Pahlawan Jonggol Metropolitan

Judul Cerpen Pahlawan Jonggol Metropolitan
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil
Lolos moderasi pada: 29 December 2016

Pada suatu masa, hiduplah seorang anak tunagrahita bernama Joni Wekwew. Selain tunagrahita, Joni juga merupakan seorang anak yatim piatu. Ayahnya Joni meninggal karena ditabrak becak ketika Joni masih dalam kandungan. Sedangkan Ibunya Joni meninggal karena terjebak dalam tawuran anak STM ketika Joni masih berumur 5,023 tahun. Ketika itu, Ibunya Joni sedang berjualan KADAL GORENG di STM XX, tapi naas, peristiwa tawuran antara anak STM XX dengan Geng Motor CHERRYBELL terjadi. Ibunya Joni tewas terkena lemparan BOLA BEKEL dari salah satu anggota Geng Motor CHERRYBELL. Namun karena pelakunya adalah anak dari pejabat, maka dia bebas dari hukuman.

Sejak itu, Joni hidup sebatang kara. Dengan usia yang masih kecil dan tunagrahita, Joni tidak patah arang. Dia tetap bersekolah dan bekerja sebagai Asisten Pedagang SEMUT GORENG yang berdagang di depan Toko HAJI MUHIDIN pada sore hari. Dari hasil bekerja itulah dia mendapatkan uang jajan dan uang untuk membeli buku komik, eh salah, maksudnya buku pelajaran.

Karena kondisi Joni Wekwew yang miskin dan tunagrahita, banyak teman sekolahnya yang sering mengejek dan mem”bully”nya. Mereka selalu mengolok-ngolok Joni dengan sebutan yang menyakitkan hati dan mengasari Joni, mereka juga mengasingkan Joni karena merasa bahwa dia hanyalah anak miskin, idiot dan tidak pantas berteman dengan mereka. Namun, setiap kali mendapat semua perlakuan seperti itu dari teman-temannya, Joni tidak pernah membalas mereka, Joni dengan wajah yang ceria hanya tersenyum terhadap mereka, hingga akhirnya mereka bosan meninggalkan Joni.

Joni mendapat semua ketegaran itu dari Pahlawannya yang sering dia tonton di TV, yaitu Sun Go Kong, si Kera Sakti penakluk negeri kayangan. Dalam Sinetron Kera Sakti kesukaannya, setiap kali tampil, Sun Go Kong akan selalu tersenyum apapun masalah yang menghadang atau siapapun musuh yang menerjang. Joni ingat betul kutipan dari Sun Go Kong yang menjadi motto dalam hidupnya, yaitu:
“Tersenyumlah bahkan ketika seluruh dunia menentangmu, karena dengan tersenyum, jiwamu akan merasa bahagia!”.
Oleh karena itu Joni Wekwew selalu tersenyum meski sering diperlakukan kasar oleh teman-temannya.

Suatu hari, ketika sedang menyusuri jalanan Kota Jonggol Metropolitan, Joni bertemu dengan GERANDONG dan teman-temannya, mereka semua adalah teman sekolah Joni yang sering mem”bully” dirinya. Rupanya Gerandong cs sedang menyiksa seekor burung kecil malang yang mereka beli dari tukang burung. Melihat burung malang tersebut, tanpa sadar muncul keberanian dalam diri Joni, akhirnya dia tidak tahan lagi dan menyerang Gerandong cs untuk menyelamatkan burung tersebut. Namun berbeda dengan adegan di film NARUTO atau POWER RANGER dimana orang baik selalu menang, dalam kehidupan nyata, Joni babak belur tak berdaya melawan Gerandong cs. Tapi Joni Wekwew tetap tersenyum meski dalam kondisi babak belur, itu karena dia berhasil menyelamatkan burung kecil tersebut. Dia pun dengan segera melepaskan sang burung ke alam bebas sembari tersenyum dan berkata
“Oh, buruuung, nyanyikanlah! katakan pada Sun Go Kong Aku rindu!”.

Setelah berobat ke Tabib Song Feng untuk menyembuhkan luka-lukanya, Joni bergegas pulang ke rumah kumuh peninggalan orangtuanya. Kemudian Joni membaringkan badannya di kasur untuk beristirahat. Tak lama kemudian, Dia dibangunkan oleh getaran yang cukup kencang menggoyangkan rumahnya. Joni bergegas bangun dan bersembunyi di bawah ranjang reyotnya untuk berlindung dari rumahnya yang mungkin runtuh karena gempa, tapi itu tidak terjadi. Namun, Joni mendengar suara yang sangat keras memanggil namanya. Dia pun segera keluar dari bawah ranjang reyotnya dan mencari sumber suara tersebut. Dan betapa kaget Joni dibuatnya, dia mendapati seekor kera besar sedang berdiri tegak di hadapannya. Dengan ketakutan Joni berkata kepada Kera tersebut.
“Tolong jangan jadikan saya tumbal Mbah, saya cuma anak miskin yang tidak tahu apa-apa!” ucap Joni dengan nada ketakutan.
“Kurang asin, kamu pikir saya ini Jin Pesugihan? saya adalah Sun Go Kong, Kera Sakti penakluk kayangan!” ucap sang Kera.
“Benarkah, tapi bagaimana bisa Mbah Sun Go Kong datang kemari? dan ada perlu apa datang kemari?” tanya Joni dengan raut muka penasaran.
“Jangan panggil Mbah, panggil saja Mas! Saya diberi tahu oleh burung kecil yang kamu selamatkan, bahwa kamu ingin ketemu dengan saya, burung itu adalah anak buah saya, jadi sebagai imbalan, kamu akan saya beri apapun yang kamu mau!” ucap Sun Go Kong.
“Baiklah Mas Sun Go Kong! Saya ingin mendapatkan teman seperti DORAEMON yang bisa memberikan apa saja!” ucap Joni.
“Kamu pikir saya Jin Botol, bisa menghidupkan DORAEMON! lagipula Doraemon itu cuma kartun, bukan kenyataan, permintaan itu tidak bisa saya kabulkan!” jawab Sun Go Kong dengan raut wajah ceria, eh salah, marah maksudnya.
“Oh gitu, baiklah! Saya minta supaya punya kekuatan yang sama dengan Mas Sun Go Kong, supaya saya bisa jadi Pahlawan Pembela Kebenaran, dan supaya orang-orang tidak lagi memperlakukan saya dengan buruk!” ucap Joni.
“Baiklah, kamu minum bulu milikku ini! Maka kamu akan memiliki kekuatan yang sama dengan saya!” ucap Sun Go Kong.
“Benarkah, terima kasih Mas Sun Go Kong!” ucap Joni.
“Sama-sama! Kalau begitu saya pergi dulu, mau Dugem di Kemang! Adios Amigos!” ucap Sun Go Kong sambil berlalu pergi menaiki angkot yang diparkir di depan rumah Joni.

Setelah mendapat bulu tersebut, Joni langsung meminumnya dengan minuman berenergi EXTRA BROT. Dan benar ternyata, setelah meminumnya, perut Joni mules-mules, eh salah, maksudnya tubuh Joni langsung menjadi kuat perkasa seperti kera sakti.

Setelah mendapat kekuatan dari Kera Sakti, Joni pun melatih kekuatannya, dia sering berlatih Senam POCO-POCO untuk melatih kekuatan kakinya, dia juga berlatih DEBUS untuk melatih fisiknya. Selain itu, Dia juga sering bermain ULAR TANGGA dan KARAMBOL untuk melatih konsentrasinya. Semua latihan itu adalah agar dia bisa menggunakan kekuatannya secara optimal.

Pada suatu hari, ketika Joni Wekwek sedang berjalan menuju tempat kerjanya di depan toko Haji Muhidin. Tiba-tiba, dia melihat Gerandong cs. yang biasa mem”bully” nya sedang diganggu oleh sekumpulan anak Geng Motor CHERRYBELL, mereka juga memintai uang kepada Gerandong cs. dan mengancam akan berbuat kasar bila tidak memberikan mereka uang. Gerandong yang ketakutan nampak gemetar dan wajahnya seperti menahan tangis. Melihat Gerandong cs. ketakutan malah membuat anggota Geng Motor tersebut makin senang, mereka pun semakin kasar kepada Gerandong dan teman-temannya, seperti memukul kepala mereka, menendang pantat dan menampar wajah mereka.
Melihat Gerandong cs. diperlakukan seperti itu, sekilas Joni merasa puas melihatnya. Terbersit dalam benaknya ketika mereka memperlakukan Joni dengan buruk, mengasari dan mem”bully”nya. Joni merasa rasa sakit hatinya selama ini telah terbalaskan oleh geng motor tersebut.
Tapi, entah kenapa muncul juga rasa iba kepada Gerandong dan kawan-kawannya. Kemudian Joni teringat sesuatu, dia teringat kembali ketika dia diberitahu bahwa Ibunya tewas oleh Geng Motor Cherrybell. Rasa amarah yang tak terbendung memuncah dalam hati Joni, terhadap Geng Motor Cherrybell yang telah merenggut nyawa Ibunya, sehingga membuat Joni menjadi seorang Yatim Piatu.

Tanpa berpikir panjang, Joni menerjang kumpulan anggota Geng Motor tersebut dan menyelamatkan Gerandong dan teman-temannya. Berkat kekuatan yang diberikan Sun Go Kong, Joni mampu menghajar semua anggota Geng Motor tersebut hingga jatuh tak berdaya.

Melihat Joni yang sering mereka “bully” menyelamatkannya, Gerandong cs. meminta maaf kepada Joni karena telah memperlakukan dia dengan tidak baik selama ini. Joni Wekwew yang berhati lembut tidak marah kepada Gerandong cs., dengan tersenyum dia menerima uluran tangan dari Gerandong. Sejak saat itu, Joni dikenal dengan sebutan Pahlawan Jonggol Metropolitan.

Cerpen Karangan: Algi Azhari
Facebook: facebook.com/algi.azhari
Blog: algigemini.blogspot.com
Hanya orang yang pernah jatuh kedalam jurang terdalam, yang bisa menghargai indahnya berada di puncak gunung tertinggi…

Cerita Pahlawan Jonggol Metropolitan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Over Stupid (Part 2)

Oleh:
Akhirnya ketiga lagu tersebut mampu kita garap. Walaupun dengan versi agak mellow, tetapi gue dan Satrio mencoba bersikap dewasa dengan tetap semangat bawainnya. Cuma Wawan yang kayaknya kurang terima

Hari Paling Gokil

Oleh:
Apa kalian tahu siapa namaku? Coba tebak!, hmmm… hayo siapa?, (sambil garuk-garuk kepala), yang pasti namaku bukan Sarijem, bukan pula Marsinah atau Markonah, tapi namaku Mawar Aurella. Biasa dipanggil

Musuh Bebuyutan Si Kancil

Oleh:
Di suatu siang yang terik, ada seekor kancil yang sedang menyelinap ke kebun pak tani. Ketika si Kancil menyelinap semakin dalam ke kebun, ia menemukan sebuah wortel raksasa (mungkin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *