Tak Berujung Denganmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 3 December 2016

Sejuk senyap embun pagi menemani hati dalam rindu. Perlahan angin berhembus menerbangkan dedaunan menuju titik perhentian. Seiring dengan itu riuhan kicauan burung mengisi ruang pendengaran. Aku sudah lama menanti setiap pagi. Tidak ada yang berbeda, sunyinya hari-hariku sejak dia pergi. Hitam kelabu rindu menyelimuti kalbu. Aku menunggu untuk dibuai sendu. Kamu yang selalu kunanti tak kunjung kembali.

Tepat 4 tahun 2 bulan kita tidak bertemu, perpisahan jarak antar benua membuatku tak pernah henti mengkhawatirkan keadaanmu. Sudah 4 tahun kan? itu artinya dia pasti akan segera kembali ke Indonesia. Ohh sahabatku, tak sabar lagi aku ingin sekali menatap wajahmu, merangkulmu, bercanda tawa denganmu, dan itu aku tidak sabar untuk membuka kotak kecil dibawah pohon di dekat taman SMA kita. Tapi, aku sedikit ragu dengan sahabatku itu selama 4 tahun dia tidak pernah membalas E-mail dariku. Apakah kuliah di luar negeri itu sulit sekali? sampai dia tak menyempatkan waktu untuk membuka E-mail dariku? Hmmm.

Namaku Risti, hari ini hari pertama aku memulai pekerjaanku sebagai seorang perancang bangunan di sebuah perusahaan ternama. Lulus dengan fresh graduate membuatku mudah mendapatkan pekerjaan. Meskipun aku harus pindah daerah dari kota asalku itu tidak masalah, setidaknya aku bisa sedikit melegakan hati yang terus dibuat rindu akan penantian kembalinya sahabatku itu.

Di hari pertamaku, aku bertemu dengan seseorang yang tidak asing “Risti? sedang apa disini?”, “Eh Mas Rangga, Risti pegawai baru disini Mas, Mas sendiri?” ,”Wahh bagus kalau gitu selamat bergabung ya, Mas sudah bekerja lama disini dan sudah diangkat sebagai ketua tim perancangan, kamu bagian apa Ris?”, Aku tercengang mendengar jawaban Mas Rangga, dulu Mas Rangga ini seniorku di kampus dia juga pernah mengajakku berkencan tapi aku selalu menolak sekarang aku jadi awkward di hadapan Mas Rangga “Eh anu itu, Risti bagian perancangan juga Mas”. “Hahaha bagus ya Ris, ternyata bener kalau jodoh pasti ketemu”, ”Eh maksud Mas Rangga?”, “Enggak Ris, yuk kita ke ruangan”. Tiba di ruangan Mas Rangga memperkenalkan aku di depan semua anggota tim, Mas Rangga terlihat bahagia sekali, apa Mas Rangga masih mempunyai perasaan terhadapku? Oh my God, Why on me???

Jam sudah menunjukkan jam 8 malam kebetulan pekerjaan di kantor kuselesaikan dengan cepat dan aku bisa kembali ke apartmen, jam seginilah aku biasanya mengirim E-mail untuk sahabatku itu. Aku tidak peduli walaupun dia tidak membalas satupun aku tidak pernah lelah untuk terus mengirimkannya sebuah email. Paling tidak ketika dia membuka E-mail nanti dia akan tau bahwa ada seorang wanita yang selalu setia mengirim tanpa mengharapkan balasan. Yaa… sesimple itulah pemikiranku. Kring kriing kring, ohh that’s my phone ringing. “hallo? dengan siapa ini?”, “ini Mas Rangga Ris”, “Ohh Mas Rangga, ada apa?“, Mas Rangga bercerita dia membutuhkan bantuanku untuk bekerjasama menyelesaikan permintaan client yang rumit, aku pikir itu hanya modus Mas Rangga saja. Husshh kenapa jadi negative thinking gini sih, hmm.

Hari demi hari kulalui seperti biasanya mengirim E-mail untuk sahabatku,dan bekerja, tapi ada yang berbeda 12 bulan sudah aku bekerja di perusahaan itu, Mas Rangga selalu mengajakku untuk membantunya dan aku semakin dekat dengan Mas Rangga. Yang dulunya aku tidak pernah menerima ajakan makan malam sekarang hampir setiap malam aku makan bersama Mas Rangga. Mas Rangga selalu memberiku kode-kode alam tapi aku pura-pura gak peka. Gak peka bukan berarti bisa mendengar tapi lebih tepatnya tidak peduli. Mas Rangga baik, tidak ada yang salah dengan Mas Rangga hanya aku saja yang terlalu lama sendiri. Lohh kok hahahaha…

Suatu hari aku dibuat terkejut oleh Mas Rangga, dia berkata akan datang menemui orangtuaku untuk meminta izin. Meminta izin apa? aku sudah mengira dia akan datang untuk melamarku. Tapi bagaimana mungkin, aku masih menanti seseorang yang belum kembali, aku masih tertegun dalam harap akankah dia kembali atau tidak? tidak ada kabar sama sekali. Apakah aku harus menerima Mas Rangga? aku benar-benar dilema. Seperti inikah ujung dari penantianku? yang kunanti tak kembali yang tidak kunanti hadir, bagaimana mungkin aku melepaskan orang yang ingin serius denganku hanya karena seseorang yang 4 tahun kunanti tanpa kabar dan berita apapun. Tapi jujur aku masih sangat berharap untuk dapat bertemu dengannya. Aku ingin sekali mengetahui apakah perasaannya sama dengan perasaanku. Bagaimanapun ujungnya, aku tidak boleh egois aku harus menghargai perasaan Mas Rangga. Jika memang Mas Rangga yang terbaik untukku aku berharap tidak akan bertemu lagi dengan sahabatku itu.

Orangtuaku setuju, semua sudah setuju aku dan Mas Rangga bertunangan. Di hari pertunanganku dengan Mas Rangga, tak sadar aku menjatuhkan gelas dalam genggaman ketika mendengar seseorang berkata melihat Dennis membawa bunga di gerbang. Aku pun berlari tak menghiraukan apapun. Aku tak melihat ada Dennis, dimana Dennis? air mataku menetes. Seseorang yang selama ini kurindukan aku belum melihatnya tapi dia sudah pergi. Mas Rangga datang menghampiriku “saya tidak peduli seberapapun saya mencintai kamu betapa bahagia telah bertunangan denganmu hari ini, jika kamu menangis saya akan menghapus air matamu, carilah dia yang kamu nantikan. Jika kamu tidak menemukannya saya masih ada dan siap menikahi kamu. Cukup melihatmu bahagia tidak menangis itulah cinta saya yang nyata”. Hari itu aku menangis tersedu-sedu dihadapan Mas Rangga.

Keesokan harinya, aku mencari Dennis ke rumahnya tapi tak terlihat seorang pun. Aku mulai bingung harus mencari Dennis, apakah benar Dennis kembali? tapi seharusnya dia memberitahuku lebih awal. Mataku menerawang ke sekeliling rumah Dennis, aku melihat serangkaian bunga tergeletak di balik semak. Aku pun meraihnya ya ini bunga baru, ini artinya Dennis benar-benar kembali. Sejenak terlintas di fikiranku tentang sebuah kotak kecil itu. Aku bergegas menuju taman dekat sekolah. Tepat di bawah pohon yang sudah kami beri tanda aku masih sangat mengingat pohon itu walau tak diberi tanda. Aku melihat-melihat keberadaan Dennis namun tak terlihat juga. Akhirnya aku mendekati pohon itu aku menggali dan mengambil kotak itu, tapi sepertinya Dennis sudah menggali tanah ini, tunggu… Kenapa kotak ini tidak terkunci, Dennis sudah membukanya aku tau karena kunci kotak ini di tangan Dennis. Tidakk!! tidak mungkin, kenapa Dennis mengosongkan kotak ini? dia hanya meninggalkan sebuah kunci. Sia-sia sudah aku tak akan bertemu lagi dengan Dennis.

Tiba-tiba ponselku berbunyi, sebuah E-mail masuk. “Aku tau kamu akan datang mencari kotak itu, aku memang pernah janji ketika kembali akan membuka kotak itu bersamamu. Tapi malam itu aku tidak sabar ingin membaca apa yang kamu tulis, you want to be my wife? aku sudah membalasnya malam itu. Umhh sudahlah, aku tidak mau bertemu denganmu jika kamu masih ingin menjadi istriku, tapi tetaplah menjadi sahabatku selamanya. Aku akan datang di pesta pernikahanmu nanti. Umhh iya kamu tidak perlu khawatir kenapa aku tidak jadi menemuimu kemarin. Karena aku tau kamu sayang aku kan? mau jadi istriku kan? hahahahaha Risti… Risti… I love you my best friend”.

Di hari pernikahanku dengan Mas Rangga, Dennis benar-benar hadir disitulah aku kembali menatap wajahnya untuk yang pertama kali setelah sekian lama tidak bertemu. Dennis tetap menjadi sahabatku dia bersikap nyaman sekali layaknya sahabat. Setelah itu Denis pun kembali ke Berlin untuk melanjutkan studinya, bekerja dan memulai lembaran baru di Berlin. Dan aku juga membuka lembaran baru bersama Mas Rangga.

Dennis sahabatku sejak kecil, dia pangeranku tapi tidak menjadi suamiku, sampai saat ini aku tidak tau apa jawaban Dennis tentang pertanyaanku. Terkadang kita pernah mendengar “jika dia memang terlahir untukmu sejauh apapun kamu melempar dia akan tetap menjadi milikmu”.

Cerpen Karangan: Oka Nadya
Facebook: oka.nadhiiya

Cerpen Tak Berujung Denganmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita

Oleh:
Menjadi seorang yang jutek dan cuek bukan sikap yang disengaja, hanya saja aku ingin menjadi seseorang yang pantang untuk berharap dan memberi harapan. Bukan karena enggan membuka hati namun

Tak Seperti Mimpiku

Oleh:
Di saat ada senja, aku selalu berfikir, mengingatnya, memikirkannya, menghayatinya apa arti tentang cinta entah bagaimana caranya!. Tuhan andaikan dia tau isi hatiku, aku ingin bilang dan berteriak entah

Sampai Menutup Mata

Oleh:
Upacara bendera akan segera dimulai, semua siswa dan sisiwi sudah rapi dengan barisan masing-masing. Saat itu, aku berada di barisan paling belakang, karena aku terlambat. Barisan paling belakang, sehingga

Ketika Cinta Bertanya

Oleh:
Sudah 5 tahun lebih, aku mengagumi gadis itu, gadis yang humoris, selalu ceria, tersenyum, walaupun ketika ia bersedih. Dia sahabatku sejak 5 tahun lalu, namanya cantika ayu pratiwi, sebenaranya

Bukan Harapan Palsu (Part 2)

Oleh:
Pada jam istirahat aku sebenarnya enggan keluar kelas, tapi lulu mengajak ku ke kantin untuk membeli makanan dan kebetulan aku juga lupa membawa bekal ku. Sesampainya disana anak-anak dikantin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *