Kisah Si Susi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil
Lolos moderasi pada: 26 July 2018

Namanya adalah ShuSie Asuransinem. Biasanya dipanggil Susi. Asal usul nama ShuSie adalah dikarenakan kedua orangtuanya. Sewaktu emaknya hamil, beliau senang sekali menonton konser Vicky Shu. Tak khawatir akan kehamilannya, emak Susi juga ikut melompat-lompat saat menonton konser. Mungkin itu salah satu penyebab wajah Susi agak sedikit tidak beraturan.

Bapak Susi pula suka sekali dengan pemeran wanita dalam film American Sniper, Sienna Miller. Karena sangat suka, bapak Susi pun dulu mencari calon pendamping yang sangat mirip dengan Sienna Miller. Namun, karena tidak juga ketemu, akhirnya beliau dijodohkan oleh orangtuanya dengan emak Susi, yang pada saat itu emak Susi adalah pemilik kedai kopi dengan tahu isi terenak di kampung mereka. Untuk menutupi kesedihannya, bapak Susi pun memberi nama anaknya dengan kutipan 3 huruf dari nama sang idola.

Nama Asuransinem pula dikarenakan dulu sewaktu emak Susi hamil tua, uang asuransi beliau dilarikan oleh agennya. Pada saat itu, emak Susi mengalami tekanan batin yang sangat hebat. Sehingga 6 menit setelah kejadian itu, lahirlah si Susi. Untuk mengenang perihal tersebut, diberilah nama Asuransinem kepada Susi.

Susi adalah anak yang baik dan selalu bersyukur. Jika dilihat dari belakang, orang-orang selalu memuji kecantikan Susi. Namun jika dilihat dari depan, orang-orang akan kaget dan berkata, “Astaghfirullah”. Namun Susi bersyukur akan wajah yang ia miliki. Karena semua orang yang melihat akan beristighfar dan senantiasa mengingat Tuhan mereka.

Sejak lahir sampai sekarang Susi selalu menjomblo. Diusianya yang ke 29 tahun ini, Susi sangat bertekad ingin mencari pendamping hidup. Di suatu malam di hari Sabtu, Susi berdandan selama 6 jam 54 menit 37 detik untuk terlihat cantik di mata para lelaki, walau tetap saja Susi masih tidak terlihat cantik. Ia juga memakai sepatu boots yang biasanya digunahkan bapaknya untuk berjualan kerang dan sepatu itu sangat sesuai dengan betis kekar milik Susi. Setelah semua selesai, Susi meminta diantarkan bapaknya ke taman kota menaiki betor (becak bermotor) untuk menjual kerang.

Sesampainya di taman kota, Susi melihat seorang pria duduk di bangku taman. Gayanya sangat keren, bahkan ia memakai sepatu boots yang sama dengan Susi. Sungguh saat itu Susi sangat terharu. Susi pun mencoba mendekati sang pria sasarannya. “Bang”, katanya. “Godai adek bang”. Si pria hanya melihat Susi dengan sinis. Jantung Susi berdebar kencang. Tatapan itu seakan membuat Susi melayang. “Bang”, kata Susi lagi. “Bapak abang tukang sate, ya?” Si pria mengangguk pelan. “Bapak adek tukang kerang, bang”, sambung Susi. Si pria tak menjawab. Sial! Pikir Susi. Gombalannya kurang jitu. Susi mencoba untuk yang kedua kalinya. “Bang”, kata Susi. Namun, saat Susi ingin melanjutkan gombalan mautnya, datang seorang pria tak kalah keren ke hadapan mereka. Pria itu menatap sinis ke arah si pria incaran Susi. Jantung Susi semakin berdegup kencang.

Ternyata ada dua pria tampan yang memperebutkannya. Namun, saat Susi ingin berkenalan, si pria incaran Susi berdiri sambil berkata kepada si pria yang kedua, “Sayang, aku bisa jelaskan”, ucapnya dengan suara sekseh dan manjah. Ternyata mereka adalah sepasang kekasih. Melihat kejadian itu, hati Susi seakan teriris. Ia merasa rapuh dan tak berdaya. Susi berlari sambil menangis, berharap dikejar oleh si abang dan si abang. Namut sayang, mereka tak mengejar Susi. Tapi Susi pasrah. Ia merelakan abangnya dengan abang yang lain. Ia tak ingin merusak hubungan orang lain. Susi pun kembali pulang ke rumah.

Seminggu setelah kejadian itu, Susi mendapat surat undangan. Ternyata si abang dan si abang akan melaksanakan upacara pernikahan di Amerika. Namun Susi berniat tak datang. Bukan karena ia masih sakit hati atau merasa dendam. Namun karena ia tidak punya uang untuk pergi ke Amerika. Susi pun tetap melanjutkan hidupnya dengan membantu emak dan bapaknya bekerja. Hingga akhirnya Susi pun dijodohkan oleh bapaknya dengan seorang petani buncis agar emak tidak susah membeli buncis unuk membuat tahu isi.

Cerpen Karangan: Jihan Sabrina
Facebook: Jihan Sabrina He

Cerpen Kisah Si Susi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Trip to Rumah Hantu Darmo

Oleh:
Karena gue orangnya suka berpetualang, gue dan geng “ingusan” gue (geng yang terlalu cepat puber) sering pergi ke tempat-tempat yang menantang, kamar mandi cewek misalnya. Hahaha, gue bercanda Hahaha

Cinlok SMP

Oleh:
Nama gue Aska. Gue sekolah di SMA swasta di Jogja. Gue cakep, pinter, cool, dan gue juga jago main futsal. Kata nenek gue sih gitu. Gue mau ngomongin tentang

Dikdok (Langit Tanpa Bintang) Part 2

Oleh:
Keesokan harinya.. Diky yang sedang terguling nyenyak di kasur bermotif Manchester United itu diguncang-guncangkan badannya dengan sadis dan anarkis oleh Nevi. “Apaan sih Nev? Gue lagi mimpi jadi Naruto

Absurdity

Oleh:
Nama gue Abigail. Sebut saja Bi atau Abi atau Abigail. Gue adalah seorang pemimpi yang gak tau kapan harus berhenti bermimpi. Semua orang tau, bumi itu bulat, tidak berujung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *