Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Pelangi Senja

Matahari mulai turun ke tempat persembunyiannya. Semburat awan oranye pun sudah tampak di pinggiran matahari. Rintik hujan masih terus turun membasahi setiap permukaan bumi. Daun-daun meneteskan air hujan yang tergelincir...

Ikhlas

Terdengar suara tawa, teriakan, bising, gaduh bahkan suara tv yang seolah dibiarkan menyala dengan volume yang besar. Mengganggu tidurku kala itu. Dengan pandangan yang masih kabur dan tubuh yang masih letih ku paksakan diri...

Bintang Harapan

Jiwaku masih menari di tengah indah malam. Anganku menerawang jauh, mendendangkan suara alam. Aku merasakan keindahan ini sangat sempurna. Hampir saja diriku terjatuh. “Mi…” panggil suamiku. “Iya Bi…”...

Tuts (Part 3) dan Coffee Break

Pagi. Hari keenam. Hari ini sepertinya lebih parah dibanding hari kemarin. Cello merasa panas, dan tiba-tiba merasa dingin. Kepalanya terasa begitu sakit. Dadanya terasa sesak, membuatnya agak sulit bernafas. Dan semua tampak...

Siapa Dia Dalam Diam?

Aku masih tertegun di atas ranjang saat suara adzan berkumandang, “Assholatu khorunminannaum..” Sampai diulang kedua kali lafadz itu belum juga bergeming. suara adzan dari speaker Mushola yang hanya berjarak kurang...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply