Tersenyum Karena Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 5 February 2016

Ketika aku melihat dia aku tersenyum, aku merasakan kebahagiaan sesaat. Ketika aku ingat sama dia, aku tersenyum, hatiku pun bahagia. Ketika aku bermimpi dengan dia aku tersenyum di pagi harinya ya, senyumku ini memang untuk dia. Aku Alfa, sepertinya aku lagi suka sama seseorang, seseorang itu namanya Liha. Dia orangnya lucu, manis, dan cantik juga. Dia adalah adik kelasku.

Karena aku merasa suka sama dia, aku pun mencoba mendekatinya dengan pelan-pelan, aku sering mengikuti dia ke perpustakaan sekolah, aku sering mengikuti dia ketika dia ke mana pun, tanpa dia tahu. Yang jelas aku sering banget memperhatikan dia. Lama-kelamaan aku ingin banget berkenalan dengan dia. Aku lelah, selama ini aku hanya memperhatikan dia tanpa berbicara dan bercanda dengan dia. Akhirnya aku berpikir bagaimana caranya agar aku kenal terus dekat dengan dia. Ide gila pun muncul di benakku. Aku akan pura-pura menabrak dia saat di perpustakaan. Dan akhirnya berhasil, aku akhirnya kenalan sama dia.

Gedubrak. Suara buku jatuh.
“eh maaf-maaf aku lagi buru-buru soalnya” kataku.
“iya nggak apa-apa kok kak,” jawabnya santai.
“sakit nggak kakinya?” tanyaku. “ngga kok ini kan hanya buku kecil” katanya.
“oh. Itu kamu baca buku apa?” aku coba basa-basi.
“ini lagi baca fisika” singkatnya.

“oh ya kita belum kenalan, kenalin aku…”
Liha memotong pembicaraanku, “Kak Alfa kan?”
“ya kok tahu?”
“ya tahulah, kakak kan yang selalu nulis cerpen di mading, aku suka banget loh kak cerpen-cerpen kakak!”
“oh, masa?” Tet… Tet… Tet… Sial.. Pembicaraan aku dengan Liha terpotong oleh bell sekolah.

Aku pun meninggalkan Liha lalu masuk ke kelas. Setelah 2 jam belajar, bel pun berbunyi 4 kali yang menandakan bahwa kita akan pulang. Aku ke luar kelas dengan teman gokilku sebut saja namanya Ozy. Aku melirik ke sana ke mari mencari seseorang yang tadi aku temui di perpus tapi aku tidak menemukannya, sepertinya dia sudah pulang lebih dulu. “nyari siapa bro.. Kok muka lo celingak celinguk mulu?” tanya Ozy. “nggak nyari siapa-siapa, udah yuk pulang.. Capcus.” pungkasku. Aku dan Ozy pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda bmx-ku.

Sesampainya aku di rumah, aku langsung membuka laptopku untuk menulis cerita pendek atau cerpen, aku sangat semangat sekali menulis cerpen ini, karena cerpenku disukai sama orang yang aku sukai. Selesai nulis cerpen, aku membuka firefox mozylla, lalu, aku masuk ke facebook-ku. Aku mencari Liha untuk meminta pertemanan sama dia, tetapi aku tidak menemukan dia di facebook. Huft… Sial.. mungkin dia tidak main facebook tidak seperti anak-anak pada umumnya. Selesai main laptop aku langsung mandi, terus salat dan tidur.

Esok hari di sekolah. Aku merasa duniaku cerah sekali. Aku merasa hidup tanpa beban. Diiringi senyuman aku pun masuk kelas. Di kelas aku pun tidak fokus belajar. Aku senyum-senyum nggak jelas. Yang jelas di pikiranku cuma ada Liha. Tet, tet.. Waktu istirahat sekolah. Dengan keadaan happy aku langsung ke perpustakaan sekolah, berharap bertemu Liha di sana. Dan mungkin kita memang jodoh, Liha sedang duduk manis sambil membaca buku. Aku menghampiri dia.

“boleh duduk di sini nggak?” kataku. “boleh, duduk ajah..” jawab Liha.
“lagi baca apa nih?” tanyau lagi. “ini, lagi baca novel” katanya.
“judulnya apa?” Liha berhenti membaca dan menutup bukunya, “judulnya TERSENYUM KARENA CINTA”
“oh jadi dari kemarin itu kamu baca novel, aku pikir kamu lagi belajar, mana judulnya tentang cinta lagi” sahutku. “haha iya, belajarmah bikin pusing, mending baca novel.” balasnya.

“oh iya, kamu nggak punya facebook ya? Ko aku cari nggak ada?”
“iya. Aku mah bukan anak alay yang setiap hari update status, emangnya kamu, main facebook terus!”
“ya kan kadang ada perlunya juga, misalnya kita bisa tahu kabar temen.”
“iya sih. Kok ngomongin facebook sih?”
“iya, maaf. Terus ngomongin apa dong”
“yaa, tentang novel, cerpen atau cerita lainnya”
“emangnya kamu suka banget ya membaca?”
“iya, suka, aku tuh suka banget membaca cerita”
“kenapa?”
“ya menarik aja, tanpa aku sadari aku masuk ke dalam cerita tersebut”
“oh gitu,”

Selagi berbicara dan bercanda tiba-tiba, Tet tet tet. Sial… Bel sekolah masuk berbunyi lagi. Terhentilah pembicaran aku dan Liha. Singkat cerita. Aku sama Liha setiap hari ketemu di perpus dan aku semakin lama semakin deket sama dia. Hidupku berubah sangat setelah aku kenal sama dia, setiap pagiku aku merasakan semangat sekali bersekolah. Di sekolah juga aku happy banget karena bisa ketemu Liha selalu di perpus. Sebulan berlalu. Tiba-tiba aku tidak menemukan Liha di perpus. Liha tiba-tiba menghilang, aku bertanya kepada Nia salah satu temannya Liha. Dia bilang Liha sudah pindah sekolah ke cianjur desa tempat tinggalnya dulu.

Tiba-tiba aku merasa duniaku berubah seketika. Duniaku berubah menjadi gelap, dan aku sering murung, menyendiri. Yang jelas hidupku seperti kosong tanpa dia. Aku malas sekolah, setiap malam aku hanya bisa melamun, novel yang aku buat di laptop juga aku acak-acak. Sakitlah yang aku rasakan, kenapa saat aku suka dan cinta sama dia, dia malah menghilang. Temanku Ozy berkata, “broo, lo itu harus move on, sampai kapan lo kayak gini, inget broo lo itu harus banggain orangtua lo, lo kan bilang begitu, dulu. Masa gara-gata cinta hidup lo jadi begini, move on bro, move on. Kan masih banyak cewe yang lain.” ya benar kata Ozy, aku harus move on. Aku tidak boleh seperti ini terus.

Satu tahun kemudian. Aku menemukan insan yang benar-benar mirip seperti Liha. Dari mulai cara dia bicara, cara dia memandang, cara dia senyum. Dan aku melihat wajah dia memang hampir sama dengan Liha. Namanya Sandi Aulia, atau biasa dipanggil Lia. Dia kelas 3 SMA juga, tapi aku dan dia berbeda sekolah. Awal pertemuan aku sama Lia. Sabtu adalah hari kebebasan di sekolah, karena dari pagi sampai pulang sekolah tidak ada kegiatan KBM. Kegiatannya cuma olah raga. Saat itu, ada berita kalau sekolahan sebelah ingin datang ke sekolahanku untuk bertanding sepak bola. Nah, semua berawal dari situ. Saat itu ada anak yang memperhatikan aku dari kejauhan. Aku buang muka, karena aku tidak ingin sakit kedua kalinya. Tapi ketika waktu aku selesai main bola, tiba-tiba dia datang dan mengajak kenalan. Dia pura-pura menjatuhkan minuman di hadapanku.

“eh jatuh..” katanya. “nih, biar aku ambilin,” aku mengambilnya.
“iya, makasih ya,” jawabnya. “lain kali megangnya yang kuat, yaa biar nggak jatuh” tambahku.
“iya, tadi aku buru-buru banget, takut teman-teman udah pada balik ke sekolah”
“kamu dari sekolah SMA 07 ya?” tanyaku.
“iya, oh ya, kita belum kenalan. Kenalin namaku…” Aku memotong pembicaraannya. “Sandi Aulia kan?”
“kok tahu?” kagetnya. “tuh lihat di papan nama, kenalin juga, Alfa,” balasku.
“oh Alfa, ya udah ya aku mau ke temen-temenku dulu. Dahh..” pamitnya. “ya, dahh..”

Pulang sekolah aku langsung bercerita di laptopku. Aku baru saja menemukan insan yang hampir sama dengan Liha. Kayaknya aku suka sama dia. Selesai menulis di laptop. Seperti biasa, aku langsung membuka facebook. Dan terlihat 1 permintaan pertemanan, ketika aku membukanya ternyata dia Lia. Aku pun langsung menkonfirmasinya. Dan kebetulan lia sedang online. Aku bicara lewat chat, Semakin lama aku semakin dekat sama Lia, aku juga sering janjian ketemu sama dia setiap malam minggu di pasar. Di pasar kita bercanda, kita bercerita. Yang pasti aku semakin dekat sama dia.

Setahun belalu. Di akhir sekolah ini, aku akan menyatakan rasa cintaku kepada Lia. Malam minggu. seperti biasa. Aku janjian sama dia di pasar malam. Aku mengunci pintu kamar, lalu ke luar lewat jendela. Agar aku tidak kena marah orangtuaku. Di pasar. Sambil makan baso.. Tanpa basa-basi. “Lia, aku suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku?” jelasku. Lia tersenyum manis. “maaf al. Aku nggak bisa…” Sejenak jantungku mesara tidak berdetak. “nggak bisa nolak.” sambungnya.

Yeah.. Aku punya pacar. Lia adalah pacar pertamaku meski dia bukan cinta pertamaku. Aku langsung ceritakan kebahagiaanku ini di proyek bukuku. Aku lulus SMA, dan kuliah bareng Lia di ITB. Setengah tahun aku pacaran. Tiba-tiba Liha datang kembali, Liha datang menghampiri aku di facebook. Dan dia mengajak bertemu di taman. Aku benar-benar dilema. Kenapa dia datang di saat aku sudah lupa sama dia dan di saat aku sudah punya bintang. Aku pun menemui dia di taman.

“Al, maafin aku yaa. Karena aku ninggalin kamu begitu ajah. maaf..”
“kenapa Liha, kenapa. Kamu emang bener-tega. Pada saat itu. Dan kenapa kamu kembali?” Aku bicara dengan nada yang sangat tinggi. “aku terpaksa pergi, karena Ibuku sakit di sana. Aku harus jagain Ibuku.”
“tapi bisa kan? Kabarin aku. Kamu itu pergi dan hilang begitu ajah sesuka kamu. ”
“ya, maaf. Al..” sesalnya.
“Liha asal kamu tahu. Kamu itu pergi saat aku suka sama kamu.”
“ya, sebenarnya aku juga, tapi keadaanlah yang membuat kita terpisah. Aku mau kok jadi pacar kamu.”
“telat, aku udah punya kekasih.” air mata ke luar dari mata indahnya.

“tega, kamu Al. Kamu tahu nggak kamu itu cinta pertamaku? Aku selama 2 tahun menahan perasaan demi kamu. Banyak insan mendekatiku tapi semuanya aku hiraukan. Tapi kenapa kamu malah mencari cinta yang lain saat aku pergi. Kamu tidak mengerti cobaan dalam cinta. Aku kecewa sama kamu..”
“aku memang tidak setia, maafin aku. Karena aku pikir kamu tidak akan kembali lagi, kamu perginya lama banget.. Lii…” Liha pergi dari tempat duduk sambil menangis karena kecewa. “Li… Liha….” teriakku. Galaulah yang aku rasakan. Aku bingung kenapa dia pergi di saat aku suka sama dia, dan kenapa dia datang di saat aku sudah lupa sama dia. Kini perlahan-lahan Liha menghantui pikiranku lagi. Argh.

Cerpen Karangan: Ubay
Blog: ubeddiafakhri.blogspot.com
Facebook: facebook.com/ubed.diafakhri.com
Ingin berkarya untuk negeri tercinta ini.

Cerpen Tersenyum Karena Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Setelah Tujuh Purnama

Oleh:
Di antara tiupan terompet yang saling sahut, di antara aroma jagung bakar yang menggoda, di antara sekumpulan manusia yang tengah suka cita menyambut pergantian tahun, terduduk dengan layu di

Alasan Sederhana

Oleh:
Semua berawal ketika aku diajak untuk menghadiri salah satu acara ulang tahun teman sekalasku, Ika. Aku merasa terkejut ketika Ika mengundangku ke acara ulang tahunnya, bagaimana tidak? Aku dan

Awal yang Indah Akhir yang Indah

Oleh:
Sudah dua jam Shasi memandang langit di musim dingin yang berselimutkan kabut tanpa bergerak sedikit pun. Tanpa disadari air matanya jatuh perlahan mengalir di pipi chubbynya. Seakan-akan kabut itu

Pesan Untuk Dirimu Yang Mungkin Ada

Oleh:
Aku sering memimpikan sebuah mimpi yang sama berulang kali. Namun, ada sebuah mimpi yang terus menggangguku. Aku pernah mengutarakan gejolak aneh yang kurasakan mulai dari mimpi itu sendiri hingga

Break Even

Oleh:
“And when heart breaks no it don’t break even What am i suppose to do when the best part me always you? What am i suppose to say when

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *