Kalimat Mainstream

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil
Lolos moderasi pada: 30 December 2016

Gue bingung dengan kebiasaan aneh dan absurd orang-orang idiot di muka bumi ini, mereka selalu mengatakan apa yang sudah orang lain sering katakan. Atau dalam bahasa thailandnya mainstream. (gue emang enggak terlalu pandai dalam bahasa asing, maaf kalau penulisannya salah).

Kalimat-kalimat mainstream juga menguasai otak gue, dia memulai akusisinya di otak sebelah kiri gue, terus merambat ke pumbuluh darah, dan terakhir menyerang jantung gue. Alhasil, gue mati seketika. (enggak-enggak tadi cuma bo’ongan kok).

Kalimat mainstream juga merambah ke dunia perfilman indonesia. Ralat. Maksud saya di dunia sinetron.

Jadi ceritanya ada seorang dokter yang melakukan operasi kepada seorang pasien, tetapi tuhan berkehendak lain. Sang pasien meninggal saat menjalani operasi tersebut. Setelah berbicara ngalor ngidul dengan perawat, dokter itu pun bakalan keluar dari ruangan itu dan…

“Maaf, apa benar anda keluarganya nyonya hanna?” kata dokter tadi dengan suara yang sedikit serak.
“Iya dok, saya suaminya hanna. Bagaimana keadaan istri saya dok? Apakah dia baik-baik saja?” Kata seorang pemuda yang mengaku suaminya hanna dengan suara yang menggelegar kaya kudanil kehilangan induk babi.
“Saya sebelumnya mau minta maaf dulu. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi tuhan berkehendak lain, istri anda meninggal saat kami mencoba mengangkat penyakit tumor yang sudah lama diderita istri anda”. Kata dokter tadi dengan ekspresi wajah seperti maling kesurupan bulu ketek.
“Gak, gak mungkin istri saya ninggalin saya secepat ini, dokter pasti bercanda kan, iya kan dok”. Kata pemuda tadi sambil setengah berteriak.
“Iya, saya cuma bercanda mas. Istri anda sekarang masih di toilet lagi b*ker. Selamat!!! Anda masuk dalam program siapa bilang dokter enggak bisa bercanda”.
“….” Seketika hening…

Adalagi kalimat mainstream yang selalu ada di sinetron-sinetron indonesia.

Jadi ceritanya ada seseorang yang ingin meracuni si korban. Si pelaku itu bakalan ngasih minuman si korban dengan racun yang sudah disiapkannya. Saat si korban meminum tuh minuman, disitulah kalimat mainstream bakalan keluar.

Si pelaku bakalan teriak dalam hatinya.
“Dia tidak tauuu, minuman itu sudah aku racuni. Setelah dia meninggal akan kurebut suami dan hartanya, hahahaha”. Kepala si pelaku bakalan gerak-gerak enggak jelas kayak kuda kerasukan nenek gayong.
Aneh banget kan orang-orang yang selalu ngucapin kata yang sudah mainstream..

Misalnya kalau pagi hari mereka bakalan ngucapin “selamat pagi” kepada orang-orang ditemuinya. Sekali-kali kek jangan bilang “selamat pagi” atau apalah itu. Jadi setiap ketemu orang loe loe pada ngucapin gini. “Ehh, anjayyy.. utang loe ke gue masih ada seribu dua ratus, jangan kabur ya looo”.

Oke, gue tau kalau ini gak lucu.. jadi cukup sampai disini saja perjumpaan kita kali ini gais.. pesan gue buat kalian-kalian yang sering ngucapin kata-kata mainstream…

Jangan suka nyolong kolor orang yang belum dicuci.. *gak nyambung*.

Cerpen Karangan: Syarif Mahmud
Blog: Ariefedw.wordpress.com
Pengen tahu gue lebih jauh, follow Instagram dan Twitter gue : Arief_Edw

Cerpen Kalimat Mainstream merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Absurd

Oleh:
Cerita Pendek atau cerpen, itulah kata kata yang membuatku pusing belakangan ini. Tugas Bahasa Indonesia yang diberikan Bu Yarmis, yang ngebikin otakku berpikir keras sampai berasap hitam tebal dan

Malam Minggu

Oleh:
Waktu itu, tepatnya pada malam minggu Ajeng dan Alya syafi berencana pergi jalan-jalan. “lay, jalan yuk” ajak alya. Dengan muka sok asik ajeng menjawab “ah sibuk gua, tapi ya

U.S.A

Oleh:
Caping siap, kaca mata hitam, sambal, nasi kucing, sandal jepit warna kuning semua siap!!!, gila, ini mau sekolah, apa sales keliling?, tapi nggak apalah, sebagai calon siswa yang teladan,

Dilarang Mimpi

Oleh:
Suatu hari yang cerah, sangat pas untuk menikmati segelas teh hangat di teras ini, dan sambil membaca koran. ditambah lagi kicauan-kicauan merdu oleh burung-burung pagi saat itu. Suasana yang

Fright Night Kemping

Oleh:
Halo kawan-kawan baruku! Nama gua Mochammad Naufal Hanif Musyaffa. Untuk nama panggilan tinggal sebut saja namaku… “Sebut saja namanya MAWAR!!!” timpal temanku iseng. “Emangnya gua korban pelecehan kayak di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *