Status Adik Kakak (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 18 March 2014

Tak terasa, besok adalah hari ulang tahunku yang ke 17 tahun. Dan liburan sekolah juga hampir selesai. Hem, hari ini aku akan ikut Kak Shadam membeli kue untuk ulang tahunku besok. “Dara, cepet dong !” ucap Kak Shadam dari depan rumah. Aku yang saat itu sedang merapihkan rambutku segera keluar dan berpamitan pada Bunda.

Akhirnya sampai juga di toko kue langganan Bundaku. Hanya aku yang masuk ke dalam toko kue itu. sementara Kak Shadam menunggu di mobil. Semua kuenya terlihat enak dan bagus. Dan akhirnya aku memilih kue Tiramisu. Ya, Tiramisu adalah kue kesukaanku. Tak jarang Bundaku sering membelinya untukku. Setelah mendapatkan kue yang aku inginnkan, sekarang saatnya aku pulang.

Sesampainya di depan komplek, aku bertemu dengan Kak Bintang. Aku teringat akan audisi online sebuah perlombaan nyanyi itu. “Kak Bintang” panggilku dari dalam mobil. Kak Bintang yang saat itu sedang melintas pun langsung berhenti. “eh Dara, kenapa?” tanyanya. “aku mau minta tolong boleh?” ucapku lagi. “tolong apa?” tanyanya. Aku pun keluar dari mobil dan menyuruh Kak Shadam untuk pulang lebih dulu. “hem aku ikut lomba menyanyi. Dan audisinya lewat youtube Kak. Kak mau gak iringin aku nyanyi?” tanyaku dengan perasaan ragu. “hem boleh. Ya sudah ke rumah Kakak aja yuk” ucap Kak Bintang. Huhh.. aku Fikir Kak Bintang akan menolaknya. Kak Bintang memang orang yang baik.

Sesampainya di rumah Kak Bintang, aku langsung mencari referensi lagu untuk nanti di kirim lewat youtube. Tetapi tiba-tiba di otakku terlintas lagu A Thousand Years (Christina Perri). Dan kebetulan, Kak Bintang bisa mengiringinya lewat piano. Sudah siap dengan handycam untuk merekam videoku saat bernyanyi, dan Kak Bintang juga sudah siap dengan piano di hadapannya. Dan siaplah aku untuk bernyanyi.

Heart beats fast
Colors and prom-misses
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall?

But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer

I have died every day waiting for you
Darling don’t be afraid
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away

What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

“benar-benar sempurna” ucap Kak Bintang sambil menepuk kedua tangannya. aku pun hanya tersenyum mendengar pujian dari Kak Bintang. “hem, langsung Kakak kirim ya Videonya ke youtube” ucap Kak Bintang menghampiriku yang sedang duduk di sofa. “iya iya kak” jawabku. Kak Bintang pun langsung membuka Laptopnya dan kemudian mengirim video tadi ke akun youtube audisi perlombaan menyanyi itu.

Hari sudah sore, dan aku memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Tetapi sebelum itu aku mengucapkan terima kasih pada Kak Bintang yang selalu bersedia untuk menolongku.

Sesampainya di rumah, aku langsung langsung masuk ke dalam kamar. Tetapi sebelum itu, Bunda sempat memanggilku. “Dara” ucap Bundaku dari ruang tv. aku pun langsung membalikan tubuhku yang tadi ingin masuk ke dalam kamar. “kenapa Bun?” jawabku sambil menghampiri Bunda. “kamu dari mana?” Tanya Bunda. “hemm aku dari rumah Kak Bintang Bun” jawabku. “ngapain kamu disana?” Tanya Bunda lagi. “duh aku harus jawab apa? Tidak mungkin kalau aku bilang ingin meminta bantuan pada Kak Bintang untuk lomba menyanyi itu” gumam ku dalam hati. “Dar, ditanya Bunda malah melamun” ucap Kak Shadam membuyarkan lamunanku. “eh iya Bun. Aku tadi mengundang Kak Bintang untuk acara ulang tahunku besok” jawabku berbohong. “ohh ya sudah kalau begitu” ucap Bundaku sedikit membuat kegugupanku berkurang. Aku pun langsung kembali menuju kamar.

Di dalam kamar, tiba-tiba aku teringat akan foto ku bersama Kak Bintang saat aku dan dan jalan ke sebuah danau. “I like it when you smile, it’s so cute” ucapku dalam hati sambil tersenyum sendiri. Sepertinya aku benar-benar menyukaimu kak. Tapi bagaimana untuk mengungkapkannya? Apa yang dibilang sama Kak Shadam waktu itu benar. Aku tidak akan tau yang sebenarnya jika aku tidak mencoba. Huuhhh!!! benar-benar membingungkan.

Pagi yang sangat indah ini akan mengawali hari ku yang sangat menyenangkan. karena hari ini aku ulang tahun yang ke 17 tahun. Aku sudah tak sabar menunggu moment itu.

Pesta ulang tahunku akan digelar nanti malam. Dan hari ini aku akan pergi ke sebuah salon untuk mempercantik diri. “Kak Shadam” ucapku saat menghampiri Kak Shadam yang sedang asik menonton tv. “hemmm” jawabnya hanya dengan deheman. “anterin aku ke salon yuk” ucapku memohon. “ke salon? Untuk apa?” tanyanya. “nanti malam kan hari ulang tahunku. Aku ingin sedikit merapihkan penampilanku” jawabku. “duh sama Bunda aja deh” jawabnya. “Bunda lagi sibuk dengan persiapan pestaku nanti malam Kak” ucapku. “duh kamu itu memang adik yang suka merepotkan ya” ucapnya mendengus. Hem meskipun rada menyebalkan, tetapi sebenarnya Kak Shadam adalah Kakak yang baik.

“kakak tunggu mobil aja ya?” ucapnya saat sampai di depan salon langganan ku. “hem iya iya” jawabku. Aku pun langsung masuk ke dalam salon. Setelah beberapa jam aku melakukan perawatan, akhirnya selesai juga.

“Kak Shadam” panggilku dengan mengetuk-ngetuk kaca mobil. Kak Shadam yang saat itu sedang mendengarkan musik pun langsung membuka kunci mobil. “lama deh” keluhnya. “hehe maaf ya kakakku” ucapku sambil tersenyum. “ya udah yuk pulang” ucap Kak Shadam. “yah anterin aku ambil baju dulu yuk kak di Tante Gina” lanjutku. “apa? Haduuhh kalau tau gini, mending kakak gak mau deh tadi” ucapnya. “please kak” ucapku memohon. “iya iya” ucapnya dengan wajah yang sedikit kesal.

Setelah mengambil baju yang ku pesan dari tante Gina, akhirnya barulah aku dan kak Shadam pulang. Ketika hendak masuk ke dalam rumah, aku melihat sepertinya ada tamu di rumah Kak Bintang. Agak sedikit penasaran sih, tapi ya sudahlah mungkin temannya tante Kim.

Moment yang aku tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. saat ini waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Dan acara pesta ulang tahunku pun akan segera dimulai. Teman-teman sekolahku sudah banyak yang datang. Tapi aku tidak mau memulainya sebelum Kak Bintang datang. “dek udah jam 8 nih. Tunggu siapa lagi sih?” Tanya Kak Shadam. “duh bentar lagi kak” jawabku dengan memperhatikan sekeliling. “hem Kak Bintang kemana sih, belum datang juga” ucapku dalam hati.

Aku sudah menunggunya sekitar 15 menit. karena Bunda mendesak ku agar cepat memulai acaranya, akhirnya aku pun menyetujuinya meskipun sedikit kecewa dengan Kak Bintang. “selamat malam semuanya. Selamat datang di pesta ulang tahun Dara Adinda Mutiara yang ke 17 tahun. Untuk memulai pestanya bagaimana kalau diawali dengan meniup lilinnya” ucap seorang pembawa acara. Aku masih berharap kalau Kak Bintang akan segera datang. Ketika aku hedak meniup lilin, tiba-tiba Kak Bintang datang dan senyum padaku. “Kak Bintang” ucapku saat melihat Kak Bintang. “maaf ya kakak telat” ucapnya. “iya gak apa-apa kak” ucapku. karena orang yang aku tunggu-tunggu sudah datang, aku pun langsung meniup lilinnya tanpa rasa ragu dan kecewa.

“Tanjoubi omedetou gozaimasu” ucap Kak Bintang dengan bahasa Jepangnya. “hah? Apa artinya kak?” tanyaku bingung. “hehe, selamat ulang tahun adikku sayang” jawabnya tak lupa dengan senyumannya yang ku suka. “hehe, aku kan gak bisa bahasa Jepang Kak” ucapku juga dengan membalas senyumannya. “nih buat kamu” ucapnya sambil memberika hadiah untukku. “apa ini kak?” tanyaku. “nanti saja dibukanya. Jangan sekarang ya” pintanya.
“hem sebagai acara hiburan, bagaimana kalau yang sedang ulang tahun bernyanyi untuk kita yang hadir disini” ucap pembawa acara tiba-tiba. Aku yang saat itu sedang berbincang dengan Kak Bintang pun kaget mendengarnya. “aduh aku malu nih kak” ucapku. “ayolah kamu kan pintar menyanyi Dar” ucapnya memberiku motivasi. “tapi kakak yang iringin ya?” pintaku. “kakak?” tanyanya heran. “iya kakak” jawabku memohon. “hem baiklah” ucapnya.

Aku dan Kak Bintang pun saat ini berada di atas panggung. Aku bingung harus bernyanyi apa. Dan akhirnya aku memilih lagu ‘Bukan Bintang Biasa’.

Once upon a time ada sebuah bintang
Yang bersinar terang di hatimu
Ku akan datang lagi menjemputmu dengan cinta
Kan kubagikan semua bintangku

Kumiliki bintang, bukan bintang biasa
Ku bisa hapuskan semua dukamu
Ku tak akan menghilang, slalu ada di hatimu
Memberi bintang hanya untuk cinta

Dan yang terbaik selamanya bersama
Akan kubagikan bintangku demi cintamu
And when you keep on believing
Thousand ones can be sees by running
The miracles can do things though can’t do

Kumiliki bintang, bukan bintang biasa
Ku bisa hapuskan semua dukamu
Ku tak akan menghilang, slalu ada di hatimu
Memberi bintang hanya untuk cinta

Dan yang terbaik selamanya bersama
Akan kubagikan bintangku demi cintamu
And when you keep on believing
Thousand ones can be sees by running
The miracles can do things though can do
(Dan yang terbaik selamanya)

Dan yang terbaik selamanya bersama (bersama)
Akan kubagikan bintangku demi cintamu (cintamu)
And when you keep on believing
Thousand ones can be sees by running
The miracles can do things though can’t do
The miracles can do things though can’t do

Semua yang hadir di pesta ku pun bertepuk tangan saat aku dan Kak Bintang selesai meyanyikan Lagu Bukan Bintang Biasa. Kita pun segera turun dari panggung. Tak terasa, kini pesta ulang tahunku sudah selesai. Semua tamu yang hadir juga sudah pulang. Kecuali Kak Bintang. “hem Dar, Kakak Pulang ya. Sudah malam, kamu juga harus lekas tidur” ucapnya. Aku pun mengantarnya sampai depan gerbang rumahku. Dan tiba-tiba, Kak Bintang pengecup keningku dan membelai rambutku dengan sangat lembut. Hari ini benar-benar hari yang membahagiakan untukku.

Keesokan harinya…
Hari ini aku berniat untuk memberikan sepotong kue Tiramisu untuk Kak Bintang. Setelah siap, aku langsung ke rumah Kak Bintang. Tetapi Tiba-tiba, aku melihat dari kejauhan ada seorang wanita asing di rumah Kak Bintang. Dan aku lihat juga, Kak Bintang, Tante Kim, dan Om Bayu sedang merapihkan barang-barangnya. Seperti orang ingin pindahan. Aku pun langsung berlari menghampiri Kak Bintang.

“Kak” ucapku. Kak Bintang yang saat itu sedang berdiri di depan rumahnya pun langsung menoleh dan seketika menghampiriku. “kakak mau pergi?” tanyaku. “hemm, mungkin kakak harus mengatakan ini padamu” ucapnya Kak Bintang. Entah kenapa, aku merasa takut ketika kak Bintang berbicara seperti itu. “kakak harus kembali ke Jepang. Kakak harus melaksanakan Upacara soushiki atas kematian nenek kakak. Dan Soushiki itu upacara pemakaman di Jepang” ucap Kak Bintang. Kaki ku benar-benar lemas dan rasanya tak kuat untuk berdiri. Dadaku terasa sesak mendengar pernyataan itu. “kapan kakak akan balik kesini?” tanyaku dengan menahan air mata. “entahlah. Kakak tidak tau akan hal itu” jawabnya. Tiba-tiba saja, seorang wanita asing yang tadi aku lihat pun menghampiriku dan Kak Bintang. “Shinji” ucap wanita asing itu pada Kak Bintang. Kak Bintang pun menoleh ke arahnya. Mereka pun melakukan percakapan dengan bahasa Jepang yang tidak aku mengerti. Namun kemudian “hajimemashite, watashi wa Aiko desu. Douzo yoroshiku” ucap wanita asing itu padaku. Aku benar-benar tak mengerti apa yang ia bicarakan. Namun, Kak Bintang berusaha menjelaskannya padaku. “ini pacar kakak, namanya Aiko. Dia kemarin datang dari Jepang” ucapnya. “apa? pacar? Jadi selama ini Kak Bintang sudah punya kekasih?” gumamku dalam hati. Dadaku terasa makin sesak saja. Rasanya seperti di iris-iris hati ini. ini memang salahku. Harusnya aku tidak mempunyai perasaan seperti ini pada seseorang yang sudah ku anggap kakak sendiri. Aku memang terlalu berlebihan menganggap semua kebaikan dan perhatian yang Kak Bintang selama ini berikan untukku. “Shinji, cepatlah kita akan segera ke bandara” ucap Tante Kim. “Shinji? Siapa itu Kak?” tanyaku. “Shinji itu nama Jepang kakak. Kakak harus segera pergi” ucapnya. Kali ini air mataku benar-benar sudah menetes. Dan kak Bintang lihat itu. “I want you to stay” ucapku sambil terus menangis. “Wipe your tears and tell yourself that life must go on” ucap Kak Bintang sambil menghapus air mataku yang sudah mulai deras membasahi pipiku. Aku pun langsung memeluknya dan mengatakan “I was begging you, please don’t go”. “kakak harus benar-benar pergi Dar. Ingat kata-kata kakak ya, kejar impian kamu. Jangan biarkan orang lain menghentikan semua imipianmu” ucap Kak Bintang. Kini Kak Bintang telah melepas pelukannya. Kakinya perlahan-lahan menjauh dariku.

“eonjega uliga dashi hamkke hal geosirago midgo” itulah kata-katanya yang masih ku ingat saat 8 bulan yang lalu dia meninggalkanku. Dan berkat kata-kata itu pula, aku saat ini mengikuti kursus Bahasa Jepang. Semua kini tinggal kenangan. Aku tak tau, dia akan kembali lagi atau tidak. Namun satu hal yang belum pernah aku katakan padanya. Ya, tentang perasaanku selama ini. bahwa aku menyukainya. Its like I want you to know but I dont want to tell you.
“I LOVE YOU” Sebenarnya hanya kata itu. aku ingin kau tau itu kak. Tapi biarlah, aku akan membiarkan kata itu dalam hatiku. Biar waktu yang akan menjawab. Apakah kata itu akan musnah dalam hatiku. Atau bahkan tetap tumbuh bersama kenangan yang aku miliki.

You’re here in my heart Kak…

Cerpen Karangan: Risdatul Zulfiah
Facebook: zrisdatul[-at-]yahoo.com
namaku Risdatul Zulfiah. aku kelas 3 di SMK Daarul Uluum Jakarta. nama Facebook ku: zrisdatul[-at-]yahoo.com
dan nama Twitterku : @risda_zulfiah

Cerpen Status Adik Kakak (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


First Love

Oleh:
Dan pada akhirnya pilihan yang memihak untuk menentukan langkah kedepan, aku tak penah mengerti apakah hanya takdir yang bisa mengubah ini menjadi nyata? semua hanyalah bayangan semu di benakku,

Rindu

Oleh:
Aaarrrgg!!! Batinku mendesah merasakan sesuatu yang membuat hatiku serasa sesak. Beberapa hari ini aku selalu dihantui oleh rasa sepi yang seakan-akan menikam hati dan pikiranku. Entah apa yang berkecamuk

Tembok Cinta Nan Megah

Oleh:
Telingaku menangkap hiruk-pikuk yang kemudian memaksa ku untuk membuka mataku lebih lebar lagi. Jiwaku belum terkumpul sepenuhnya. Ragaku belum juga bertenaga. Namun ku paksakan untuk berdiri. Aku berada di

Karma

Oleh:
Lagu di ponsel berbunyi sangat panjang yang menandakan sudah pagi, lalu aku pun bangun dan mematikan Alarm itu. aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah yang jaraknya lumayan jauh dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

6 responses to “Status Adik Kakak (Part 3)”

  1. Jessica Pramesti P says:

    Bagus banget.. Seru ceritanya, juga mengharukan…

  2. Anuri says:

    Dari mulai awal baca Status Adik Kakak (Part 1) sampai (Part 3) ceritanya bagus.. :’)

  3. candra dewi says:

    Dari part 1 ampe 3, ceritanya keren banget kak, like this:-)

  4. yanti says:

    Sedihhhh…
    Pikirnya happy ending…

  5. sindy alifa says:

    keren banget ceritanya ^_^

  6. nur dwi apriliani safitri says:

    The best

    #SELAKAU

Leave a Reply to nur dwi apriliani safitri Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *