Salah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 28 September 2019

Lelah batinku membohongi diri sendiri yang terkadang membuatku merasa bersalah hingga menyalahimu yang tak bersalah. Aku gadis yang kau kenal cukup ramah, selalu ceria, bahkan aku mampu menutup rapat luka yang sangat mendalam di hatiku tanpa sedikitpun memberi kesempatan untuk membuatnya mengering hingga pulih. Bahkan kau tidak tau ada begitu banyak tangis yang kusimpan dibalik senyum manis dan disetiap tawaku.

Memang salahku yang terlalu terbuai dengan situasi ini, situasi yang aku ciptakan sendiri. Aku yang salah menangkap setiap perhatian kecil yang kau berikan untukku, harusnya aku paham itu adalah hal yang sepatutnya sahabat berikan. Aku lupa jika kau tak bisa aku milik seutuhnya, kau hanyalah sahabatku dan kau akan tetap menjadi sahabatku.

Mengapa rasa ini hadir? Kumohon Tuhan jika ini hanya akan mematahkan hatiku tolong kau hapuskan rasa ini. Aku bahkan tidak mengerti mengapa rasa ini tumbuh begitu kokoh tanpa aku rawat dengan baik, aku hanya ingin rasa ini mati seiring berjalannya waktu. Karena aku terlalu takut untuk kehilangganmu, salah bila diriku menginginkan dirimu lebih dari sekedar seorang sahabat untukku. Kenapa harus kamu?

Hingga satu persatu dari mereka pernah berlabuh di hatimu, bahkan mereka juga cukup mengenal baik diriku hingga tak segan merekapun menganggapku teman baiknya. Mereka tak sungkan menceritakan tentang kisah cinta kalian, yang sebenarnya itu hanya membut diriku kembali hancur hingga membuat sesak di dada, bulir bulir itu kian bersemangat meluncur dari kelopak mataku menuju pipi.

Suatu ketika mereka menceritakan permasalahan yang terjadi di antara kalian, aku adalah orang munafik yang memberi solusi terbaik agar kalian tetap bersama karena sebenarnya yang aku inginkan kalian berpisah. Tak bisa kupungkiri saat mereka mematahkan hatimu aku begitu menyukainya. Karena apa? Karena aku tau aku mempunyai begitu banyak ruang untuk bersamamu, untuk menata hatimu yang telah hancur atas persinggahan mereka. Tanpa kusadari akulah yang membuat luka di hatiku semakin memburuk.

Aku pikir aku sangat mengenal dirimu, sangat memahami dirimu, mengerti akan semua keinginanmu. Tapi ternyata aku salah, ya aku hanya magnet yang memberimu energi yang sama hingga setiap kali ingin bersatu terasa begitu sulit karena semakin berusaha keras untuk membutnya bersatu maka sekuat itu pula ia menolak.

Aku hanya ingin kamu tau akan rasaku padamu, karena aku begitu lelah mejalani sandiwara yang sangat terasa begitu perih bagiku. Tapi apa dayaku rasa yang aku ingin kau mengetahuinya kalah dengan rasa takutku akan kehilanganmu, aku begitu takut jika kau marah padaku lalu memilih pergi jauh dari hidupku. Berulangkali setiap aku memikirkan sosokmu aku merasa berada di tempat asing yang sangatlah gelap, tak tau diamana hingga aku lupa bagaimana caraku untuk bisa menemui cahaya itu agar aku bisa keluar dari kegelapan.

Berulang kali kuyakinkan hatiku, memantapkan jiwaku saatnya kuakhiri rasa ini padamu. Ini rasa tidak pantas hadir, ia bisa merusak semuanya. Merusak persahabatan yang telah kami jalin hanya karena memaksakan keinginanku, aku tidak boleh egois. Karena ini bukan tentang aku melainkan tentang kita. Kucoba menghilangkan rasa sayang yang berlebihan ini untukmu, kubiarkan kisah ini melanjutkan perjalananya sendiri. Biar Tuhan yang membenahi hatiku yang hancur karena ulahku, kupasrahkan semuanya padamu Tuhan. Aku sangat yakin kau mempunyai cara yang lebih baik untuk mempertemukanku dengan cinta yang sesungguhnya meski bukan dia yang kau persiapkan hatinya untuk aku berlabuh, pasti itu yang terbaik untukku dan untuknya.

Cerpen Karangan: Lilis Ulfah Andriyani
Blog / Facebook: Lilis Ulfah

Cerpen Salah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I’m not a PHO

Oleh:
“Kukuruyukk…” ayam pun berkokok tanda pagi pun menjelang “Huahhh, udah jam 06.00. siap siap dulu ahh..” sirfa bangun dari tempat tidurnya. Gedebak gedebuk kesana kesini hingga selesai untuk pergi

Beach, The Last Memory

Oleh:
Siang membawa cerita haru yang mendalam, kaki melangkah dengan pandangan hati yang kosong, menuju ke sebuah pantai yang begitu ramai dengan pengunjung. Sentuhan ombak menyadarkanku dari lamunan kesedihan, aku

Undangan Merah Hati

Oleh:
Jalanan di depan rumahku ramai dilewati orang. Ada yang mau pergi bekerja, ada yang mau pergi kuliah, ada juga yang sekedar mondar mandir. Namun fikiranku hanya dijejaki oleh satu

Cerita Khayalan Basah Hujan

Oleh:
Karena semua berhak mendapat kesempatan kedua. Hujan sudah lama turun dan sudah lama pula pikiran terlarung dalam kenangan. Hujan masih tetap sama, masih tetap dingin. Dingin yang mengembun di

Jingga

Oleh:
Kampusku tidak pernah menyisakan ruang untuk jiwa beristirahat. Langit kota yang telah sesak dengan angan ribuan mahasiswa melamun di siang bolong, akhirnya menghembuskan napas panjang. Angin membelai jutaan rambut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *