Lipatan Halilintar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 April 2019

Sebelum aku memikirkan, memutuskan dan memantapkan hati buat fokus nulis, dulu aku punya kegiatan super bareng dua temen ter-super anehnya, saking anehnya mungkin kita bertiga bisa masuk dalam katagori orang-orang aneh sejagat raya, namun kedua teman anehku itu yang setiap saat selalu ada buat aku, dikala duka dan merana, kita sama-sama saling mendukung satu sama lain (Ciee uda kayak pacaran saja, huekksss).

Kebiasaan kami bertiga kalau lagi kumpul bareng meski kami sudah sama-sama dewasa dan pengangguran, yaitu nongkrong di tepi sungai sambil tiduran dan tak lupa ngupil, ngupil sudah menjadi makanan pokok yang wajib dilakukan Akbar, temen paling aneh di antara kita berdua, kayaknya kalau ga ngupil Akbar ga bakalan bisa hidup, mungkin dulu sewaktu di kandungan, orangtua Akbar sering ngupil dan kalau ga ngupil serasa ada yang kurang dalam hidupnya, makanya jadilah Akbar, makhluk yang mungkin memenangkan katagori teraneh sejagat raya, kami tinggal di kampong, jadi sudah biasa nongkrong di tepi sungai, bukan di mall.

Akbar, temen aku yang paling aneh, kulit item, muka jerawatan, dan berminyak dimana-mana memenuhi mukanya yang item-item pahit, kadang disaat tak terduga dan tak diharapkan Akbar melakukan kegiatan istimewa, dia memang berbeda dari aku dan temen aku satu lagi si Rony, di saat kita lagi asyik-asyiknya ngumpul sambil tiduran di atas rumput di tepi sungai, menikmati hembusan angin putting beliung, kegiatan istimewa yang biasa dilakukan Akbar tak lain dan tak bukan dan tak salah lagi adalah ngupil (jorok amat).

“Bar, kamu bisa ga seh berhenti ngupil?” Ucapku
Aku mulai resah lihat Akbar keseringan ngupil dan lempar upilnya kemana-mana, uda kayak ngelempar bom kemana-mana tahu ga, padahal dia lagi tiduran di tengah-tengah antara aku dan Rony di tepi sungai
“Eka, kamu tahu ga, kotoran di dalam tubuh itu harus dikeluarkan, misalnya di perut, sehari kamu diharuskan membuang kotoran di dalam perut minimal sehari sekali, itu penting karena kalau ga dibuang, kamu bakalan sakit perut” Jawab Akbar
Apa yang dikatakan Akbar sudah kayak guru Biologi, sayangnya pas pelajaran Biologi yang Akbar inget cuman tentang kotoran.

“Iya, tapi ga sesering itu juga kali, Bar”
“Kamu Ka, kayak ga ngerti Akbar saja, ngupil itu sudah jadi kebiasaanya, ibarat bernafas, Akbar ga bakalan hidup kalau ga ngupil” Kata Rony sambil cengengesan
“Kalian ga tahu seh, gimana sensasinya ngupil, coba deh kalian sering-sering ngupil dan rasakan sensasinya”
“Ogah, jorok amat kamu Bar” Kata Rony langsung menolak
“Bisa ga kalau kita hentikan pembicaraan yang ga penting dan ga perlu ini” Upcaku yang sudah jijik mendengar obrolan ga penting Akbar yang ngebahas masalah di lubang hidungnya

Setelah perkataanku, kami pun terdiam, menatap langit yang biru pekat dengan awan-awan putih yang kadang membentuk suatu bentuk rupa, bisa berupa bentuk makhluk hidup dan rupa bentuk yang lainnya, tergantung menurut imajinasi kami masing-masing, angin berhembus sedikit lebih kencang dari bisanya, terasa sejuk dan nyaman ketika hembusan angin menerpa seluruh tubuh dan menggoyang-goyangkan dedaunan di ranting pohon, juga rerumput yang kami jadikan alas untuk menelentangkan tubuh, kami terdiam sambil memikirkan masa depan yang belum jelas dan belum tentu bisa kami capai, tapi setidaknya aku dan kedua temanku punya mimpi yang menjadikan kami tetap semangat, meski saat ini kami masih pengangguran dan bekerja hanya demi memenuhi kebutuhan perut yang selalu meronta-ronta minta diisi, seakan-akan kalau tidak diisi, perut akan mengancam kalau ga makan aku akan buat perutmu sakit alias lapar.

Ketika aku lagi asyik-asyiknya mengkhayal tentang apa yang bakalan aku lakuin kalau impianku terwujud, dan Akbar masih melakukan kebiasaanya ngupil, keheningan yang tadinya aku rasakan, menjadi buyar seketika terdengar suara nada handphone ketawanya mbak kuntil “hi hi hi hi”, Rony menggetar-getarkan pinggulnya mengikuti getaran handphone, kemudian Rony mengambil handphone di saku dan melihat pesan masuk sambil senyum-senyum anyep kayak pantat ayam.

Aku menoleh dan memperhatikan Rony di sebelah Akbar yang tersenyum-senyum melototin handphonenya, kemudian aku membuka mulut, dengan polosnya aku bilang.
“Kamu gila, Ron?” Ucapku
“Iya enggak lah”
“Terus ngapain kamu senyam-senyum gitu, kesambet gendoruo bencong apa?”
“Iya enggak lah” Jawab Rony dengan jawaban yang sama dan sambil tersenyum-senyum menjijikkan “Cuman, cewek kenalanku kirim pesan sms” Kata Rony menjelaskan sambil senyum-senyum bikin mual-mual
“Owh, mau jadi korban siapa lagi kamu, Ron?” Ucapku

Kita bertiga memang aneh, tiga cowok single pengangguran, yang kerjanya cuman mondar-mandir kesana-kemari cari tebengan, tiduran di pinggir sungai, sudah kayak tiga idiot pencari zakat, Rony sedikit berbeda, dia punya postur tubuh yang lumayan tinggi 175 cm, dan wajah ganteng rupawan, dengan rambut jambulnya ala david beckham, kulit putih bersih, tak heran kalau di antara aku dan Akbar, Rony yang paling berpengalaman kalau soal pacaran, dia sudah gonta-ganti pacar sejak sekolah dasar, ga kehitung berapa cewek yang sudah pacaran sama Rony dan mutusin Rony, Rony selalu jadi yang diputusin sama pacarnya ketika lagi sayang-sayangnya, ironis memang.

“Iya enggak gitu juga kali, Ka, masa aku yang selalu diputusin mulu, aku percaya yang kali ini bakalan awet”
“Kalau mau awet, kamu kasih formalin, biar awet dan tahan lama” Ucapku
“Emangnya mayat diberi formalin biar awet, doakan aku napa, doakan suapaya aku dapet pacar yang bakalan jadi jodohku nikah entar”
“Ron, kamu kerja aja masih ga jelas, sudah mikirin nikah, kerja dulu gih baru mikirin nikah” Ucapku
“Soal kerjaan bisa diatur, gampang kok itu hehe” Jawab Rony sambil cengengesan

Kemudian Akbar juga ikut berkata “Memangnya kamu kenal dimana sama cewek yang ngirimin kamu sms itu?”
“Enggak tahu, tiba-tiba ada nomor nyasar di panggilan tak terjawab, pas aku telepon balik, ternyata cewek, suaranya bener-bener cakep brow, renyah-renyah gimana gitu, aku yakin dia pastik cantik, suaranya saja merdu banget” Kata Rony menjelaskan
“Kau emang sudah gila Ron, kenalan dan suka sama cewek yang belum kamu lihat wujudnya, jangan-jangan dia sudah punya suami yang ga sengaja nelepon suaminya malah salah mencet nomor”
“Iya enggak mungkin lah salah nomor pas nelepon suaminya, pastinya dia sudah save nomor suaminya kalau dia punya suami, lagian aku sudah nanya kok, katanya dia masih single kayak aku” Kata Rony menjelaskan dengan penuh antusias
Aku memalingkan muka dan mengabaikan kedua temanku, lalu kembali menatap langit biru dan melanjutkan mimpiku yang belum tercapai.

“Cinta ngajak ketumuan neh, di rumahnya besok minggu gimana?”
“Gimana apanya?” Kata Akbar sambil tetap ngupil
“Iya gimana, aku harus jawab apa?, ini pertama kalinya aku bakalan ketemuan sama Cinta”
“Iya terserah kamulah, mau kamu tolak apa kamu terima?” Kata Akbar memberikan pilihan bijak yang mengharuskan Rony untuk memilih
“Iya ga mungkin juga aku tolak kan?”
“Kalau gitu bilang saja iya”
“Oke, aku jawab iya” Kata Rony mengetik pesan singkat kemudian mengirimnya “Terkerim, pokoknya kalian berdua harus ikut aku ke rumah Cinta”
“Apa?” Ucapku sambil pasang muka terkejut ketika di ajak Rony untuk ketemuan sama gebetannya yang belum jelas kayak apa wujudnya
“Kalian berdua ikut aku untuk ketemuan sama Cinta di rumahnya besok minggu” Kata Rony
“Enggak-enggak, kenapa aku harus ikut, aku ga mau jadi obat nyamuk” Ucapku
“Iya enggak lah, kan Akbar juga bakalan ikut, jadi entar kita berpasangan, aku bareng Cinta, kamu sama Akbar”
“Aku sama Akbar, sambil ngupil gitu?, uda kayak duo ngupil, grop itu adanya duo racun, duo anggrek, duo srigala, ini duo ngupil, enggak-enggak, aku ga ikut, mending aku di rumah, ngejakan buku novelku yang belum kelar, aku pengen resmi jadi penulis”
“Jangan gitulah, kita kan teman, sudah lama kita berteman, susah seneng sudah kita nikmati bareng-bareng, masa cuman nemenin aku doank ketemuan sama Cinta, kalian ga ikut, ga friends namanya, mana solidaritas kalian sebagai temen?” Kata Rony
“Kalau aku sih, oke-oke saja” Kata Akbar dengan santainya dan masih saja sibuk dengan kegiatannya sendiri
Atas nama pertemanan yang mengerikan itu, tiga orang aneh sepanjang masa, yang sudah lama berteman, susah senang dirasakan bersama, nganggur juga sama-sama, sebagai teman aku pun mau secara terpaksa ikut Rony ketemuan sama gebetannya yang dia kenal dari nomor telepon nyasar.

Keesokan harinya, di hari minggu, sore itu sesuai janji untuk ketemuan sama gebetan Rony di rumah gebetannya, Aku dan Akbar pun siap dengan penapilan kami yang super duper kece, yang sudah setengah mati aku usahakan tampil dengan penampilan sekeren mungkin, karena mungkin ketika ketemuan sama ceweknya Rony, di rumah tuh cewek ada cewek cantik lainnya yang bisa aku dan Akbar ajak kenalan, itu harapan aku sama Akbar, dua cowok aneh setengah ganteng yang belum pernah mengenyam namanya pacaran.

Di dalam kamar aku berdiri di depan cermin, menatap bayangan diri kemudian tersenyum dan bilang “Gila, ternyata aku ganteng juga ya” Ucapku sambil mengangkat sebelah alis dan tersenyum-senyum menggelikan, kalau saja tuh cermin bisa ngomong, mungkin tuh cermin bakalan meronta-ronta tolong jauhkan muka kamu dari aku, dan langsung muntah di muka aku.

Setelah itu aku beranjak keluar kamar, ketika aku membuka pintu, Rony dan Akbar berdiri di depan pintu kamarku dengan penampilan terbaik mereka, pas aku lihat Rony aku cuman bisa bilang gila keren amat Rony kalau sudah kayak gini, tinggi pula, pas aku lihat Akbar, aku terdiam sebentar dan aku bersyukur karena aku ganteng, seenggaknya aku lebih ganteng dari Akbar.

“Sudah siap?” Kata Rony
“Siap-siap” Jawabku
“Yuk capcus”

Kami pun beranjak pergi dengan mengendarai mobil kaleng milik Rony yang sudah menemani kita bertiga berkeliling kampong dan kemanapun kita pergi, itu mobil pertama yang Rony miliki sebagai hadiah kelulusan SMA dari orangtuanya 6 tahun yang lalu, Rony memang sedikit lebih punya dari pada aku dan Akbar, tapi kami bertiga temenannya awet, karena kami saling melengkapi satu sama lainnya.

Setibanya di rumah gebetan Rony, Rony memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah gebetannya, rumah yang kami datangi lumayan besar, dan bersih, dari penampakan rumahnya saja bagus, dan kayaknya gebetan Rony anak orang kaya, seketika aku yakin gebetan Rony yang di kenalnya dari telepon nyasar, pasti cantik.

Kami bertiga pun turun dari mobil, kemudian berdiri di depan rumah sambil memperhatikan rumah di depan kami yang halamannya dipenuhi dengan bermacam jenis bunga-bunga berwarnah-warnih.
Kemudian terdengar seseorang memanggil dari arah belakang kami, karena tepat di depan rumah itu ada rumah lainnya yang saling berhadapan, kami menoleh ke belakang, kami melihat dan meresapi seorang perempuan berbadan gajah, ralat maksudnya badannya sangat gendut, mengangkat tangan kanannya yang segede gaban dan melambaikan pada kami seraya memanggil.
“Disini, bukan disitu” Katanya
“Alamak, makhluk apaan itu, Ron?, wewegombel?” Kata Akbar yang terkejut melihat makhluk mellar di depan sana

Setelah melihat cewek yang badannya segede gajah, lipetan perutnya kemana-mana, aku sadar ternyata keanehan ngupil yang sering Akbar lakuin, belum seberapa karena belum bisa membuat orang terkejut takluk sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi, alias cuman bisa mangap, bengong kelihatan begonya.

“Aku juga ga tahu, makhluk apaan itu?” Kata Rony
“Ron, mending kita jangan kesana, aku punya firasat buruk” Ucapku
“Kamu ini gimana seh Ka?, katanya mau nemenin aku?”
“Iya, tapi ga sampe bunuh diri kan?, iya kan?”
“Aku ini mau ketemuan sama cewek, bukan mau ajak kalian bunuh diri bareng-bareng”
“Kamu ga lihat, wujudnya kayak apa, cewek segede itu, dilihat dari lubang sedotan tetep saja gede… mungkin sedikit terlihat lebih ramping seh, mending kita kabur saja yuk”
“Setuju, ayo, Ron, di sana angker tempatnya”
“Kalau kita pergi, aku harus ngomong apa?, malu lah, sama saja kita sudah menipu, menipu itu ga baik loh, makanya dengerin ceramahnya pas ustad kalau lagi ceramah, uda yuk, aku yakin dia bukan Cinta, palingan cuman pembantunya” Kata Rony
“Rumah kayak gitu punya pembantu?” Ucapku
“Iya, mungkin saja, siapa yang tahu, yuk berangkat”

Tanpa banyak pikir kami bertiga menuju rumah yang berhadapan dengan rumah yang tadinya kami perhatikan, kami menghampiri cewek gendut yang berdiri di depan teras rumahnya yang agak kotor ga terawat, bunga-bunga di halaman depan pada mati kekeringan mungkin karena shock ngelihat penghuni rumahnya kayak gitu, saking gendut dan menakjubkannya tuh cewek, yang kalau digulingkan di jalanan menurun ga bakalan bisa berhenti berguling-guling menakjubkan.

“Ayo masuk” Kata cewek gendut menyambut kami dengan ramahnya
Kami pun beranjak masuk ke dalam rumah
“Silakan duduk”
“Iya, terima kasih” Kata Rony
“Tunggu sebentar yah, aku mau ambilkan kalian minum, oh ya, yang namanya Rony yang mana?” Tanya cewek gendut berlipat ganda yang berdiri di depan kami bertiga
“Dia” Kataku dan Akbar secara serentak dan kompak menunjuk Rory yang duduk di sebelahku
Rony terdiam sebentar kemudian berkata “Iya, itu saya” Kata Rony mantap mengatakan itu saya disambung dengan senyum tipis di wajah (hueks)
“Emmm, ya udah aku ambilkan minum dulu yah, tunggu sebentar” Kata cewek gendut segede gaban di depan kami

“Bentar, kalau boleh nanya, Cinta nya ada?”
“Ada kok” Kata cewek sambil tersenyum
“Owh, ga sekalian tolong panggilin dia”
“Emm, kamu Rony kan?”
“Iya, aku Rony”
“Hehe, aku yang namanya Cinta”

Dengan seketika aku cuman bisa mangap tak bisa berkata apa-apa lagi, cewek gendut dengan lipatan halilintar di badannya ternyata Cinta, cewek gebetan Rony yang dikenal dari nomor telepon nyasar, yang katanya suaranya renyah-renyah kayak ayam ciken yang dijual di pinggir jalan lima ribuan perpotong, ternyata wujudnya segede itu dengan lipatan halilintar di sekitar perutnya, kalau saja tuh cewek meluk kami bertiga, aku rasa kami bakalan gepeng dengan sekali pelukan, dan keesokan harinya bakalan muncul koran harian yang memberitakan tiga cowok aneh, single pengangguran tewas di pelukan gajah, syukurnya kita ga sampek berpelukan ga kayak di luar negeri sana, yang kebiasaan orangnya sering berpelukan, sungguh mengerikan.

“Yaudah, tunggu sebentar yah, aku ambilkan kalian minum” Kata Cinta dan dia beranjak masuk ke ruangan lain
Kita bertiga cuman bisa diam, satu-satunya pikiran yang kami pikirkan adalah, menyelamatkan nyawa kami dari makhluk segeda gaban itu, tanpa berpikir banyak dan mempedulikan etika sopan santun, kami bertiga buru-buru pergi selagi Cinta sedang mengambil minuman di ruangan lain di dalam rumahnya, kami pun pergi dengan secepat kilat tanpa terlihat.

“Cepat-cepat masuk mobil” Kata Rony terburu-buru
Kami bertiga ketakutan setengah mati
“Ron, cepetan nyalain mesinnya” Ucapku
“Tunggu bentar, kunci, mana kunci?”
“Mana aku tahu, keselip di saku celanamu, coba cek”
“Ron, buruan, keburu keluar makhluknya” Kata Akbar yang sudah mulai resah dan lupa akan upilnya

Rony menyalakan mesin mobil, dan dia segera menancap gas, kami pun segera pergi dari tempat mengerikan itu, selama perjalanan kami bertiga cuman bisa ngakak terbahak-bahak, menertawakan kekonyolan yang telah kita lakukan, ternyata cewek kenalan Rony yang dikenalnya melalui telepon nyasar, lebih mengerikan dan mencengangkan ketimbang upilnya si Akbar, yang sudah sering kami lihat tiap harinya, alhasil kita bertiga lari ngibrit ketakutan, kami lakukan itu untuk menyelamatkan kehidupan kami di masa yang akan datang.

Ga kebayang gimana expresi tu cewek ketika keluar dari ruangannya sambil membawakan minuman untuk kami bertega, dan ternyata kami sudah lenyap dari pandangannya (wush), seharusnya itu cewek mengikat kami dulu sebelum pergi, jadi kami ga bakalan bisa kabur, hayo mau lari kemana hayo?, kami ga peduli, yang penting kami selamat dari makhluk mengerikan itu yang badannya segedeh gaja, sebesar kingkong dengan lipatan halilintar di seluruh perutnya, nama boleh cantik “Cinta”, pas keluar malah gajah, alamak.

Sejak saaat itu aku sadar sekaligus trauma, jangan percaya seseorang dari suaranya saja, pas ada telepon masuk ke handphone, aku selalu waspada, waktu itu ada telepon masuk ke handphoneku, aku angkat, pas aku angkat suara perempuan, lembut banget, dan kayaknya aku kenal sama suaru itu, terdengar familiar di telinga, tapi aku ga percaya, aku harus waspada, aku tanya, siapa ya?. Dia diem ngumpulin cakra, dengan satu hembusan nafasnya, dia jawab bego, ini mama kamu, sudah lupa sama mama kamu?, mau mama kutuk jadi batu?, kayak maling kundang?, mau?, jawaban yang tepat untuk seorang anak yang durhaka yang ga inget sama nyokapnya sendiri, ternyata pas tak lihat di layar handphoneku emang bener itu mama aku.

Mungkin untuk saat ini aku belum jadi apa-apa, hanya bisa bermain dengan teman-temanku, tapi aku tahu betul apa yang perlu aku lakuin untuk masa depanku, yang aku perlukan hanya sebatas berusaha dan berharap, suatu hari nanti aku bisa memenuhi mimpiku.

Cerpen soft komedy
Written by Afan M

Cerpen Karangan: Afan M
Blog: bacaskenario.blogspot.com
add facebookku Afn M di facebook.com/profile.php?id=100009543830746

Cerpen Lipatan Halilintar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Golden Swan

Oleh:
Suara teriakan gadis ini terdengar nyaring beradu dengan petir menyambar memecah hujan. “aarghh! baju seragamku jadi kotor! dasar pengendara mobil tidak tau sopan santun” jeritnya dengan nada penuh kemarahan

Andai Kau Kembali

Oleh:
Pagi yang indah untukku. Hari ini aku melangkahkan kakiku menuju ke sekolahku yang baru. Wahh.. aku merasa bahagia sekali. Setelah menemui kepala sekolah baruku di kantor bersama orangtuaku, aku

I’m Sorry Junior

Oleh:
Brak! Suara pukulan meja mengejutkan siswa seisi kantin. Termasuk dua siswi baru yang duduk di depan meja itu. “Ke… kenapa, Kak?” Tanya siswi itu ragu. “Minggir! Kita mau makan!”

Wanita Dua Dunia

Oleh:
Mentari yang cerah menyambut indahnya hari, membuat diriku bersemangat untuk melakukan aktivitasku untuk berangkat kuliah. Sesampainya aku di tempat kuliah, tiba-tiba ku lihat senyuman datang dari seorang wanita yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *