Terbang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 September 2017

Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi menerima tekanan ini. Ini begitu berat, berat sekali. Bahkan sepertinya aku sudah tidak sanggup menahan beban ini. Semuanya salah. Semua yang aku katakan salah. Semua tindakan yang aku lakukan salah. Dan semua yang ada hubungannya denganku salah. Salah semua dan tidak ada yang benar.

Semua kacau! Kacau semuanya menjadi berantakan. Dan tinggal puing-puing yang ada, dan bahkan itu sudah tak terlihat. HILANG!!! Semuanya telah hilang. Semua lenyap. Kepercayaan, dan semuanya sudah tidak ada. Karena aku! Karena aku yang menyebabkan semua ini, karena ketidaktegasanku, karena kelabilanku, karena memang semua salahku. Semuanya menjadi sangat menyakitkan untuk saat ini.

Tekanan-tekanan yang mereka timbulkan membuat aku merasa terhimpit, bahkan untuk bernapas pun sepertinya aku sudah tidak sanggup. Cobaan apa lagi ini Ya Allah… Aku hanya ingin hidup tenang. Semuanya berjalan dengan lancar. Semuanya ingin baik-baik saja. Tapi aku tahu aku salah, aku salah dan aku tidak bisa melakukan apa-apa, karena aku sudah tidak berdaya. Karena aku terlalu lemah, karena aku yang selalu membuat marah, dan mereka jengkel, mereka membenciku, dan mereka sudah tidak mempercayai aku lagi.

Semuanya menjadi begitu menakutkan bagiku, seperti ini rasanya ketakutan. Bahkan aku hidup sekarang karena bukan pilihanku. Aku dipaksa untuk terus hidup, hidup yang terus ditekan. Kadang aku ingin seperti burung yang terbang bebas di angkasa. Melihat mereka aku ingin melepaskan seluruh bebanku. Membuat nyaman diriku. Tapi kenapa? Kenapa aku tidak bisa… Bahkan keadaanku sekarang tambah buruk. Bahkan jika aku menangis, rasanya air mataku sudah kering. Aku tidak mau menyimpan perasaan seperti ini terus di dalam hati.

Rasa marah, rasa benci, rasa bersalah, rasa cinta dan masih banyak rasa yang ada di hatiku. Kadang aku ingin menolak semua masalah yang ada di hadapanku. Tetapi aku tidak bisa menghindar, karena mereka serta merta menikam aku. Mencekik dan membuat aku tidak bisa bicara. Hanya bisa merintih dalam kesakitan, tanpa bisa berteriak minta tolong. Karena tak ada orang yang ingin menolong. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing.

Hanya Engkau Ya Allah yang dapat membantu hamba. Di dalam kegelapan ini… berikanlah penerangan di jalan yang gelap ini Ya Allah… bahkan jika aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, aku masih punya Engkau kan Ya Allah, Engkau masih mau membantu hambamu yang tak berdaya ini kan Ya Allah… Tolonglah hamba untuk menyelesaikan masalah ini Ya Allah… Orang yang selama ini aku andalkan, aku percaya, dia telah berubah, meskipun tidak sepenuhnya menghianati, tapi tindakannya itu sudah sukses membuat aku semakin merasa bersalah.

Jika sudah seperti ini aku harus bagaimana? Aku harus melakukan apa? Mereka sama sekali tidak menganggapku. Tidak menganggap aku ada, sekalipun aku tepat ada di depannya. Semakin ingin rasanya untuk cepat terbang… bersama burung dan kupu-kupu, mengepakkan sayap untuk meninggalkan keadaan ini… kalau aku seperti ini, apakah aku juga semakin terpuruk.

Cerpen Karangan: Fimv Marlisa
Facebook: Fimv Marlisa
Berlatih menulis cerpen, dan menghasilkan karya yang baik, dan bermanfaat utuk semua orang.

Cerpen Terbang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Indahnya Hanya Sebulan

Oleh:
Di kantor RW yang saat itu disulap menjadi warung kecil. Pak…pik…puk… krek..krek.. Suara meja, kursi yang digusur di lantai hendak dikeluarkan, lengkap dengan peralatan lainnya. “Vi, sapuin tuh ruangan

Pelangi

Oleh:
‘Jangan kembali, jika untuk pergi lagi’ “Cha, ada kabar menarik!” Teriak Debby tepat di telingaku. “Aduuuh, apaan sih Deb. Lama lama aku pergi ke THT nih.” Gerutuku sambil memegangi

Kesialan Adam

Oleh:
Seperti pagi-pagi sebelumnya. Siswa yang sudah dicap nakal ini kembali terlambat masuk sekolah. Siswa itu tak lain adalah Adam. Dia adalah salah satu siswa SMA Tanjung Bakti 01, yang

True Love (Part 1)

Oleh:
Cuaca pagi yang cerah menghiasi taman sekolah SMK itu, terlihat seorang gadis yang tengah membaca buku di Taman sekolah. Gadis itu bernama Rere, tidak jauh dari tempat Rere membaca

Sahabat Pria Bukan Berarti Pacar

Oleh:
“Bukan keluarga, bukan saudara, bukan kekasih. Tidak terlahir dari rahim yang sama, juga tidak memiliki ikatan darah yang sama.” Ryan adalah salah satu nama yang ku kenal sejak 4

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *