pria yang aku sayang. Pria yang baik hati dan penuh pengertian. Kita pernah

Maaf Aku Mencintaimu

Oleh:
Gilang, cowok paling tenar, tampan, kece, smart pula. Siapa sih yang gak kagum sama dia. Sejak pertama bertemu, aku langsung ada rasa dengannya. Yaps, tepatnya cinta. Tapi mana mungkin

C3 (Cinta Chandra dan Citra)

Oleh:
Memiliki seorang sahabat itu rasanya memang sangat indah. Terlebih karena sudah bersahabat sangat lama, yaitu dari mereka terlahir. Yang satu merupakan anak yang berkepribadian pemberani sedangkan yang satu laginya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Percuma Saja”

  1. Clarissa Mayang Safira says:

    Ceritanya sama kayak kehidupanku saat ini,dimana aku menyukai cowok itu eh cowok itu malah cuek dan dingin sama aku. Aku suka sama ceritanya kak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *