Sahabat Jadi Cinta, Cinta Jadi Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 11 December 2017

Yusuf, dia adalah nama cowok yang kutaksir sejak lama, namun baru beberapa hari ini dia sering menatapku dan berusaha untuk mengajakku berbicara, berdebar rasanya.

Minggu depan aku dan teman yang sudah aku anggap keluargaku akan pergi ke Malang, yehh.. Pasti seru, ujarku dalam hati.

Waktu pun terasa cepat kami semua sudah bersiap, aku tak sabar bertemu dengan Mas novi, dia cowok yang kutaksir waktu kelas 1 smk, dan karena Widodo temanku yang usil membagi rahasiaku ke Mas novi, akhirnya ia pun tau kalau aku memiliki rasa yang lain. Strawberry #bukan guys tapi CINTA# cieee…

Aku berharap bisa berangkat ke Malang dibonceng Mas novi tapi ternyata malah sama Mas syam, siapa sih dia? Dalam angganku kecewa berat, tapi mau gimana lagi.

Tepat pukul setengah 9 malam kami beramai-ramai berangkat menuju ke Malang, setengah mengantuk mataku masih terbuka lebar walaupun angin kencang bertiup ke arahku, sambil memandangi Mas novi yang berboncengan dengan Mas Amin. “Ngantuk Nay?” Ujar Mas syam, “Ah, gak kok bang..” Ngeles…

Di setiap kesempatan aku berusaha mencuri pandang ke Mas novi. Hingga akhirnya sampai di Sidoarjo kami berhenti di pom, Mbak indah pun mengajakku ke indomart, setelah dari indomart tiba-tiba Mas syam menghampiriku “Makan dulu ini rotinya dek, belum makan kan?” Aku yang kelaparan pun dengan beringas menerima dan melahapnya. “Makasih bang..” Ungkapku.

Di sepanjang perjalanan Mas syam yang baru kukenal selalu mengajakku berbincang-bincang, katanya sih agar aku gak ngantuk, tapi bagiku seorang cewek yang baperan pasti mengira hal yang lebih dari itu, hatiku mulai membayangkan hal yang spesial dengannya tapi pikiranku segera membangun tembok besar.

Jam 00.35. Aku dan teman-temanku sampai di Malang di sana kami berhenti untuk istirahat lalu teman-temanku pun membeli pangsit di dekat indomart, suasana dinginnya mulai menyentuh tulangku. Lagi-lagi Mas syam menghampiriku “Makan Nay?” “Gak deh mas, eh iyah deng laper”, “Oke aku pesenin dulu yah”, jawabku “Iya”.

Beberapa menit kemudian… “Nih Nay pangsitnya”, aku hanya menjawab dengan senyum tanda terimakasih. Pikiranku pun melayang “baik banget, padahal baru kenal, tapi aku baru kenal mungkin dia juga udah punya cewek, tau ah makan dulu aku”.

Setelah beristirahat aku dan teman-temanpun melanjutkan perjalanan, banyak kejadian lucu dan seru saat di pantai, mulai dari Andry yang bertemu saudara lamanya, hingga aku yang berjualan kresek, dan masih banyak lagi keseruan-keseruan, rasanya tak ingin waktu berlalu, namun sejenak denyut nadiku terhenti ketika kulihat isi pesan dari ponsel Mas novi, dalam benakku “ternyata dia sudah gak sendiri” sedih banget aku guys. Tapi pura-pura seterong…

Akhirnya hari terakhir di tanah suci Malang, tanggal 7 Mei tepat dihari ultaku kami meninggalkan tanah suci Malang dan berangkat ke Surabaya

Jam 01.25, “Hbd yaa Nay, semoga apa yang kamu inginkan bisa terwujud” Gak pernah terbayang ternyata dia? Dia yang pertama kali ngucapin di hari Ultaku?. Yap guys Mas syam, aku kaget banget tapi juga seneng-seneng gimana gitu, pertanyaan aneh mulai bergelayut sembari aku membalasnya dengan ucapan terimakasih pake sekali.

Sampai di Fly over Surabaya aku mulai sedih dengan ponsel Mas syam yang kugengam diiringi lagu yang kudengar Lapang dada, tapi gak terasa airmata mulai membasahi pipiku, What happen Nay? Tanyaku dalam anggan sambil mengusap air mataku. Aku takut, takut tak bisa bertemu dengannya? Siapa.. Yusuf? Mas novi? Bukan tapi Mas syam tak kusangka-sangka aku jatuh hati dengan Mas syam yang baru kukenal.

Liburan pun berlalu, Yusuf yang dulunya bersarang di hatiku mulai memudar, karena kecuekannya yang mendarah daging membuatku angkat tangan. Dan Mas syam pun kini yang bersinggah di hatiku, mulai dekat denganku, Kita bisa saja memilih dengan siapa Cinta akan tumbuh, tapi tetap Cinta yang memutuskan pilihanku.

Cerpen Karangan: Lina
Facebook: siti sonya s

Cerpen Sahabat Jadi Cinta, Cinta Jadi Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Am I Cinderella? (Part 1)

Oleh:
“Yosi bangunnnnn. Jam 6 lebih banyak banget nih. Kakak mau upacara. YOSI!… YOSI!…” “YOSIIIIII.” Teriakku sambil berjalan ke kamar. “KEBLUK! YOSI! Bangun! Jam 6 lebih nih kamu belum mandi

Surat Tanpa Nama

Oleh:
Surat itu ia simpan, ia sembunyikan jauh dari dunia. Surat yang ia tulis tanpa ia niatkan untuk mengirimnya. Dalam surat itu tidak ia sertakan tanggal, tidak ia sertakan nama

Musim Kemarau

Oleh:
Lelaki kurus itu sudah hampir seminggu sering menyendiri, nampaknya sudah menjadi sebuah pekerjaannya menghabiskan waktu dengan menyendiri. Setiap pagi menjelang matahari menjalankan tugasnya, dia sudah terpekur menata sarungnya di

Janda Sholihah

Oleh:
Mia, awal perbincangan kita di samping mushola. Kau terlalu sibuk dengan ponselmu. Sesekali kau menjawab manja dengan lirikan seorang janda. Ahay, kau sedikit menunduk. Parasmu yang cantik. Lamat lamat

Mematung Sepi

Oleh:
“Masih terngiang akan suara manjanya, kepintarannya, kecantikannya, dan semua hal yang istimewa itu aku sia-siakan ketika aku memilikinya, kini aku hanya mematung sepi, ditemani penyesalan yang teramat dalam, akankah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *