Rindu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Sastra
Lolos moderasi pada: 19 August 2019

Angin membelai halus rambutku, ombak berdebur memberi sapa yang halus. Kupandang langit yang mulai menghitam. Dikala seperti ini, ingatanku selalu memutar peristiwa 3 tahun silam, tanpa ada sedikitpun yang terlupakan.

Sosok yang selalu mengukir senyum di wajahku ini, bahkan kau tak pernah membiarkan butiran bening keluar dari mataku. Hari hari yang sangat menyenangkan kulewati bersamamu, sampai tiba tiba entah apa yang membuatmu pergi menjauh meninggalkanku dengan cerita yang menggantung.

Hari demi hari kuhabiskan hanya untuk memandangmu dari kejauhan, melihatmu asik tertawa lepas dengan mereka. Tanpa kusadari tetesan air yang terasa hangat meluncur membasahi pipiku. Hati ini selalu bertanya “kesalahan apa yang telah aku perbuat hingga kau sangat membenciku tanpa alasan?”.

Sampai akhirnya tiba masa putih abu abu kita telah usai. Bahkan kau tidak memberi sapa terakhirmu untukku. Aku rindu akan sosokmu yang hangat, yang selalu melindungiku, bahkan dulu kau rela tidur larut malam hanya untuk mendengarkan kekesalanku pada hal hal yang sepele.

Kusimpan rindu ini untukmu, rindu yang sudah lama ingin kuungkapkan padamu. Entah sampai kapan kupendam kerinduan yang sangat menyiksa batinku. Kuharap kau kembali datang padaku walau hanya sekedar memberi sapa. Jika kau bisa begitu tenang tanpa ada aku, mengapa aku selalu tidak bisa?

Rindu yang setia menemaniku bertahun tahun ini tak kunjung pergi. Rindu yang selalu menginginkan kau kembali. Jika hujan memberikan jawaban lewat mendung. Mengapa rindu tak pernah menjawab? Untukmu yang kurindukan.

Cerpen Karangan: Lilis Ulfah
Blog / Facebook: Lilis Ulfah

Cerpen Rindu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pesan Untuk Dirimu Yang Mungkin Ada

Oleh:
Aku sering memimpikan sebuah mimpi yang sama berulang kali. Namun, ada sebuah mimpi yang terus menggangguku. Aku pernah mengutarakan gejolak aneh yang kurasakan mulai dari mimpi itu sendiri hingga

Karena Aku Masih Cinta

Oleh:
Kediri, 8 maret 2014 Pagi yang cukup dingin, kota Kediri bahkan belum sepenuhnya bangun, beberapa orang lebih memilih berbaring di ranjangnya yang hangat dibandingkan keluar. Tapi kereta-kereta ini seperti

Ratapan Penyesalanku

Oleh:
Jika aku bertanya, apakah aku menyukai takdir? Untuk beberapa hal aku akan menjawab, ya. Tapi, apakah kau tahu. Masih ada banyak takdir yang tak aku mengerti. Takdir itulah yang

Suara Merdu Yang Menggelitik Hati

Oleh:
“sebenarnya aku juga suka seseorang di sini.” Serasa ada yang memukul dadaku saat itu. Tersentak dengan ucapannya. Sekuat tenaga ku mencoba tetap tersenyum, sambil menyembunyikan wajahku darinya. “ciee… biar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *