Surat Cerita Rinduku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 28 April 2013

Telah begitu lama kamu meninggalkan aku disini sendiri, tak pernahkan terbesit dipikiranmu tentang aku? pernah kah kamu berhenti sejenak dari kegiatanmu untuk memikirkanku? apakah kamu tahu di sini aku merindukanmu, lagi..! Aku masih di sini menunggu dan menanti, entahlah sampai kapan kamu akan mengerti.

“kok bengong non?”
“aku merindukannya lagi!”
“udah lah ga usah di inget, mungkin dia emang ga pantas buat kamu!”
“entahlah, entah sampai kapan aku akan tetap mencintainya”

Dia telah pergi meninggalkanku sejak 2 tahun yang lalu, tapi di hatiku masih tersimpan namanya, sering kali kenangan indah di masa lalu terlihat begitu jelas di depan mata, menari-nari menginginkan kamu kembali. Sering ku titipkan rinduku pada bintang dan angin malam, berharap kamu datang dan merubah segalanya seperti dulu. Menjadikan hari-hari indah yang dulu pernah kita alami bersama terulang lagi.

Aku mencintainya bahkan dengan sangat, hingga sulit bagiku untuk membuka pintu untuk laki-laki lain. Kini entah kamu ada di mana, aku berharap dan berdoa ingatlah aku, ingatlah kenangan indah saat kita lalui bersama. Kebodohan yang pernah kita jalani bersama, saat kita belajar memahami. Tetapi kenapa harus rusak karena sebuah jarak. ataukah di sana telah kau temukan penggantiku?
Jangan, kamu tak perlu mengganti aku dengan yang lain karena aku berjanji aku tak kan kelain hati. Percayalah aku mencintaimu. Dan akan setia kepada mu.
Seandainya kamu tahu sakit rindu yang kutahan untuk bisa melihatmu, mendengar suara manjamu. Aku merindukanmu bahkan sangat, aku merindukanmu! Merindukan saat aku ada di sisimu, saat kita bergandeng tangan melewati taman kota, aku merindukan gelak tawamu yang tak lagi aku miliki.

Telah begitu banyak cerita tentang kita, kenapa mesti rusak dan hilang di telah sebuah perpisahan, begitu indah cerita tentang kita yang kuharapkan itu cerita cinta kita yang akan abadi untuk selamanya. Yang akan di dengar oleh anak cucu kita..
Aku lelah dalam menanti hadirmu kembali, tapi percayalah aku akan tetap begini untuk menanti kamu kembali, ga akan berubah dan ga akan pernah berubah, aku akan tetap menjadi aku, rasa cintaku tak akan usang di telan waktu.

Namun jika di sana kamu telah temukan penggantiku, mengertilah aku ikhlas jika itu membuatmu bahagia dan tetaplah ingat keindahan hari yang pernah kita jalani bersama.

I love whenever you get it, understood … :))
love is yours

Cerpen Karangan: Evi Liuedevir
Facebook: Vie Evi Liuedevir

Cerpen Surat Cerita Rinduku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebelum Kau Pulang

Oleh:
Kau bilang duniaku ada di sana. Di sampingmu. Lalu biarkanlah aku menetap, di tepi. Pusing aku, semakin hari semakin bising. sama seperti hari-hari yang makin padat, kau tenggelam dalam

Aku, Kamu, Kita

Oleh:
Udah hampir 6 jam gua mantengin layar laptop dan gua gak tau mau mulai ngetik dari mana? gua gak tau gua harus mulai dari huruf apa? bahkan sempat beberapa

Biarkan Hati Yang Berbicara

Oleh:
Entah apa yang ada di fikiranku saat ini. Semua terasa aneh dan ada yang tidak beres. Perkenalkan namaku Rifta mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di daerah Semarang. Ada

Gagal Move On

Oleh:
Namaku Delila Pentari, sering dipanggil sama teman-temanku Delila atau Dely. Aku sekarang sekolah di SMA Negeri 1 Tamiang Layang sebagai siswa kelas X3 kelas yang asyik, konyol, seru, dan

Tetap Di Dalam Jiwa

Oleh:
2 tahun lebih aku menjalani asmaraku dengan orang yang sangat aku sayangi kita melalui hari-hari yang indah bahkan aku menjadi tempat bersandar di saat dia terpuruk rapuh. Dia begitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *