Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Terlambat Untuk Menerima

Mentari mengintip dengan malu-malu di balik tirai jendela sebuah rumah sederhana. Disertai kokok ayam jantan yang bersahutan. Pagi kembali datang membawa kesejukan khas pegunungan. Tetes embun masih nyaring terdengar disela-sela...

Senyum (Bahkan Pelangi Pun Menangis Part 2)

Orang mungkin beranggapan gua aneh. Mana ada cowok takut hujan? Ya, gua takut hujan, Gua takut hujan, semenjak orang yang gua sayang meninggal tertabrak mobil. Dia sangat suka hujan. Tapi ironisnya, saat hujan lah ajal menjemputnya....

Dan Bila Dia Datang

Panggil saja aku saskya, Sekarang aku sedang memasuki semester enam buat menyelesaikan study akuntansiku di suatu universitas terbuka di kota Yogyakarta. Ceritaku berawal semenjak aku mengenal dirinya tanpa sengaja aku mengenali...

Kiss Rain

Pandanganku menembus jendela. sesosok wajah yang semalam ada dalam mimpiku tiba-tiba muncul. Bayangannya tampak buram. Uap embun semakin menyamarkannya. Aku melongo. sesekali menguap diikuti pertanyaan yang mulai menggelitik...

Surat Untuk Kekasih

Minggu 17.00 Kau tentu masih ingat Putri Angin-angin itu? Gadis kecil dengan pipi chubby, bermata sipit dengan rambut keritingnya yang kerap bilang kalau kau adalah Pangeran kodok yang beruntung mendapatkan cinta Putri angin-angin....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply