Trip to Rumah Hantu Darmo

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 February 2016

Karena gue orangnya suka berpetualang, gue dan geng “ingusan” gue (geng yang terlalu cepat puber) sering pergi ke tempat-tempat yang menantang, kamar mandi cewek misalnya. Hahaha, gue bercanda Hahaha *kriik kriik*. Berbagai tantangan kami lewati, mendaki gunung melewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera bersama teman bertualang. INI SEBENERNYA PETUALANG ATAU NINJA HATTORI?!

Pernah suatu ketika, kami mencoba beruji nyali di salah satu tempat angker yang terkenal di wilayah Surabaya, yaitu “Rumah Hantu Darmo.” Sebenernya sih ada yang lebih nyeremin, tapi nyereminnya bukan gara-gara banyak setannya, melainkan gara-gara banyak banci mangkal. Hari itu hari senin, waktu menunjukkan pukul setengah delapan malam, kami berkumpul di rumah Billy yang sebenarnya sih dia menolak untuk ikutan. Tapi berkat rayuan ala sales MMM yang sedang membujuk korbannya, gue berhasil meyakinkan dia untuk ikut.

Tujuan awal kami sebenarnya hanya mau nongkrong di tempat tongkrongan biasanya (tepat bawah lampu merah persis), tapi entah dapat wangsit dari mana, gue langsung berpikiran untuk ngajak mereka ke “Rumah Hantu Darmo.” Dan entah apa yang mereka pikirkan saat mengiyakan ajakan “sesat” gue seolah-olah gue berhasil hipnotis mereka untuk masuk ke jurang mautnya kota Surabaya ini.

Kami akhirnya berangkat dengan menunggang kuda besi kami masing-masing. Kalau yang belum tahu, kuda besi itu maksudnya motor, bukan kuda-kudaan yang terbuat dari besi dan biasa kalian jumpai di timezone. Sampai Andhika “kangen band” jadi ganteng pun gak bakal nyampe-nyampe kalau pake kuda timezone itu. Perjalanan berjalan lancar, sampai kira-kira setengah jam, kami sampai di depan RHD (rumah hantu darmo). Mata gue terbelalak melihat kemegahan rumah itu.

“Bukan itu goblok, tapi yang di sebelahnya!!” kata Mikhael.
“Oh bukan yang ini?” Tanya gue.
“Bukan, itu pos satpam.” Sahut Billy.

Ternyata perjalanan menuju ke tempat angker ngebuat mata gue agak rabun. Sebuah rumah yang amat besar dan megah namun terbengkalai ada di depan mata. Sungguh besar rumah ini, mungkin jika dibandingkan dengan rumah gue, mungkin rumah gue luasnya hanya sepintunya saja. Gue pun ngajak mereka semua masuk tapi mereka menolak. Gue tahu mereka agak ketakutan, terlihat dari bibir mereka yang terus bergerak membacakan doa.

Kalau boleh jujur sih, gue gak takut kalau gituan, gue lebih takut kalau temen gue si Putu punya pacar, karena menurut legenda, jika temen gue Putu punya pacar, maka itu adalah tanda-tanda bahwa hari kiamat tinggal menghitung hari. Lagi pula, gue udah sering ngelihat kelakuan temen-temen gue yang udah kayak setan. Entah kenapa, gue ngerasa hari itu adalah hari di mana gue harus menjadi seorang g*y, karena sekali lagi, gue harus ngerayu temen-temen cowok gue. Tapi emang dasar udah bakat jadi pengusaha MMM, gua berhasil ngerayu mereka untuk masuk.

Sebenernya sih gue mau bawa lilin dan pake helm berkamera, siapa tahu ada kru dari “masih dunia lain” lewat dan ngelihat gue uji nyali, gue bisa terkenal deh. Tapi niatan itu gue urungkan karena gue denger gosipnya kalau Rudy Kawilarang sedang rebonding rambut barunya. Langkah demi langkah kami lakukan, dan akhirnya kami sampai teras rumah itu. Setelah itu, gue langsung mengetuk pintu itu. Ya, gue tau ini bodoh, karena itu rumah kosong, dan pintunya pun sudah lapuk, kebayang kan kalau diketuk bakal rubuh tuh rumah.

Akhirnya kami masuk ke dalam, kami pun mengucapkan salam berkali-kali dengan tujuan bisa diterima di rumah itu, karena kami biasanya ditolak mana-mana. Gue pun takjub ngelihat temen-temen gue, karena belum pernah gue lihat temen-temen gue sesopan ini dan sekalem ini, mungkin ini efek ketakutan yang melanda mereka. Gue lihat sekeliling, takjub dengan kemegahan rumah ini, terlihat ruangan seperti ruang pesta yang amat besar, mungkin luasnya seluas lapangan futsal.

Saat lagi asyik-asyiknya menyusuri rumah itu, tiba-tiba gue denger suara-suara seperti suara sms dari HP, gue cek hape gue, dan benar, ternyata hape gue ada sms. “Tolong isi pulsa mama 10 ribu, mama sedang ada di kantor polisi, nanti mama ganti, penting!” KAMPRET, gue kira ada sms dari operator yang mau nambahin kuota internet gue, tahunya sms dari orang sarap yang ngaku-ngaku mama gue. Entah kenapa gue bisa takjub sama tuh rumah, mungkin rumah gara-gara rumah gue hanya seluas pintunya saja kali ya.

Ruangan demi ruangan kami telusuri, dan gue tak menemukan apa pun selain mama minta pulsa tadi. Mungkin mereka mengira kami juga setan, sehingga mereka gak nakut-nakutin kita. Wajar sih, karena gue lihat wajah temen-temen gue, mukannya rata-rata seperti pantat sundel bolong. By the way gue bingung kenapa sundel bolong ini perutnya bolong, mungkin dia meninggal gara-gara tertembak meriam tentara Belanda saat peperangan 10 november di kota pahlawan ini.

Lanjut ke cerita. Hampir semua ruangan kami telusuri, tapi setelah merasakan hawa panas di sekitar, kami pun berhenti. Karena menurut mitos yang berkembang di geng kami, jika suhu udara tiba-tiba menjadi panas, maka ada aura jahat di sekitar kita. Sebenernya gue bingung dengan mitos ini, karena setiap gue ada di daerah sekitar wc yang selesai gue pakai, hawanya tetap biasa saja. Balik ke cerita, ternyata penyusuran rumah ini cukup membosankan, tak ada gregetnya. Sebenernya gue berharap rumah ini bisa dibuat lebih mencekam lagi dengan dilepasnya banci-banci pangkalan (meskipun gue tahu kalau gue bakal gak bisa tidur sepulang dari situ). Akhirnya kami pun menyudahi ekspedisi ini, sebelum ke luar pun kami mengucapkan salam-salam terima kasih pada penghuni sini karena telah mengizinkan kami.

Pesan moral dari cerita yang tidak berkualitas ini adalah: jangan sekali-sekali mencoba masuk ke daerah angker tanpa ada orang yang profesional dalam bidang ini. Jika butuh jasa silahkan hubungi geng ingusan kami, tentunya dengan biaya yang terjangkau. (Ini sebenarnya pesan moral atau promosi sih?!)

Salam angker, penulis.

Cerpen Karangan: Nikko Saputra
Blog: nikkosaputra.blogspot.com
Hola, nama gue Nikko Saputra, biasa dipanggil Nikko sama temen gua, dan dipanggil maling ketika krisis ekonomi melanda dan juga sering dipanggil mirim Al, karena mirip al ghazali (lebih cocok Almarhumm kali ya?) Gue berharap kalian semua bisa enjoy sama cerpen-cerpen hasil karya gue yang diangkat dari kisah nyata. Idola gue adalah Raditya Dika, meskipun cerpen gue gak selucu dia, tapi gue berharap suatu hari bisa jadi kayak dia (amin). Salam Penulis.

Cerpen Trip to Rumah Hantu Darmo merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terbelahnya Hati Daku

Oleh:
Saat mentari mulai menampakkan wujudnya, semua makhluk memulai aktifitasnya. Daku yang masih duduk di sekolah negeri Yogyakarta segera bergegas ke sekolah guna menuntut ilmu. Hari demi hari daku lewati

Partner

Oleh:
Cerita ini dimulai dari sebuah rencana beberapa waktu lalu antara aku dan kedua sahabatku, Tyara dan Fitri. Waktu itu kami semua akan menghadapi UNBK. UNBK akan dilaksanakan dua minggu

Cinta Itu Masih Tinggal Di Hati

Oleh:
Genap sudah lima tahun berlalu, semenjak aku memutuskan melanjutkan studi ke luar kota. Aku masuk ke salah satu Universitas swasta di Semarang. Awalnya kedua orangtuaku enggan untuk melepas kepergianku.

Aku Yang Ingin Jadi Bagian Mereka

Oleh:
Saat jam istirahat tiba, aku lebih memilih duduk sendirian di taman belakang sekolah. Aku duduk di bawah pohon sambil menatap siswa siswa lain yang sedang asyik bergembira bersama sohib-sohibnya.

Putri Sehari

Oleh:
“Apakah ada lagi yang harus hamba lakukan, Putri?” tanya salah seorang pelayan. “Tidak. Kau boleh pergi!” jawab seorang gadis singkat. Sang pelayan pun lalu pergi meninggalkan gadis itu sendirian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *