Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Perahu Kertas

Sudah lama gadis cantik yang bernama Syakyla itu memendam perasaannya, bahkan sudah sejak kelas 1 SD. Awalnya bermula dari kesal. “Eh, kamu kalau gak bisa naik perosotan tinggi enggak usah naik aja!” seruan seseorang....

Sapu Tangan Merah

Musim hujan banjir, musim kemarau kering, musim kopi berhamburan rezeki. Seperti hati ku, saat sedang musim cinta, hanya di banjiri bayangan bayangan wajah si dia. Sore ini cuaca agak sedikit redup, sedikit sedikit tetesan...

Radar Cinta Prosesus dan Brontosrious (Part 1)

Setiap malam aku selalu berpikir untuk menemukan radar cinta dari prosesus pangeran ganteng dari negri kayangan. agar suatu saat nanti aku bisa mendapakan cinta dari prosesus.. aku menyebutnya prosesus karena dia memang inspirasi...

Wanita Penumpuk Gerimis

Aku takkan menangis. Kau sendiri yang menyuruhku agar jangan menangis. Awalnya aku memang cengeng. Teramat malah. Air mataku begitu saja menetes jika perasaanku terguncang. Tapi sejak saat itu, aku bertekad, aku berjanji...

Senja Pukul Lima

Entah berapa lama perempuan muda itu mematung di depan tumpukkan barang-barang antik, di suatu toko kuno. Entah pemandangan estetik apa yang membuatnya sangat betah berlama-lama dalam ketidakpastian. Belum cukupkah ketidakpastian...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply