Surat Untukmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 7 February 2018

Dear kamu,
Apakah engkau percaya dengan takdir? Kuasa Tuhan yang tidak dapat ditolak oleh seluruh mahluk-Nya? Begitupun dengan aku. Aku tidak menyangka semua ini terjadi kepadaku, saat aku yakini itu semua adalah sebuah petaka untukku ternyata pada waktu yang bersamaan Tuhan mengirimkanmu kepadaku. Engkau hadir dengan segala kesempurnaan yang kau miliki. Awalnya aku merasa kehadiranmu hanya kado kecil dari Tuhan agar aku tak merasa jenuh dengan semua rutinitas yang aku lalui hampir setengah tahun. Sungguh melelahkan.

Bukankah Tuhan telah memberi kabar, bila ada kesedihan di sana juga terdapat kebahagiaan. Yah, engkaulah kebahagiaanku saat itu dan mungkin sampai detik ini.

“Selamat pagi, Nona.” Sapamu.
“Selamat pagi juga.” Balasku.
“Bagaimana kabar Nona pagi ini?”
“Seperti yang kamu lihat.” Sapaanmu saban pagi inilah yang membuat tataan hatiku berubah keseluruhan.

Apakah engkau percaya dengan takdir Tuhan? Dia telah mempertemukan aku dan engkau, membuat benih-benih rasa tumbuh di antara rongga dadaku, lantas menghujam hatiku dengan sebuah perpisahan.

“Hendak ke mana Nona?” tanyamu saat aku berbenah.
“Aku harus pulang.”
“Tak maukah Nona di sini beberapa hari lagi? Menemaniku.”
Aku menggeleng –rasa itu masih tumbuh kecambahnya, aku yakin esok lusa bakal layu dan mati.

“Ayolah, Nona. Aku tidak yakin kita dapat berjumpa lagi. Biar aku lukis semua ini sebentar saja, menambah daftar kegiatanku bersamamu.”
Yah. Kau memaksaku untuk tetap tinggal waktu itu, tapi aku menolak karena aku pikir semua akan kembali seperti semula saat kita tidak lagi bertatap mata. Sayangnya aku keliru, di hari Rabu dua tahun lalu Tuhan mempertemukan aku dan engkau lagi untuk terakhir kalinya sebagai salam perpisahan.

“Ini hari terakhirku, Nona. Semoga Nona bahagia selalu.”
“Semoga engkau juga bahagia selalu.”

Sejak saat itu, dugaan-dugaanku salah. Rasa itu semakin lebat daunnya, semakin subur tumbuhnya, dan sayangnya aku tidak mampu menghentikannya. sehari berusaha tidak memikirkanmu maka seminggu aku berkutat dengan bayanganmu. Satu minggu aku mencoba tidak mencari kabarmu maka satu bulan aku seperti orang gila –merapalkan namamu tanpa henti. Itu aku lakukan sampai dengan hari ini, dua tahun setelah engkau menghilang bak ditelan bumi. Engkau raib begitu saja. Semua tentangmu gelap. Semakin aku mencarimu, jalan yang aku tempuh buntu.

Aku tulis surat ini untuku –di manapun engkau berada- agar engkau mengerti perasaan yang tertinggal. Aku merindukanmu.

Nona.

Cerpen Karangan: Nana Su’ud
Facebook: insyafiana30[-at-]gmail.com

Cerpen Surat Untukmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Rasa Ice Cream

Oleh:
“Datanglah kemari, aku menunggumu disini” Samar-samar kuintip layar handphone yang semalaman kutimbun dalam bantal, kurogoh dalam penat, dalam kantuk yang masih menyisakan mimpi dan kecewa semalam. Kubaca pesanmu sekali

Keraguan

Oleh:
Aku sudah mendapatkan restu dari orangtua Anita. Aku sudah siap menjadi suami. Dulu aku juga sempat ingin mempersunting Diana. Namun aku memutuskan untuk fokus sama Anita. Dan fokus ke

Lautan Biru

Oleh:
Kutatap selembar foto kecil usang yang berada di tanganku. Melihat foto ini seakan aku tidak ingin melepasnya dari tanganku. Sebuah foto enam orang anak remaja perempuan dengan gaya foto

Pahit

Oleh:
Jalan berliku telah ku lalui, namun tak pernah kutemukan sosok lelaki seperti dirimu. Sosok yang membuatku merekah layaknya bunga anggrek yang putih dan terlihat suci. Bukannya aku menyerah. Aku

Bintang Harapanku

Oleh:
Angin malam bertiup perlahan membuat rerumputan dan daun bergoyang dengan sendirinya. Malam yang sejuk ditemani dengan seseorang yang sangat berarti bagiku, bagi hidupku. Ku pandangi lautan angkasa yang terlihat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *