Setengah Hati Yang Lain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 17 January 2017

Assalamualaikum…
Namaku Naura. Hari ini tepat sepekan aku melepas masa lajang. Ya, seminggu yang lalu aku menikah dengan seorang pria. Sebut saja dia Zain. Zain adalah salah seorang anggota TNI. Disini aku akan bercerita tentang konflik batin yang sempat aku rasakan.

Kebanyakan orang, rata-rata akan menikah dengan seseorang yang lama dia kenal bukan? Tapi itu tidak berlaku untukku. Karena aku belum lama mengenal sosok Zain, suamiku. Tak heran jika saat ini terkadang aku masih merasa asing padanya. Setiap aku terbangun dan mulai membuka mata, aku selalu berharap bukan dia yang ada di sampingku. Meskipun aku akui, dia adalah sosok pria yang baik dan bertanggung jawab, tapi bagaimanapun juga, yang namanya hati tidak akan bisa bohong.

Sebelum aku menikah dengan Zain, aku tengah menjalin hubungan dengan seseorang bernama Ryan. Sama halnya dengan Zain, Ryan juga merupakan seorang anggota TNI. Dia dinas di zona Indonesia Timur.
Aku mengenal Ryan jauh lebih dahulu dibanding Zain. Selama menjalin hubungan dengan nya, aku merasa sangat bahagia. Dia bukan sosok pria yang romantis. Bukan sosok pria yang setiap hari mengirimkan kata-kata indah untuk kekasihnya. Namun, aku suka style dan gaya bahasanya, tutur katanya, dan semua pola pikirnya.
Ya, tentu aku sangat menyayanginya. Aku sangat mencintainya. Kami berkomunikasi setiap hari hanya melalui handphone. Tapi itu sudah cukup bagiku. Saat itu, aku memang belum menceritakan tentang sosok Ryan kepada orangtua. Karena menurutku, itu masih dalam jangka waktu yang lama. Jadi bisa nanti-nanti aja ceritanya.

Aku adalah seorang cewek yang terlahir sebagai anak kolong (anak seorang purnawirawan anggota TNI). Aku bekerja sebagai staff di salah satu Bank Swasta di Indonesia. Kedua orangtuaku selalu berharap kelak anak perempuannya dapat menikah dengan seorang anggota TNI juga, yang masa depannya lebih menjamin.
Dan mereka mempunyai seorang rekan yang begitu akrab. Saking akrabnya, hingga mereka diam-diam membuat sebuah kesepakatan bersama. Kesepakatan itu adalah rencana perjodohan antara aku dengan Zain. Ya, rekan kedua orangtuaku merupakan ayah dan ibunya Zain.

Tak lama setelah kesepakatan itu, beberapa bulan kemudian, tanpa diduga, dan tanpa disangka-sangka, kedua orangtuaku pun menghubungiku dan menceritakan semua tentang rencana perjodohan itu.
Aku sangat mengenal karakter kedua orangtuaku. Mereka keras, mereka saklek. Semua rencana yang sudah tersusun rapi, harus terlaksana. Dan tak mungkin bagiku untuk menolak dan berniat hati menggagalkan semua dengan mudah begitu saja.
Mendengar rencana perjodohan itu, mendadak tubuhku lemas tak berdaya. Aku bingung, hati ini serasa ingin berontak dan berteriak menolak sekencang-kencangnya. Namun aku bisa apa? Watak dan karakter orangtuaku yang keras dan rasa tak ingin mengecewakan kepada orangtua yang membuatku kalah.

Semenjak itu, aku tak tahu harus dibawa kemana hubunganku dengan Ryan. Aku bermimpi seakan-akan kami sedang melewati sebuah terowongan yang sangat gelap, yang tak tahu kemana arahnya, yang di ujung terowongan itu kami diharuskan untuk berpisah. Aku berusaha menggenggam erat tangan Ryan, tapi seketika datang badai besar yang membuat kami terpisah.
Aku ingin menceritakan hal ini langsung ke Ryan, tapi aku tak tahu harus mulai dari mana. Sumpah, saat itu aku bingung. Aku tak ingin melukai hatinya. Aku menyayanginya, dan aku ingin hidup berdua bersamanya kelak.

Hingga akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan Ryan, dengan cara menghilang begitu saja. Aku menghapus semua kontak di handphone. Sehari kucoba untuk tidak berkomunikasi dengan Ryan, hati terasa sepi. Dia sedang apa, sudah makan atau belum, sudah sholat atau belum, pokoknya semua tentang dia. Hatiku sungguh mengkhawatirkannya. Aku yakin, dia pasti mencariku. Aku yakin dia pun mengkhawatirkanku. Tapi, dengan berat hati aku memaksakan diri untuk tega. Sungguh sebuah keputusan yang sangat berat bagiku untuk melupakan dan melepaskan cintanya.

Hingga saat ini, detik ini, meskipun aku telah menikah dengan Zain, sejujurnya aku masih belum bisa lepas dari bayang-bayang Ryan. Aku masih sangat menyayangi dan mencintainya.

Untukmu Ryan,
Dimanapun kamu berada, aku akan selalu mendoakanmu, semoga kamu dalam keadaan baik-baik saja, dan semoga kelak kamu akan mendapatkan jodoh yang jauh lebih baik dariku. Yang akan selalu menemanimu, dikala susah maupun senang. Amin.. Ya Rabb…
Aku, Naura, seseorang yang akan selalu mencintaimu, menyayangimu, dan mendampingimu kapanpun kau membutuhkan. Meski raga dan hati ini tak bisa memilikimu utuh namun kau akan selalu menjadi setengah hatiku yang lain. Selamanya….. Maafkan aku…

Salam
Yang selalu mencintaimu,

RZN-708

Cerpen Karangan: Yunita K. Sari
Facebook: yunita_kurnia22[-at-]yahoo.com
Penulis adalah pemilik RZN-708.

Cerpen Setengah Hati Yang Lain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Izinkan Aku Mencintainya (Part 3)

Oleh:
Seperti biasa, ku ceritakan semuanya pada Arin. Nampaknya ia sangat kesal dan cemburu. Tapi ia menyembunyikannya dariku. “Iya, tadi anak-anak di sekolah heboh, bicarain Vindra yang pindah sekolah.” Jawab

Kusadari

Oleh:
Aku hidup bukan untuk menunggu Cintamu Sulit ku terima semua keputusan itu Yang kini hilang tersapu angin senja Masih sulit pula untukku lupakan Suram dan seram jika kuingat kembali

Menanti Surga

Oleh:
Hidup akan terasa indah saat kita selalu bersyukur atas apa yang telah kita terima, ikhlas dengan apa yang sudah terjadi. Sebagaimana manusia, aku tidak bisa melawan takdirku sendiri. Sesuatu

Sedikit Waktu

Oleh:
Kupandang langit penuh kabut yang menghantarkanku dalam kegelisahan. Bertanya pada embun, mengapa dia berubah? Gadis itu melangkahkan kakinya tergesa-gesa ia berusaha mengejar seseorang yang berada jauh di depannya. Dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *