Nyata Uler Itu Jenius (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 May 2020

Gua bergidik dan berjalan mundur. Gua langsung mengalihkan mata gua ke seisi ruangan dan gua sadari bahwa TV di ruangan ini udah kagak ada lagi. Nice! Gua panik dan langsung ngibrit naik ke lantai dua kembali ke kamar gua. Gua tutup pintu rapat rapat dan langsung ambil hape gua. Siapa yang perlu gua hubungi? Gua gak tau nomor polisi ataupun ambulan. Jangankan tau, kenal aja kagak. Oke, gua telpon uler.

“halo?” suara uler dari seberang membuat gua sedikit melepaskan ketakutan gua. “ler? Alo ler. Alooo? Gawat lerr. Plis tolong gua!!” ucap gua panik. “apaan sih met? Elu masih hidup di sono kan?” yaiyalah gua hidup. Kalo kagak yang telpon elu siapa ulerrrr, batin gua “ler rumah gua.. rumah gua dimaling ler. DIIMALING” ucap gua. “Sumpah luuu?” seketika nada suara uler berubah menjadi serius dan lebih keren, iya keren.
Gua secara singkat menceritakan penemuan gua tentang dua orang yang ada di ruangan musik babe gua. Mulai dari gua kira itu kucing tabrak tiang sampai akhirnya gua mau nelpon polisi tapi gak tau nomornya.

“oke.. yang harus elu lakukan sekarang adalah elu harus kabur dari rumah elu. Bahaya kalau sampai mereka temukan elu” ucap uler serius. “tunggu maksud elu gimana? Kenapa gua harus kabur? Kalau gua ketangkap gimana? Kalau ternyata mereka udah di depan kamar gua gimana? Terus gimana cara mereka masuk rumah gua?” gua langsung menghujani uler dengan pertanyaan yang gak masuk akal buat dicerna. “gak ada waktu buat itu met. Tapi oke gini, gua bocorin analisis gua. Pertama, gua udah tau siapa malingnya. Kedua, mereka masuk disiang bolong jadi kemungkinan untuk membobol jendela itu gak mungkin karena rawan ketahuan, dan ditambah jendela rumah elu itu diteralis jadi kemungkinan adalah mereka itu orang yang tau pasti kunci rumah elu, kapan elu pulang, dan kapan keluarga elu kagak ada di rumah. Ketiga, orang yang bersuara melengking itu menggunakan gas helium untuk mengubah suaranya biar gak ketahuan sama elu, berarti dia adalah orang dekat sama elu dan elu hafal suara dia, makanya biar dia kagak ketahuan sama elu dia rubah suaranya pakai gas helium. terus gua yakin orang yang bersuara berat itu adalah bawahan si suara melengking. Karna selain dia kagak ngerubah suaranya, dia juga sebut si suara melengking itu bos” jelas uler. Gua berdecak kagum antara yakin bahwa ini uler atau seorang detektif. Gua Cuma diam dan mendengarkan ketika uler mempersembahkan hipotesisnya ke gua.

Tiba tiba terdengar suara piano mengalun dari ruang musik sampai ke kamar gua. “ler!” gua makin panik. “bagus.. elu bisa kabur sekarang!” seru uler di seberang. Gua tersentak “gila lu? Ntar gua ketahuan!!!” dengan tenang tapi serius uler menjawab “elu denger baik baik suara piano ini. ada nada yang sumbang di lagu ini, berarti ini suara permainan seseorang dan bukan DVD. orang yang memainkan lagu ini pasti tau banget sesuatu yang berkaitan dengan musik seperti dia tau banget bahwa di rumah ini ada ruang musik dan di dalam ruang musik banyak barang berharga yang bisa diambil. Dia yang memainkan lagu ini adalah dia si melengking yang disebut ‘bos’ yang tau tentang rumah ini” ucap uler panjang lebar. Sumpah gua gak nyangka kalo pendengaran uler bisa sampai seteliti ini dan pemikirannya bisa sampai setajam ini. berani traktir siapapun bakso demi reinkarnasi uler. “jadi selama permainan piano ini masih berjalan, mereka masih ada di ruang musik. Karna gak mungkin si suara berat berani meninggalkan ruang musik tanpa seizin si melengking yang ia panggil bos” lanjut uler lagi. Oke, di detik ini gua bisa percaya semua kata kata uler yang gua anggap masuk akal dan berbobot untuk dicerna. Gua meng-iyakan instruksi strategi kabur uler dan menutup telpon. Gua harus ngumpulin keberanian dan yakin bahwa uler bakal bantu gua manggil polisi. Dan ingetin gua buat minta nomor polisi itu.

Gua mengambil gayung yang ada di wc kamar gua. Cuma ini senjata yang gua punya, dan gua berharap gayung ini bisa punya kemampuan kayak granat. Suara piano masih mengalun dari ruang musik, sebenernya gua gak tau nada mana yang disebut sumbang sama uler. Bagi gua permainan piano ini keren. Lantas, gua memutuskan membuka pintu kamar gua dan nyelinguk ke kanan dan ke kiri. Gua kira sekarang gua di zona aman dan dengan berani gua melangkahkan kaki untuk menuruni tangga ke lantai satu.

Gua mengendap ngendap menuruni satu persatu anak tangga di depan gua dan bawa gayung di tangan gua. Sesuai instruksi uler gua mengunci semua pintu rumah gua dan mengambil kuncinya. Semua jendela di rumah gua emang punya teralis yang udah terkunci bahkan sampai wc dan juga dapur, setelah itu gua kembali ke ruang tengah membawa segayung penuh kunci rumah gua sendiri. Akhirnya gayung gua berfaedah.

Suara piano makin terdengar jelas karena gua sekarang udah didekat ruang musik. Pintu ruang musik masih tertutup dan gua bergegas berlari menuju pintu utama rumah gua. Gua memutar kunci yang ternyata menimbulkan bunyi “CTIK” yang volumenya ngajak berantem. Mampus! Batin gua. Gua mengarahkan mata gua ke pintu ruang musik yang perlahan terbuka. Seorang lelaki yang gua kenal keluar dari ruang musik untuk memastikan suara kunci pintu terbuka yang gua buat tadi. Gua terkejut liat lelaki itu. Jelas itu pak somad. Tetangga gua yang katanya habis kemalingan. Gua tertegun beberapa saat sampai saatnya pak somad teriak ke arah gua dengan suara melengking akibat gas helium “ameet?!!!”. Gua langsung bergegas membuka pintu utama dan keluar rumah gua sendiri. Pemandangan terakhir yang gua liat sebelum menutup pintu gua adalah pak somad yang berlari ke arah gua. “BLAMMM” gua lolos dari tetangga gua sendiri.

Gua perlahan terduduk lemas di depan pintu rumah gua sendiri dan ngerasain punggung gua berdegum karena pintu rumah gua digedor pak somad dari dalam. mampuss. Mau kabur lewat mana lu? Batin gua melirik kunci semua pintu yang gua bawa. “uler, elu jenius” desis gua tulus.

Uler datang tak berapa lama dan membawa polisi ke rumah gua. “masih hidup met? Pak somad gak ngebunuh elu?” tanya uler. Polisi bergegas masuk ke rumah gua dan menangkap pak Somad serta komplotannya keluar dari rumah gua. Pak somad melotot ke arah uler dan disambut dengan senyum remeh uler. Ketika melewati gua pak somad menunduk sok sok imut gitu, geli gua.

“elu tau darimana kalo pak somad yang maling rumah gua?” tanya gua spontan ke uler. “wahaahah. Gua kan murid Holmes.” Jawab uler terkekeh. “jadi yang maling rumah pak somad itu dia sendiri?” tanya gua lagi. “iya. Dia udah jadi maling sekitar 2 bulan yang lalu. Gua ikut ke TKP setiap lokasi kemalingan karna gua berhasil bantu polisi ngebongkar rahasia cara mengubah suara pakai gas helium ke polisi. Gua menemukan beberapa bukti yang merujuk ke pak somad dan mengajukan ke polisi. Yaaa.. elu pasti tau polisi gak mungkin percaya sama gua. Tapi pak Somad mengira posisi dia bakalan terancam gara gara gua. Jadi dia maling rumah dia sendiri buat ciptain alibi, biar gak ada yang curiga sama dia. Kan gak mungkin tersangka maling jadi korban kemalingan kan?” ucap uler simpul. Gua berdecak kagum denger penjelasan amet. Applause buat uler. Good job.

Akhir cerita, gua dan uler bersayonara ke mobil polisi yang membawa pak somad serta rekannya pergi jauh jauh dari rumah gua. Gua ngerangkul uler dan mengajak dia masuk rumah gua, yah seenggaknya gua punya banyak kejadian keren hari ini buat gua tulis di diary gua. Jangan pandang orang yang biasa biasa aja di mata elu rendah. Karena elu gak akan pernah tau kemampuan luar biasa apa yang dia punya. Apalagi mandang orang yang sejenis uler, elu cukup memahami dia daripada menghakimi semaunya. Gua akui dengan resmi ternyata Uler itu jenius.

Cerpen Karangan: Savita Karyatama Apriyani
Blog / Facebook: Savita Karyatama Apriyani
nama pena: Saka Apr
email: sakaapr[-at-]gmail.com
IG: Savitta_Apr

Cerpen Nyata Uler Itu Jenius (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Impian Yang Tertunda

Oleh:
Di suatu desa terdapat seorang remaja perempuan yang sedang menekuni pendidikan di kelas 3 sma. Namanya Nia, dia terlahir dari keluarga yang pas-pasan, tak ada rumah mewah dan tak

Impianku

Oleh:
Hai, namaku Jessica aku sekarang kelas 3 SMA besok hari pertama aku duduk di kelas 3 SMA, tetapi aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan pelan, berfikir apa yang harus

Karena Aku Dia Pergi Darimu

Oleh:
Hari-hari yang dulu kujalani sangat suram, sekarang menjadi cerah karena kehadiran mu. justin, kakak kelas XII dia adalah pria yang memikat hatiku saat pertama aku menginjakkan kaki di SMA

Bidadari Dari Langit

Oleh:
Tom dan Andika sedang duduk di teras rumah kos Andika. Rumah kos Andika berada tepat di seberang rumah Ari, sehingga Tom dan andika dapat melihat aktifitas yang dilakukan di

Apa Ini Mimpi?

Oleh:
Alya berjalan di koridor sekolah yang mulai kosong. Seperti biasa, dia berjalan sendirian tanpa ditemani seseorang. Ya, beginilah nasib orang yang tidak bisa mencari seorang teman, dia hanya bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *