Sebuah Penantian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 15 May 2013

Malam beranjak kian larut, seiring purnama yang tersenyum penuh rona keindahan yang menyusup di balik jiwaku yang dirambati resah, sang purnama bersinar memancarkan cahaya kuning keemasan, seolah memberi secercah sinar ke dalam hatiku, namun entah mengapa seolah hatiku tak bisa berdamai. begitupun dengan hatiku yang kian di landa resah. ya… resah karena menanti… telah satu jam aku menunggu namun dia tak kunjung menunjukkan tanda tanda kehadirannya, bahkan nomor hp nya pun tak bisa di hubungi. ku lihat jam tanganku, hmmm.. sudah jam 10 malam, dia telah terlambat satu jam lebih dari waktu yang dijanjikan…

Aku telah menghabiskan segelas cokelat panas yang merupakan minuman favoritku, telah enam batang r*kok yang kujadikan teman sembari menunggu kedatangannya, namun firasat akan kedatangannya entah mengapa tak terbersit sama sekali di hatiku, kupandangi tempat yang telah dijanjikannya untuk bertemu ini dengan perasaan yang tak menentu, lampu berkelap kelip menambah indah lukisan malam, angin yang semerbak membawa nyanyian sendu. telah beribu kenangan indah yang tercipta antara aku dan dirinya, kini lukisan kenangan itu menjelma menari nari di memori ingatanku. saat saat pertama bertemu dulu di sini… saat saat aku mulai merajut hari bersamanya, saat saat aku menghapus air mata lukanya, saat ceria mewarnai rindu yang menjerat kalbu. tak terasa aku telah dalam tenggelam di ceruk kenangan.

Ku lihat jam kini telah menunjukkan pukul 22.45. hatiku kian gelisah harap harap cemas, mengapa dia tidak mengabariku jika memang dia tak bisa datang, mengapa malah nomornya tidak aktif, mengapa… mengapa…? apa dia lupa? bukankah dia yang mengajak untuk bertemu malam ini, di tempat ini… ah.. mungkin benar dia lupa (sanggah hatiku untuk berbaik sangka padanya), tapi benarkah? bagaimana kalau… aku segera menepis persangkaan burukku padanya. terjadi peperangan batin di hatiku, aku semakin di landa gelisah.
Perlahan lagu mengusung rindu-nya spin band mengalir syahdu dari earphone ditelingaku: “sayu hati… sayu sekali.. melihat engkau berpimpin tangan dengan sidia… sakit hati, sakit sekali.. pabila cinta yang aku beri tak dihargai…”

Karena malam semakin larut, sedang purnama telah meninggi bertahta disinggasananya sambil memancarkan sinarnya yang kuning keemasan. alam yang indah ini kulalui dengan hati yang gundah tak tercegah, sungguh tersiksa aku dibuatnya. ku coba menghubungi no hp nya, masih tidak aktif. ku coba mengirim sms padanya, tertunda… ah…
ku lihat sekeliling keadaan mulai sepi, tinggal beberapa pasangan yang masih asik bercanda di bawah sinaran rembulan. entah apa yang ada di pikiran mereka (bahagia tentunya ya..?). beberapa pasangan yang lewat di depanku memandang dengan heran, mungkin aku di kira orang gila karena duduk sendirian hanya bertemankan asap r*kok… hemmm, entahlah, aku masa bodo dengan persepsi mereka terhadapku.

Ahirnya kuputuskan untuk pulang, karena aku menganggap penantianku sepertinya akan sia sia belaka. ku ayunkan langkah dengan gontai. sejenak ku pandang sang rembulan, dia masih saja memberikan senyumnya yang indah untukku. atau hanya senyum kasihan terhadapku.. entahlah…

Sebelum pulang ke rumah aku sengaja untuk jalan jalan malam, untuk sedikit untuk menenangkan hatiku yang berkecamuk dengan seribu prasangka. ku pacu kuda besiku dengan santai sambil menghayati suasana malam yang mulai lengang. tiba tiba sesosok yang ku kenal ku lihat duduk di sebuah taman, dia berdua, mereka kelihatan sangat mesra. entah mengapa tiba tiba semua kenangan itu berpacu di ingatanku, mendobrak segala penghalangnya meski aku mencoba untuk menghalaunya. tiba tiba aku merasa percuma dengan penantianku, semua seolah sia sia. ya semuanya sia sia…

Cerpen Karangan: M.Munif Fannani
Facebook: elqiara sakti selalusendiri
email:ashterelqiara[-at-]gmail.com

Cerpen Sebuah Penantian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintaku Kembalilah

Oleh:
Namaku Tara anatasya .aku tinggal bersama orang tuaku dan satu orang adik perempuanku.aku sekolah di SMP Kintan II kelas vIII.Ayahku bekerja sebagai dokter di rumah sakit Kasih Bunda.sedangkan mamaku

Miss You, Crying

Oleh:
Aku tetap menunggu di sini, di tempat di mana kita selalu bertemu dan mengenang masa-masa bersamamu. Aku ingat saat kita pertama kali menyapa satu sama lain. Dengan perasaan gugup

Tentang kita

Oleh:
Dewasa adalah ketika kamu mampu menghargai apapun yang menjadi milikmu saat ini Dewasa adalah ketika kamu mampu memahami mana yang benar dan mana yang salah Dewasa adalah ketika kamu

Seperti Sebelumnya

Oleh:
Hari hampir pagi, tapi aku tak kunjung lelap, kantukku bahkan berganti gelisah, entah apa yang menggangguku. Malam ini hujan turun tidak begitu deras, namun dalam waktu yang cukup lama,

Tak Sempat Memiliki

Oleh:
Aku laras asyifaturamah duduk di kelas 11, umurku di bawah 17 tahun tapi ke sekolah sudah berani bawa sepeda motor, sesekali pernah ditilang polisi pas waktu di perjalanan menuju

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *