Tabir di Balik Cintaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 December 2013

Malam tampak sunyi, kegelapan menutupi batas cakrawala. Bulan tak menampakkan sinarnya. Bintang-bintang entah kemana rimbannya, yang membuang gelisah seorang gadis mungil. Sesekali terdengar suara katak yang mengiringi hujan yang membasahi bumi. Pagi menjelma, menyingkap kegelapan malam yang menyelimuti para setiap insan. Matahari terbit dari ufuk timur. Bintang-bintang berlarian menyapa hari untuk mengais rizki ilahi. Segenap manusia kembali beraktifitas.

Aku pun bergegas untuk menjalani aktifitas yang sudah biasa ku jalani. Tapi, mengapa saat ini ku tak bisa merasa senyaman biasanya. Entah apa yang ada di pikiranku. Aku merasa tak bisa menerima apa yang seharusnya aku terima di sekolah. Aku pun terkecoh dengan kata-kata indahmu. Senyumanmu yang selalu membayangi hidupku. Aku tak tahu apa yang kurasakan dalam hati ku, saat pertama kali melihatmu. Tapi, saat ku temukan jawaban rasa apakah itu, aku pun tertunduk lesu, sepertinya gak mungkin semua itu terjadi, karena ku tahu semua itu tak akan mungkin bisa terjadi.

Awalnya, semua sahabatku mendukung hubunganku dengannya. Tapi tak tahu mengapa, akhirnya mereka menyuruhku, agar aku melupakannya dan tak lagi memikirkannya. Aku pun sulit untuk membuang semua rasa itu. Rasa yang selalu membelenggu dalam hatiku. Karena rasa itu hanyalah bertepuk sebelah tangan. Kau hanya menganggapku yang tak lebih dari seorang sahabat. Tanpa ku sadari, kau begitu memperhatikanku dengan penuh kasih sayang. Kau pun selalu ada di saat aku membutuhkanmu. Tapi, aku tak ingin berharap lebih darimu. Karena aku tak ingin merasakan luka disini. Luka yang membekas dalam hati ini. Tapi, aku sangat memohon kepadamu. Beri aku waktu untuk mengisi surga hatimu itu. Suara hati yang tak mungkin bisa terpungkiri lagi.

Ku lihat dia sedang bercanda tawa dengan teman-temanya. Ku tunggu, kau tak mengeluarkan sekata pun kepadaku. Rasanya, ku ingin memulainya. Tapi ku tak tahu apa yang harus kutanyakan.
“Hey… Buku matematikamu aku bawa sob!” akhirnya aku bisa memulainya.
“oow… Makanya aku cari-cari kok gak ada. Tahunya kamu bawa… hhmm, kalau begini, aku kan gak bisa ngerjakan tugas…” responnya padaku.
“Lho, ya salahmu sendiri kemarin gak masuk. Syukur-syukur aku masih mau bawain. Kalau gak… Ya gak tahu lagi deh nasibmu sekarang kaya apa.” Sahutku dengan kesal.
“ya… maaf deh! Eh, ngomong-ngomong sekarang tugasmu mana? Aku pinjam donk! Katanya dengan penuh canda.
“hhmm… Tapi yang no. 1 masih belum aku kerjakan. Gak bisa!” keluhku padanya.
“santai aja lagi. Semua itu bukan masalah kok, yang penting kan sudah ada yang selesai. Beres kan? Buat syarat aja lha… hehehe…” candanya sambil duduk di belakangku.
“oow.. kepret Loe!” responku dengan penuh canda.
Selama jam istirahat berlangsung, kita bercanda tawa berdua. Mengerjakan tugas bareng sambil makan kue bareng. Aku pun tak habis pikir. Betapa bersinarnya hati ini.

Bumi terus berputar. Cahaya matahari semakin terlihat lelah. Tapi sentuhan sinarnya pun semakin lembut, menyapa pucuk-pucuk pepohonan. Mengucapkan salam perpisahan.
Aku tak tahu bagaimana aku untuk mengucapkan semua isi hati ini. Aku hanya bias mengucapkannya lewat selembar kertas mungil dan menulisnya dalam status facebook.

“aku tertunduk lesu pada sepertiga malamku. Berniat untuk bersua ilahi. Namun terasa perih, darah merisaukan jiwa. Membuat hati gunda gulana. Di atas sajadah, kurebahkan kepingan jiwa rasa tersibak, meski telah memendamnya. Hanya Allah yang memahami setiap getaran hati ini. Di setiap detak jantung yang senantiasa bertasbih mengagungkan namanya. Sungguh aku menyayangimu sepenuh jiwa. Bukan hanya pandangan surga duniawi. Tapi rasa ini hingga surga ilahi.”

Lagi-lagi aku mengungkapkannya pada kertas mungil itu. Saat ku buka jejaring social yang biasa disebut facebook, kulihat dalam statusnya yang bertuliskan…

“kau hadir kembali dalam hidupku, setelah kau pergi meninggalkanku.
I’M FALIN IN LOVE WITH YOU.”

Betapa tergoresnya hati ini ketika mengetahui status itu. Tapi demi waktu, jika aku bukan pilihan hatimu, ketahuilah aku akan tetap disini untukmu. Jika itu memang terbaik untuk dirimu, izinkan aku untuk mengulang kembali saat indah bersamamu. Saat kita melayang bersama di tempat terindah. Cerita bersamamu akan selalu ku jaga dalam surge hati ini. Ku tahu, semua itu hanya menjadi bayangan semu dalam hidupku. Tapi bagiku, kau tetap satu-satunya yang menjadi terang dalam gelapku. Selamanya…

The End

Cerpen Karangan: Nikmatul Ilmi Annadliroh
Blog: https://nikmatulilmiannadliroh.blogspot.com
Facebook: nie-yha cliq sigit miraldy

Cerpen Tabir di Balik Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Dalam Hati

Oleh:
Daun-daun berterbangan, kicauan burung yang terus tedengar. Tiap kali kurasakan, rasanya sangat nyaman. Namaku Rizki, mulai hari ini aku menduduki kelas 1 sma secara resmi, setelah melewati berbagai kegiatan

Kita

Oleh:
Aku duduk termenung di atas sebuah kursi di teras kamarku. Menatap bintang dan bulan, berharap mereka mengerti perasaanku yang tak menentu. Ya, sangat tak menentu. Beberapa bulan lalu aku

Dimana Kau Buku Matematikaku?

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama UKK. Hari ini adalah pelajaran PAI, B. Indonesia dan TIK. Aku hanya menghapal satu pelajaran dari ketiganya, yaitu PAI. Alasannya karena hanya satu pelajaran

The Crazy Boy (Part 3)

Oleh:
Aku mendengar samar-samar ada orang yang sedang bernyanyi dengan suara pelan, dan… sangat merdu. Rasanya nyaman banget, dan lagunya juga asyik. Oh Tuhan… kucinta dia kusayang dia kurindu dia

Wawan Dan Ririn / 18 Tahun

Oleh:
“Tunggu aku bentar rin” ucap Wawan yang masih sibuk bereskan buku-buku setelah bel pulang berbunyi “iya, buruan ya wan” sahut Ririn yang sudah berdiri di depan pintu kelas “Kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tabir di Balik Cintaku”

  1. afifuddin says:

    gag nyangka temenQ penulis hebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *