Terputus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 27 February 2014

Mengahabiskan waktu dengan hari-hari yang indah itu memang impian semua orang tanpa ada yang membuat sesuatu hal itu menjadi sedia kala, keseharian kita yang mungkin akan menjadi sangat menjengkelkan.
Tapi melihat tawa senyum rasa segala gundah lelah dan gelisah apa ini sihir? entahlah mungkin saja aku memang benar-benar hanya ingin bersamamu selamanya. Tapi? mungkin kah? semoga saja…

Semuanya terlihat baik-baik saja dan sangat keren bagiku bertemu dengannya tanpa aku mengtahuinya sebelumnnya, mengisi kehidupanku agar menambah warna yang lebih indah lagi di keseharianku
“gue seneng bisa ketemu lo hari ini” kata Lester yang akrab di panggil Les
“sama Les..” jawabku dengan sejuta senyuman
“Xi… maaf gue mesti duluan, bye”

Mendengar hal itu aku entah kenapa wajahku langsung berubah tanpa suruhan yang jelas, murung kalau terlihat. Aku hanya menatap kepergian Lester yang berjalan hingga ia berhenti lalu bertemu dengan laki-laki paruh baya, lalu laki-laki itu mememarahi Les! Aku tau sebenarnya laki-laki itu siapa, dia adalah ayahnya Les entah mengapa ayah Les begitu kejam dengannya, Les juga tidak mau mengatakan tentang masalah keluarganya kepada ku, mungkin itu akan menjadi rahasia keluarganya, ya sudahlah sebaiknya aku pulang ke rumah juga menyiapkan hari esok untuk bersekolah dan aktivitas yang akan datang.

Setelah malam itu berlalu aku tidak pernah lagi bertemu dengan Les, rasanya tidak dibayangkan, aku ingin tertawa melihat diriku yang berada seperti ini, ini seperti sinetron murahan di kehidupanku… huft.. ku hembuskan nafasku dengan pelan lalu aku berjalan menuju loker ku di sekolah
Mengingat saat membuka loker dan mendapat coklat kesukaan ku yang selalu ada kata kecil LesLoveXi di pojok kanan coklat dan aku selalu tersenyum bahagia, dan ketika menutup loker itu langsung muncul lah wajah Les.
“Xiaaa…” teriakkan Les yang bergeming di telinga ku
“Xia, lo gak lagi sakit kan?” kata Kara temanku “gue tau lo lagi mikirin siapa? Les kan? sepertinya hubungan kalian begitu rumitnya? apa iya menggantung?” kata Kara lagi
“Gue kangen dia Kar…”
Kara menghembuskan nafas kecil lalu berkata “Coba lupakan dia dan cari cowok yang baru di dunia ini gak Cuma dia kan? dari pada lo kayak orang sinting yang senyum-seyum mulu bayangain mukanya si Lester”
“Emang gue bakal bisa? gini ya Kar, gue suka dia kalau gue mesti cari yang baru memangnya bakalan sama perasaan gue sama yang baru? gue rasa sih enggak, andai aja semua berjalan mulus tanpa kendala ya” jelasku pada Kara
“Terserah lo lah… mau kemana sekarang?” Kata Kara yang kemudian berganti topik
“Cari makan, gue laper hehe”

“KALO KAMU GAK MAU NURUT APA KATA AKU YA UDAH PERGI AJA DARI RUMAH INI” Kata Wiliam pada istrinya, Laura
“MEMANGNYA YANG MEMBELI RUMAH INI SIAPA? SEENAK MU SAJA NGUSIR AKU!” kata Laura
Bla bla bla

Di balik tembok yang berwarna putih gading Les mendengar percakapan orangtuanya, keluarganya akan berantakan dan takkan pernah kembali menjadi yang sempurna aku benci ini, kata Les dalam hati lalu ia dengan niat yang tak tahu dari mana asalnya dia mengambil kunci mobil ayahnya yang tertelak di atas meja dimana tempat Les berdiri sekarang lalu ia akan mengunjungi tempat yang sangat terlarang sekali, bagi kelurganya, Diskotik.

Dengan kecepatan yang sangat tinggi Les mengemudikan mobil dengan laju yang sangat kencang, hingga seperti kilat ia sudah sampai di diskotik tujuannya.

Disana tidak ada siapa-siapa yang dikenal Les, dia anak baik dan sebenarnya tidak mengerti semaunya ini.
Memesan minuman yang berakhohol pada bartander yang siap melayani selama diskotik masih buka.
“apakah anda juga mau coba pil untuk rasa tenang tuan?” kata pelayan itu kepada Les
“Gak makasih, gue cuma butuh minum aja”
1 gelas bir ditengguk…
2 gelas bir ditengguk…
3 gelas bir ditengguk…
Hingga muncullah rasa pusing di kepala Les, masa ia sih baru 3 gelas aja gue udah mabuk? ketauan banget gue gak pernah coba ini? dasar cupunya diri gue kata les memarahi dirinya sendiri di dalam hati

Aku duduk di balkon kamar ku berharap akan ada keajaiban yang akan akan datang menggu keajaiban itu akan datang hingga malam hari sampai aku melihat bintang-bintang yang berlomba untuk memancarkan cahayanya, agar bulan tiak merasa kesepian untuk mencancarkan cahayanya walaupun seluruh dunia tahu, bahwa bulan yang memncarkan cahaya yang lebih terang dibanding bintang

Sekarang dimana kah posisi ku? apakah di bintang atau di bulan? aku merasa posisi ku adalah di bulan karena aku berusaha dengan cahaya melihat keadaan Les dengan sekuat tenaga dari puluah ribu Les yang ada di dunia ini… sudah memasuki bulan pertama aku tidak bertemu dengan Les, ya Tuhan! bagaimana kabar mu sekarang les? kata ku dalam hati. Apa iya aku harus menuruti perkataan Kara untuk menggantikan posisimu di hidupku. Ah… galauan ku ini sudah seperti galauan yang tak ada artinya menggu dan mungkin akan dapat yang baru tapi yang baru gak mungkin sama seperti yang dulu, sepertinya ini sudah sangat biasa sekali

Aku kembali ke tempat tidur lalu tertidur dengan nyenyak berharap Les mengahampiri mimpiku, HAHAHA lucu sekali khyalan ku… ini cintaku sangat menggantung sekali, apa mungkin Les sudah memiliki kekasih yang lain? entahlah begitu banyak pertanyaan yang ada dalam hidupku dan mulai sekarang aku harus benar-benar melupakan Les. Ya! melupakan Lester Charles Kein
Yakin?
Ya?! aku yakin?
Engga aku ragu!
Gak mungkin bisa?

Les adalah cinta pertama ku, saat ini detik ini juga aku butuh masa depan ku, aku ingin melihat bagaimana caranya aku melupaan les atau aku akan bersama dengan les selamanya? aku merasa mengapa hidupku dipenuhi dengan kata Les ya? okay lah hari ini aku buka dengan tidak ada kata Les! Ya..

“sayang ini sarapan mu dan ini bekal mu! dan oh ya tolong berikan ini pada Kara sahabat mu itu ya, mama membuatnya buat dia karena kemarin dia membantu mama membuatkan kue untuk tante Karen, mama sebal sama kamu karena kamu tidak mau membantu mama membuat kue, malah mengurungkan diri di kamar” jelas mama Xia panjang.
“iya ma, aku bakalan kasih, sama maaf soal itu” kata ku ringan
“sebelum kamu minta maaf mama sudah maaf kok”
“baiklah kalau begitu, Xia mau berangkat sekolah dulu dan bye ma!”
“Hati-hati berangkat sekolahnya sayang, mama khawatir pada mu belakangan ini mama sering melihat mu sangat murung kamu gak sakit kan?”
“mana mungkin?! mama kasih aku vitamin sebelum tidur bekal yang sehat untuk aku sekolah dan menyewakan mobil khusus untuk antar-jemput ku ke sekolah! kemungkinan kecil aku akan sakit, tapi aku baik-baik aja kok”
“okay lah peri kecil, sekarang silahkan naik ke mobil antar mu sekolah, supaya gak terlambat”
“bye ma” kata ku melambaikan tangan kepada mama lalu masuk ke mobil dan siap untuk ada di sekolah

Berjalanlah hari aku lagi, ya sekarang tanpa kata Les. Betapa senangnya aku melewatkan dengan baik dan secara perlahan-lahan walaupun tak sepenuhnya untuk melupakan Les, tapi mengubur kenangannya mungkin sudah bisa. Tidak ada coklat di loker, tidak ada teriakan kata nama ku dan lain-lain
Hoam… suara dari uapan mulutku, lelah sekali hari ini saatnya tidur
“XIAAA… XIA!! KELUAR SEKARANG XIA AKU LES… XIA!!!”
Les? apa aku mimpi? dengan mata yang setengah mengantuk aku membuka mata ku dengan perlahan lalu kudengar lagi suara itu
“XIA, KELUAR SEKARANG XIA! LO DENGER SUARA GUE KAN? XIA!!!”
Aku membuka jendela kamar lalu ku melihat benar-benar dengan jelas
“LESTER!!!” kata ku dengan setengah berteriak lalu aku berlari menuruni anak tangga dengan berlari lalu membuka pintu rumah dan tap tap tap… sampailah aku di pelukan Les! aku kangen banget sama dia ya Tuhan! Dia memang cowok brengsek yang pernah kutemui disaat aku sudah lupakannya dia datang dan meneriakan namaku lagi
“Les… lo kemana aja? kenapa gak pernah ada di sekolah? gak ada kabar? gak satu pun yang tau kabar lo gimana! les.. gue kangen banget”
“Xia, maaf yaaa… lo mau lupain gue juga gue ikhlas gue emang gak baik di mata lo, buat hubungan kita jadi aneh! tapi lo mesti tau satu hal gue sayang sama lo sama kayak apa lo sayang sama gue”
“Les…” lalu terbitlah satu ciuman ringan di sela-sela rambutku, Les menciumku
Ya ampun tak sadar kalau aksi aku dengan les ini memang sangat sinetron murahan sekali, tapi ini aku bertemu dengan les setelah berhari-hari hanya menatap bayangannya dan kini ketemu tetapi… lampu-lampu apa ini mobil polisi datang! siapa yang menjadi buronan disini? Les menjadi buronan polisi?
“Les?”
Aku melihat tangan Les di ikat oleh tali besi yang sudah dikunci oleh bapak polisi tua yang berisi lemak itu, tapi Les hanya terseyum pada ku dan dia juga dipaksa berjalan untuk masuk ke dalam mobil polisi itu, hingga sebelum masuk ke dalam mobil mobil aku melihat les mengucapkan “I LOVE YOU”

Hawa dingin malam merasuki tulang-tulang ku, apakah aku harus menangis untuk kehilangan Les kembali? atau ini menandakan akhir dari kisah ku dengan Les? Masa depan ku masih panjang, masih banyak yang harus kulalui jadi SELAMAT TINGGAL LESTER! aku gak akan pernah lupa dan selalu mengenang kamu di hidupku.

Cerpen Karangan: Yenifer Sisilia
Facebook: Yenifer Sisilia

Nama: Yenifer Sisilia
Facebook: Yenifer Sisilia
Twitter: @yenifersisi
email: jenifer.sisilia[-at-]yahoo.com
Senang bisa dibaca cerpen punya saya.. Thank You 🙂

Cerpen Terputus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Datang Terlambat

Oleh:
Pernah nggak kalian ngerasain yang namanya cinta datang terlambat? Kalau aku sih pernah. Begini nih ceritanya. Namaku Rista Puspitasari biasa dipanggil Rista. Aku punya seorang pacar namanya Faris Akbar.

Terluka Akan Cinta

Oleh:
“meskipun aku tak seterang kejora, tetapi aku masih bintangmu yang akan jatuh tepat pada hatimu” Tepat saat matahari mulai mengusap lembut wajahku, aku pun mulai membuka mataku perlahan. Kulihat

Saat Kau Tak Disini

Oleh:
Seperti bintang-bintang Hilang ditelan malam Bagai harus melangkah Tanpa kutahu arah Aku duduk di beranda taman itu, menunggu senja menjemput. Menunggu sesosok lelaki yang aku harapkan. Lelaki yang akhir-akhir

Di Antara Mimpi

Oleh:
Cerita ini menceritakan kisah cinta yang rumit. Kisah cinta di cerita ini ditulis khususnya untuk remaja yang sudah mengenal arti cinta sesungguhnya. Saya menulis cerita ini karena terinspirasi dengan

Cinta Pertamaku Telah Tiada

Oleh:
Hembusan lirih angin ini semakin mengingatkanku tentang kasih sayang Ibu yang kini telah sirna. Dekapan hangat Ibu kini telah menjadi kenangan. Petuah-petuah Ibu kini telah tiada. Ibu bagai boneka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *