Si Sempe

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 November 2017

Kalau biasanya anak cowok susah baget deket sama bokapnya… beda dengan keadaan gue dan kakak-kakak gue ke bokap. Kita justru deket banget sama ayah. Mungkin karena dia orangnya super cool dan asik abis. Tapi kebalikan, kalau soal nyokap cowok biasanya akrab minta ampun. Lah gue sama kakak-kakak gue, yang ada ribut mulu sama nyokap kalau lagi di rumah. Padahal cuma soal sepatu yang lupa disusun di rak. Begitulah, Keluarga Rivanto.

Nama gue Sempe. Dari nama aja udah abnormal, benar-benar mencerminkan sosok Sempe yang absurd tingkat langit ke lima. Sebenarnya nama panjang gue Gerald Agustino Rivanto. Tapi ya karena gue merupakan leader Komunitas Suka Tempe di SMA Sukalucu, jadilah istilah Sempe itu.

Ini hari pertama tahun ketiga gue di SMA Sukalucu. Biasanya sebelum berangkat, gue salaman sama nyokap. Tapi hari ini kok nyokap nggak kelihatan, jadi gue nggak salaman. Bokap? Gue baru salaman kalau mobil udah sampai di parkiran sekolah. Nggak lupa, kita ngelakuin budaya tos jotos keluarga Rivanto. Then, duit jajan sampai di tangan gue.

25 Juli 2018, pagi yang cerah. As always, gue telat. Upacara udah mulai, ini pukul setengah delapan. Tapi ya who cares? Paling-paling dihukum hormat bendera, lumayan bisa bolos pelajaran Matematika.

Jederr
Bunyi tembakan. Gue langsung tersungkur kesakitan. Sialnya, gue yang ditembak oleh sosok berjubah hitam di koridor lantai tiga. Saat gue nengok ke kaki, darah sudah keluar, Jek. Nggak lama sekolah heboh, dan gue pun pingsan.

Pas gue bangun, gue udah terbaring di UGD RS Jangan Sakit Mulu. Dengan tatapan lirih, wali kelas gue menggenggam tangan gue. Gue nanya ada apa tapi dia nggak jawab. Nggak lama, beberapa personel polisi datang untuk ceritain apa yang terjadi. Rupanya sosok berjubah hitam itu nyokap. Sial, habis jalan kemarin gue lupa nyusun sepatu di rak.

Gue bangun lagi. Segera gue cek dari ujung kepala sampai ujung kaki. Thanks God, nothing happen to me. Gue perhatikan sekeliling, ternyata ini adalah kamar gue. Masih pukul 05.00 dan hari ini 25 Juli 2018. Syukurnya, semua tadi cuma mimpi.

Tanpa pikir panjang, gue ambil langkah seribu ke rak sepatu dan langsung ngerapihin sepatu gue. Lalu mandi dan siap-siap ke sekolah.

“Sempe makan dulu!” suara nyokap mulai terdengar pukul 06.00.
“Coming mom!” jawab gue.

Senin ini gue nggak telat, dan nggak ada siapa pun yang nembak kaki gue. Gue, Sempe si biang kerok belajar banyak untuk lebih disiplin dari nightmare semalam. Ya, gue harus lebih disiplin dan menjadi teladan baik di Keluaraga Rivanto.

Cerpen Karangan: Sekar Ayu Diyah Lestari
Facebook: facebook.com/diyah.lestari.5011
Was born on 16th of February.

Cerpen Si Sempe merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Astaga

Oleh:
“Guaa laappeeer!!!” “ayo kita nyari makanan! Ke bakso bang jawir aja yuk!” “hah iya dah! Gua mau hahaha” Rasanya dari tadi pagi perut udah ngasih alarm! Sampai akhirnya jam

Taman Bulan

Oleh:
Aku adalah pemuda 19 tahun yang baru saja menyelesaikan masa SMAku. Tidak ada yang spesial dari kehidupan setelah masa SMA ini. Bosan, bosan dan bosan, itulah yang aku rasakan

Janji Pada Hembusan Angin

Oleh:
“HAHAHA..!!” tawa terdengar dari dalam ruangan kelas itu. Suasana akrab antara sesama insan itu sedang terjalin. Selalu. Setiap saat. Tak pernah absen. Karena persahabatan itu abadi hingga nanti. Saat-saat

Sulit Dilupakan

Oleh:
Setiap orang pasti punya cinta pertama. Cinta pertama adalah hal yang paling membekas dalam hidup, bukan? Hal yang sulit dilupakan dan tergantikan. Namun, hal itu tidak padaku. Cinta pertama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *