Status Adik Kakak (Part 1)


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 18 March 2014

“Ku coba untuk melawan hati. Tapi hampa terasa, disini tanpamu. Bagiku semua sangat berarti lagi. Ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu. Hingga akhir waktu” ucapku saat menyanyikan sedikit syair lagu yang ku kira sangat cocok dengan suasana hatiku saat ini. kesepian sekali rasanya. Tak ada dia lagi disini. Tak ada yang menggangguku lagi dengan kejailan yang dia buat. Padahal, sudah hampir setahun aku disini tanpanya. Harusnya aku sudah bisa move on dan melupakannya. Tetapi kenyataannya berbeda. Aku masih saja terus menerus mengingatnya.

“they say that time heals all wounds but all it’s done so far is give me more time to think about how much I miss you” ucapku dalam hati. Mungkin karena kamu adalah orang pertama yang telah membuatku jatuh hati. Jadi terasa sangat sulit untuk melepaskanmu ketika kau pergi. Tapi aku juga harus sadar diri, bahwa kau bukan siapa-siapa untukku.

Harusnya kehilangan itu hanya terjadi pada seseorang yang telah memiliki. Namun beda denganku. Aku belum memilikinya, tetapi rasa kehilangan itu sudah aku rasakan. Rasa sakit ketika ditinggalkan, itu juga sudah aku alami. Mengapa harus seperti ini?

Tuhan, hilangankan lah semua ingatanku tentang dirinya. Aku tak ingin terpenjara dalam kesedihan yang tak beralasan ini. terkadang aku ingin seperti anak kecil lagi. Lutut yang terluka begitu mudah untuk disembuhkan dari pada perasaan hati yang tak terbalas. Aku tau, ini mungkin takdir Tuhan yang telah menggariskan hidupku untuk tidak bersama dia. Dan aku juga tau, Tuhan tidak akan membuang yang aku kira baik, tanpa mempersiapkan yang benar-benar baik.

Tapi aku juga tidak mau membohongi perasaanku. Saat ini aku masih memikirkannya. Benar-benar sulit untuk melenyapkan dia dari pikiranku. Sudah berulang kali ku coba. Tapi hasilnya NIHIL! justru hati ini terasa sangat sakit saat aku berusaha keras melupakannya. Hatiku menolak dan bahkan memberontak. Apa tandanya ini? entahlah. Semoga waktu yang akan menjawab semuanya.

Sampai saat ini aku masih suka mengingat kenanganku dengan seseorang yang pertama kali menyentuh hatiku. Namanya adalah Kak Bintang. Ya, dia adalah orang pertama yang telah membuat hatiku tak karuan ketika di dekatnya. Kejadian ini terjadi sekitar 8 bulan yang lalu. Tepatnya di tanggal 1 Februari 2013.

Cerpen Status Adik Kakak

8 bulan yang lalu…
Hari ini, aku ada janji dengan Kak Bintang untuk bersepeda bersama. Awalnya, Kak Bintang adalah seseorang yang sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri. Rumahnya tak jauh dari rumahku. Ketika libur sekolah, dia selalu mengajakku untuk jalan-jalan. Entah itu hanya berjalan-jalan ke sebuah taman.

Kak Bintang adalah sosok yang sangat memberikan inspirasi dalam hidupku. Dia selalu memberiku motivasi jika aku putus asa dalam segala hal. Terutama dalam hal impian dan cita-citaku. Dia pernah berkata, jika kamu jatuh coba berdiri lagi. Jatuh lagi, ya berdiri lagi. Jangan pernah berhenti untuk mencoba. karena pemenang yang sesungguhnya adalah yang ketika jatuh dia akan segera bangkit kembali. Entah kenapa kata-kata yang keluar dari mulutnya itu selalu kena di hatiku. karena itulah aku kagum padanya.

Aku berjanjia dengan Kak Bintang untuk bertemu di depan gerbang komplek. Tetapi sudah ku tunggu sekitar 30 menit, Kak Bintang belum juga datang. Hem.. apa dia lupa dengan janjinya? Entahlah. Dan aku memutuskan untuk menunggunya 15 menit lagi.

Setelah waktu sudah berjalan sekitar 10 menit, akhirnya Kak Bintang datang dengan melambaikan tangannya dari jauh kepadaku. Aku pun membalas lambaiannya. “lama deh datangnya” ucapku menggerutu. “hehe maaf ya adikku sayang, kakak ada urusan sebentar tadi” jawabnya dengan senyuman kecil di wajahnya. Melihat senyuman itu, rasa kesalku karena menunggunya berangsur-angsur hilang. Aku memang tidak bisa marah dengannya. “ya sudah, yuk jalan” ucapku sambil menaiki sepeda yang ku bawa. Dan kita pun mulai bersepeda keliling komplek.

Hari ini sangat ramai. Ya maklum saja, hari ini kan hari liburan sekolah. “Dek..” ucapnya memanggilku. “kenapa kak?” jawabku dengan terus mengayuh sepeda dengan kecepatan rendah. “kita balapan yuk” ucapnya menantangku. “balapan sepeda dengan kakak?” Tanya ku. “iya. Kenapa? Takut ya?” ucapnya lagi dengan sedikit meledekku. “hah, takut? Siap-siap aja kakak kalah” ucapku menerima tantangannya. “oke. Kita mulai dari sini sampai pohon besar di ujung sana” ucapnya sambil menunjuk garis finish. Aku pun menjawabnya dengan menganggukan kepala.

Setelah hitungan Tiga, aku dan dia pun mulai beradu cepat mengayuh sepeda satu sama lain. “yesss aku menang” ucapku saat berhasil mengalahkan Kak Bintang. Kak Bintang pun tersenyum kecil melihatku sangat gembira telah mengalahkannya. “aku minta hadiah” ucapku saat kita sedang beristirahat di pohon besar tempat garis finish tadi. “hadiah?” Tanya nya dengan mengerutkan alisnya. “iya hadiah karena aku berhasil mengalahkan kakak” ucapku lagi. “hemm dasaar kamu. Ya sudah, mau hadiah apa?” ucapnya sambil mengacak-acak pelan rambutku. “besok malam, kakak harus mengajakku jalan-jalan” ucapku dengan sangat antusias. “besok malam?” tanyanya heran. “iya besok malam. Kenapa memang? Kakak ada acara?” ucapku berbalik Tanya. “hmmm.. tidak kok. Kakak akan melakukan apa saja asal membuat adik yang paling kakak sayang ini bahagia” ucapnya sambil mencubit pelan pipiku. Aku benar-benar bahagia. Kak Bintang memang selalu menuruti kemauanku. Aku memang mempunyai kakak kandung di rumah. Tetapi sayangku ke kak Bintang melebihi rasa sayangku ke kakak kandungku sendiri.

“sudah siang, pulang yuk” ucapnya sambil melihat arah matahari yang sudah mulai terasa panas. “iya kak” jawabku. Tak membutuhkan waktu yang lama, kita pun sampai. Seperti yang sudah ku katakan sebelumnya, rumahku dan Kak Bintang tidak jauh. Mungkin hanya berselang 5 rumah. “kak pulang dulu ya adek sayang” ucapnya saat berada di depan rumahku. “iya kak. Hemm jangan lupa besok malam” ucapku saat mengingatkan janjinya. “iya sayang” jawabnya sambil tersenyum manis. Hem selalu saja begitu. Ya, panggilan sayangnya yang membuat diriku sering salah tingkah ketika berhadapan dengannya. aku sering meyakinkan diriku kalau kata ‘sayang’ yang dia ucapkan itu adalah sayang sebagai adik. Tapi tetap saja hatiku menganggapnya lebih. Ah sudahlah. Aku juga tak mengerti.

Setelah masuk ke dalam rumah, aku pun langsung masuk ke dalam kamarku. Tetapi sebelum itu, kakakku yang bernama Shadam menatap heran wajahku. “kenapa sih kak?” Tanya ku saat melihat Kak Shadam memperhatikanku dengan pandangan aneh. “lho harusnya kakak yang bertanya seperti itu” ucapnya masih dengan tatapan anehnya. “memangnya aku kenapa?” ucapku berbalik Tanya. “pulang bersepeda kok senyum-senyum sendiri?” Tanya kak Shadam. Masa sih aku senyum-senyum sendiri. Aku saja sampai tak menyadari hal itu. “hem.. gak apa-apa kok” ucapku menetralisir perasaanku yang mulai malu. “haha gak apa-apa kok tapi wajah kamu mulai merah gitu” ucap Kak shadam yang membuatku semakin malu. “iihhh Kak sahadam!!!” ucapku sedikit kesal. Aku pun langsung berlari kecil dan segera masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar, aku langsung menghadap cermin untuk memastikan ucapan kak Shadam tadi. “masa sih wajah ku memerah?” gumamku saat melihat wajahku sendiri dalam cermin. Sepertinya memang benar kata kak Shadam. Wajahku terlihat merah. Huhh.. kak Shadam benar-benar membuatku malu.

Untuk melupakan ucapan kak Shadam tadi, lebih baik aku segera mandi. Hem tak membutuhkan waktu yang lama, aku pun keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang lebih stabil dari sebelumnya. Di dalam kamar, aku masih mengingat kejadian saat bersepeda tadi. Tak kusangka, besok aku akan ngedate dengannya. ya meskipun dia menganggap itu hanya jalan-jalan biasa. Walaupun begitu, aku benar-benar merasa senang. karena sudah hampir sebulan ini dia tak pernah mengajak ku jalan-jalan lagi. Hem alasannya sih karena dia sedang sibuk dengan tugas kuliahnya. Tapi kali ini dia tidak bisa menolak. karena saat ini Kak Bintang sedang liburan semester, begitu pun aku.

“Daraa di panggil Bunda” teriak kakak ku dari depan kamarku. “huhh kak Shadam benar-benar tak bisa melihatku bersantai sedikit. Selalu saja menggangguku!” gumamku dengan rasa kesal. Aku pun langsung ke luar kamar untuk menemui Bunda. “kenapa Bun?” Tanya ku. “tolong antar kue ini untuk Tante Kimi” ucap mamahku sambil memberikan kardus yang berisi kue. “kue apa ini Bun?” Tanya ku penasaran. “ini tadi Tante Kimi titip kue di toko kue langganan Bunda” jawab Bundaku. “hmm bisa sekalian lihat Kak Bintang nih” gumamku sambil tersenyum-senyum sendiri. “Dara! kok malah melamun? nanti Tante Kimi nungguin” ucap Bundaku membuyarkan Khayalanku. “eh iya ma” jawabku singkat.

Aku benar-benar antusias mengantar kue ini. ya karena bisa sekalian lihat Kak Bintang. karena Tante Kimi itu adalah mamahnya Kak Bintang. Setelah sampai depan rumahnya, langsung saja aku mengetuk pintunya. Dan ternyata, yang membukakan pintu adalah Kak Bintang. “Dara? Ada apa?” Tanya Kak Bintang saat melihat ku yang tiba-tiba saja datang ke rumahnya. “nih kue titipan Tante Kim” ucapku seraya menyerahkan kue dalam genggamanku. Ya, aku memang sudah terbiasa memanggil Tante Kimi dengan sebutan Tante Kim. “mahh.. Mamah..” teriak Kak Bintang memanggil mamahnya. Tante Kim pun keluar dari dalam rumah dan menemui ku. “eh Dara, ada apa?” Tanya Tante Kim dengan ramahnya. “ini kue titipan tante dari Bunda” ucapku. “oh iya, makasih ya Dar bilang Bunda kamu” jawab Tante Kim sambil tersenyum. “masuk dulu Dara” lanjut Tante Kim menyuruhku masuk. “hem Dara langsung pulang aja Tan” jawabku. “oh ya sudah, tante ke dalam dulu ya” jawab Tante Kim. Sementara itu aku pun memutuskan untuk langsung pulang. Tetapi tiba-tiba Kak Bintang menahan tanganku. Dan itu membuat perasaanku jadi tambah tak karuan. “ada apa kak?” tanyaku seraya membalikan tubuhku. “hati-hati ya” ucap kak Bintang. Entah kenapa kali ini ucapan Kak Bintang sangat lembut dari sebelumnya. Apa benar begitu? Hemm apa hanya perasaanku saja? “iya kak” ucapku sambil tersenyum.

Dalam perjalanan menuju rumah, aku seperti orang gila yang tersenyum-senyum sendiri. Kak Bintang benar-benar telah membuatku gila. Ucapannya yang sangat lembut, ramah dan senyumannya itu lho manisss banget. Tak terasa, kini aku sudah sampai di depan rumah. Dan lagi-lagi di depanku ada Kak Shadam. Pasti dia mau meledekku lagi. “ada apa?” ucapku saat melihat Kak Shadam menatapku heran. “kayanya kamu harus di bawa ke Psikolog deh dek” ucapnya. “maksudnya?” tanyaku tak mengerti. “dari tadi kakak perhatiin kamu itu selalu saja senyum-senyum sendiri. Jangan-jangan kamu gila lagi” ucapnya dengan menahan tawa. “iihhh Kakaaakkk!!!” teriakku sambil terus menerus memukuli badan kak Shadam. Kak Shadam terlihat sangat puas telah mengejekku seperti itu. ya, sangat terlihat sekali dengan bagaimana dia tertawa seperti itu. bayangkan saja, masa adiknya sendiri dibilang orang gila! dengan wajah yang sengaja kutekuk, aku langsung saja masuk ke dalam kamar.

“nyebelinn.. nyebelinn…” gumamku sambil memukul-mukul bantal di hadapanku. Kak Shadam selalu saja mengejekku. Aku ini adiknya apa bukan sih! kenapa Kak Bintang yang selalu membuatku senang bukannya Kak Shadam. Padahal Kak Bintang bukan kakak kandungku. “Daraa..” ucap Kak Shadam dari balik kamarku. Ucapannya kali ini benar-benar berbeda. Ya, sedikit lebih lembut dari biasanya. karena merasa masih kesal, aku tidak menanggapinya. Tapi tiba-tiba saja, kak Shadam langsung masuk ke dalam kamarku. Ya memang sih, kamarku tidak terkunci. “ada apa?” tanyaku ketus. “hemm galak banget sama kakaknya sendiri” ucapnya sambil duduk di sebelahku. “kakak mau Tanya sama kamu” lanjutnya. “Tanya apa?” jawabku dengan wajah yang masih saja ku tekuk. “kamu menyukai Bintang?” tanyanya dengan serius. Kali ini aku hanya bisa diam mendengar pertanyaan Kak Shadam. Aku tak tau kenapa tiba-tiba saja lidahku sulit untuk menjawab pertanyaan dari Kak Shadam. Padahal itu pertanyaan yang seharusnya mudah ku jawab. Selama ini aku kan hanya menganggap Kak Bintang itu sebagai kakak ku. Tapi untuk mengatakan hal itu pada Kak Shadam, sangat sulit sekali. Aku pun menarik nafas panjang untuk sedikit menjernihkan pikiranku dari hal-hal tak mungkin terjadi. “kenapa kakak bertanya seperti itu?” tanyaku. “selama ini kakak sering memperhatikan kamu. Setiap kamu habis bertemu dengan Bintang, selalu saja kamu tersenyum-senyum sendiri ketika pulang. Dan itu sangat tidak terbiasa terjadi” jawabnya. “hem, entahlah. Rasanya mustahil jika aku manyukai Kak Bintang” ucapku menjawab pertanyaan Kak Shadam. Kak Shadam hanya manggut-manggut saja dan tak menjawab sepatah kata pun. Kemudian dia langsung keluar dari kamarku dengan sebuah senyuman yang mencurigakan.

“masa sih aku sering senyum-senyum sendiri? Ah tapi aku tidak merasa seperti itu” gumamku sambil mengingat ucapan Kak Shadam tadi. Ah sudah lah dari pada aku memikirkan ucapannya Kak Shadam mending aku berjalan-jalan keluar rumah.

Ketika lagi asiknya aku berjalan-jalan, tiba-tiba saja aku bertemu dengan Tante Kim. “eh Dara, mau kemana?” sapa Tante Kim padaku. “hem hanya berjalan-jalan saja tante” jawabku dengan sedikit senyuman. “tante sendiri mau kemana?” tanyaku. “ini Dar, Tante mau ke kantor Om Bayu” jawab Tante Kim. Om bayu adalah suami dari Tante Kim yang tak lain adalah Papahnya Kak Bintang. “oh gitu tante” jawabku. “ya sudah, tante duluan ya Dara, hem kalau kamu mau cari Bintang, ada di rumah tuh sendirian” ucap Tante Kim. Aku pun hanya tersenyum menjawabnya.

Ke rumah Kak Bintang? Sebenarnya aku sangat ingin. Tetapi aku tidak mempunyai alasan untuk main ke rumah Kak Bintang. Hemm, sepertinya aku mendapatkan ide sebagai alasan untuk main ke rumah Kak Bintang.

“Selamat Sore..” ucapku saat berada di depan rumah Kak Bintang. Tak butuh waktu yang lama, Kak Bintang pun keluar dari rumahnya. “Dara? Ada apa?” ucapnya saat melihatku di depan rumahnya. “minggu depan aku ulang tahun. Kakak jangan lupa datang ya” ucapku. “hem adik kakak yang satu ini bisa ulang tahun juga ya?” ucapnya dengan meledekku. “iihh kakak” jawabku sedikit menggerutu. “hehe kakak bercanda sayang. Iya kakak pasti datang kok” ucapnya sambil tersenyum manis. “ya harus lah. Kalau kakak gak datang, aku marah!” ucapku mengancam Kak Bintang. Kak Bintang hanya tersenyum mendengar ancamanku. Aku pun ikut dibuat tersenyum olehnya. “masuk dulu Dar” ucap Kak Bintang mempersilahkanku masuk. “nah, ini dia yang ditunggu-tunggu. Akhinya…” ucapku dalam hati. Aku pun langsung masuk ke dalam rumah Kak Bintang. Benar-benar rapi dan bersih. Padahal Kak Bintang tidak memiliki pembantu di rumahnya. Sementara Tante Kim dan Om Bayu sering menghambiskan waktu di luar rumah. Itu berarti yang membereskan rumah adalah Kak Bintang. Hem jadi semakin kagum.

Di dalam rumahnya, aku melihat sebuah piano. Tiba-tiba aku kepikiran sesuatu. “Kak Bintang” panggilku. Kak Bintang menjawabnya hanya dengan sebuah deheman. “mainkan sebuah lagu dengan piano itu dong” lanjutku. Aku rasa, Kak Bintang sedikit kaget mendengar pemintaanku. Tetapi akhirnya… “oke, tapi kamu yang nyanyi ya?” jawabnya. Hem kebetulan suara ku tidak terlalu buruk. Jadi aku menyetujuinya. karena kita sama-sama menyukai penyanyi Michael Jackson, akhirnya kita sepakat untuk memainkan lagu One Day in Your Life.

One day in your life
You’ll member a place
Someone touching your face
You’ll comeback and you’ll look around, you’ll..

One day in your life
You’ll remember the love you found here
You’ll remember me somehow
Tough you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart

You’ll remember one day…

One day in your life
When you find that you’re always waiting
For a love we used to share
Just call my name, and I’ll be there

You’ll remember me somehow
Tough you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day..

One day in your life
When you find that you’re always lonely
For a love we used to share
Just call my name and I’ll be there

“sempurna..” ucap Kak Bintang saat kita menyelesaikan lagu One day in your life dengan mulus. “bisa nih kalau suatu saat kita duet” lanjut Kak Bintang sedikit bergurau. Aku hanya tertawa saat Kak Bintang berkata seperti itu. tetapi aku setuju dengan ucapan Kak Bintang. Aku juga merasa kalau kita berhasil menaklukan Lagu One day in your life ini dengan sempurnya. Mungkin karena kita sama-sama menyukai lagu ini.

“Kak Bintang..” ucapku seketika. “kenapa?” jawabnya. “besok jadi kan?” ucapku lagi. “kemana?” jawabnya yang terilhat bingung. “kakak lupa kalau kakak ada janji dengan ku?” ucapku meningatkan. “janji apa ya?” ucap Kak Bintang yang sepertinya memang lupa. Hem baru kali ini Kak Bintang membuatku kesal! dia benar-benar lupa dengan janjinya. karena kesal, langsung saja aku beranjak keluar dari rumahnya. Tetapi tiba-tiba, Kak Bintang menarik tanganku dan berkata “kakak ingat kok. Mengajak mu jalan-jalan kan besok malam?” ucapnya saat menahan tanganku. Aku pun langsung membalikkan tubuhku dan secara spontan, aku memeluk Kak Bintang. Tetapi ketika ku sadar akan perbuatanku yang memalukan itu, aku langsung saja melepas pelukanku itu. “kenapa dilepas?” ucap Kak Bintang yang sepertinya sedang membuatku semakin malu. “iih kakak” ucapku mendengus. “heheh, dasar lucu sekali adik kakak ini” ucap seketika saat melihat wajahku yang memang terlihat malu. Dia mengacak-acak pelan rambutku. Aku memang selalu dibuat senang oleh Kak Bintang. Tapi terkadang, dia juga selalu membuatku merasa malu. karena sudah larut sore, aku pun memutuskan untuk pulang.

Sesampainya di rumah, aku melihat hanya ada Kak Shadam sedang menonton tv. Dari pada aku di ejeknya lagi, lebih baik aku langsung masuk saja ke kamar. Di dalam kamar, aku masih saja mengingat kejadian tadi di rumah Kak Bintang. Aku merasa sangat bahagia saat di dekatnya. Bernyanyi di iringi oleh Kak Bintang suatu pengalaman yang tak akan kulupakan.

Cerpen Karangan: Risdatul Zulfiah
Facebook: zrisdatul[-at-]yahoo.com
namaku Risdatul Zulfiah. aku kelas 3 di SMK Daarul Uluum Jakarta. nama Facebook ku: zrisdatul[-at-]yahoo.com
dan nama Twitterku : @risda_zulfiah

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta Romantis Cerpen Galau Cerpen Patah Hati

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One Response to “Status Adik Kakak (Part 1)”

  1. Anuri says:

    Cerpennya bagus.. :)

Leave a Reply