3 sekawan dan Gadis Berjubah Merah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 March 2014

Triple best friend bernama Safari Anatasya Sarah dipanggil sara, gadis ini berumur 17 tahun lho.. Tepatnya 3 SMA. Anisya Rizqia tasya dipanggil Icha berumur 16 tahun tepatnya kelas 2 SMA dan Tisa Zhuraila dipanggil Tisa sudah jalan 16 seperti icha. hari ini mereka liburan sekolah hari pertama. Karena sedang hujan mereka jadi hanya berdiam diri saja di rumah sambil browsing atau bermain jejaring sosial.

3 sahabat ini sering Gowes saat hari minggu, biasanya mereka pergi ke Taman, Kebun Binatang, Kolam Renang ataupun ke tempat rekreasi lainnya. Maklum rumah mereka terletak di dekat tempat-tempat rekreasi. Selain itu mereka juga suka sama hal yang berbau misteri lho..

Siang ini Sara, Icha dan Tisa sedang mengobrol lewat chat facebook mereka. Mereka membicarakan tentang rencana berlibur hari kedua besok dimana?.

Percakapan antara Sara, Tisa dan Icha.

Sara: teman-teman kita besok ke mana nih.. bosan dirumah
Tisa: Iya, sama.. ra, aku sih kepingin banget pergi camping ke Hutan Marapis? Kan kita belum pernah camping bertiga? Kayaknya seru deh
Icha: Boleh juga tuh sa.. aku pengen sekalian menghirup udara segar dan mengambil beberapa daun obat-obatan disana.
Sara: Boleh.. juga tuh, kita perginya mau jam berapa?
Tisa: gimana kalau jam 8 aja?
Icha: emangnya kamu udah bangun jam segitu? (sambil meledek)
Tisa: udah dong.. cha!!
Sara: oke friend.. jadi kita ngumpul dirumah aku aja yaa
Tisa: Oke..
Icha: oke.. aku jam 07.30 udah datang kok 🙂
Sara: oke deh sa, cha.

lalu mereka pun log out dari akun facebook mereka masing-masing. Dan segera tidur siang agar nanti malam bisa menyiapkan perlengkapan besok ke perpustakaan daerah.

Tepat jam 17.00 sore Icha dan Tisa bangun, sementara Sarah sudah bangun dari jam 16.30 tadi, tepat jam 18.00 adzan maghrib pun berkumandang mereka pun shalat berjama’ah dengan keluarga mereka masing-masing. selesai sholat mereka makan lalu menyiapkan keperluan untuk pergi besok. Mereka ada yang membawa

-Kaca Pembesar
-Handphone
-Tali
-Alat perkakas yang ringan
-kompas
-Peta-Senter
-Baju ganti
-Kamera
-Tenda Besar
-Alat untuk mandi
-Alat sholat
-Jaket tebal
-Peralatan Makan
-Peralatan Masak
-Korek Api
-Sarung Tangan
-Topi
-Ponco
-Kantung Tidur
-Obat-Obatan
Ada yang membawa beberapa makanan
-Telur
-Beras
-Makanan Ringan
-Susu Bubuk
-Indomie
-Sosis
-Tempe
-Tahu
-Permen
-Kopi
-Teh
-Air Mineral
-Marshmallow
-Coklat
-Ayam yang sudah siap digoreng
-Bumbu masak
-Ikan Goreng yang sudah siap dimasak
Dan minyak goreng, serta bahan-bahan lainnya.

Selesai itu mereka menyiapkan pakaian untuk pergi besok, Sarah menyiapkan baju Kaos lengan panjang berwarna biru tua cerah, celana jeans biru, dan kerudung segi empat biru muda. sementara Icha dia menyiapkan baju kaos pendek berwarna putih dengan gambar K-ON anime favoritnya, Jaket warna Merah muda yang tidak terlalu tebal, celana jeans hitam. serta kerudung persegi warna merah muda. Dan Tisa.. dia meyiapkan baju terusan dengan garis-garis putih dan ungu muda serta kerudung warna putih dan celana jeans warna putih dan tidak lupa topi bertulisan “Woles” warna merah.
Mereka sepakat memakai sepatu warna putih bertali agar kompak, jam sudah menunjukkan pukul 21.00 mereka pun tidur agar bisa bangun awal, semuanya telah masuk ke alam mimpi yang berbeda-beda…

Tepat jam 05.00 Tisa sudah bangun, sedangkan sara dan icha bangun pada pukul 05.30. Setelah bangun mereka pun merapikan tempat tidur, lalu mereka sholat subuh, lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, setelah itu memakai baju yang sudah mereka siapkan dan memeriksa keperluan-keperluan yang akan dibawa apakah sudah siap tersedia semuanya.

Jam 07.00 pun Tisa dan Icha pergi ke rumah Sara yang lumayan jauh menggunakan mobil angkutan mereka masing-masing. Tepat jam 07.30 pun mereka sudah sampai di depan rumah sara. Tisa pun memencet bel rumah sara, dan bunyinya.. “Ting Tong” “Ting Tong”. Pembantu sara yang bernama Bi Nisa pun segera membukakan pintu rumah. Bi Nisa pun menyuruh mereka masuk “Dik, silahkan masuk dulu… Saranya sedang di kamar tuh, sebentar lagi turun kok”. “Baiklah, terima kasih bi” kata Tisa dan icha dengan sebuah senyum.

Tak lama kemudian.. Sara pun turun dari tangga, dan segera menghampiri teman-temannya yang sedang duduk menunggu kehadiran dirinya. Sara berkata.. “Kalian udah sarapan belum teman-teman?”, “Udah kok..” jawab Tisa dan Icha serempak. “Oke deh kalau gitu kita langsung aja ya ke Hutan Mastiranya?” “Ayok..” Jawab Icha dan Tisa serempak lagi.

Mereka pun berangkat menggunakan mobil shara.. 2 jam kemudian pun mereka sampai di Hutan Mastira, setelah mobil shara pergi icha, Shara, Tisa pun berteriak girang “Yeayy… nyampai juga kita”, setelah itu mereka berjalan-jalan mencari lokasi yang sesuai untuk halaman perkemahan mereka

Tisa pun menemukan tempat yang sesuai, Tempatnya lumayan teduh dan banyak pepohonan rimbun mengelilingi area tersebut. Sesaat kemudian Tisa, Shara dan Icha pun mendirikan Tendanya, dan mengeluarkan semua perlengkapan mereka dan merapikaannya. Setelah itu Icha ingin berjalan-jalan dahulu untuk mencari mata air terdekat, sementara Tisa menemani icha untuk mencari mata air sekalian ingin melihat keaadan hutan tersebut. Sedangkan Shara dia bertugas menjaga tenda, merapikan, menata tempat tidur mereka, setelah itu Shara pun mencari sedikit kayu atau ranting yang patah untuk membuat api unggun nanti malam. Lalu Shara juga duduk-duduk sambil mengamati lingkungan hutan mastira yang agak suram.

Tak terasa jam pun sudah pukul 10.00, Shara, tiba-tiba mendengar suara orang memelas “Tolong… tolonglah aku” tiba-tiba shara melihat seorang gadis yang memakai jubah berwarna merah dengan tongkatnya berjalan menghampirinya, Saat shara hampiri dan Shara pun terkejut melihat muka gadis itu. Mendadak shara pun pingsan. Akhirnya Shara pun terkulai tak berdaya di atas tanah, Lalu gadis tadi pun hilang sekejap mata, tanpa jejaknya…

Beberapa menit kemudian icha dan tisa pun datang, mereka agak cemas karena melihat shara pingsan. Tisa dan icha pun mencoba membangunkannya tapi berselang 10 menit kemudian Shara tak kunjung bangun juga. Untung icha membawa minyak kayu putih dan segera mengoleskannya ke hidung shara. Untunglah shara segera siuman, karena teman-temannya agak merasa panik.

Icha pun bertanya “shar, kamu kok bisa pingsan sih? Kenapa?”, shara menjawab “Anu.. tadi aku lihat sosok gadis berjubah merah dengan muka yang seram, mukanya seperti hantu” jawab shara. “apa…?” kata icha. “Hush.. Jangan ngaco deh!!” kata tisa. “Kamu yakin shar?” tanya tisa, “iya.. Tadi aku lihat emang, makanya aku shock jadi pingsan deh”. “mungkin itu halusinasi kamu kali”. “bisa jadi tisa.. aku memang agak kecapekkan” kata shara, “iya, mending kamu minum teh dulu deh, terus istirahat, nanti kalau kamu sakit kan kita semua kepayahan” kata Tisa.. “Baiklah, makasih tis” kata shara. “oke shar” jawab tisa.

Tisa pun heran mengapa icha dari tadi diam “Cha? Kok kamu diam melulu sih?”. “Gak apa-apa tis” jawab icha “oh ya sudahlah.” jawab tisa.

Semuanya telah sepakat untuk tidur, dan mereka pun tak lama kemudian telah terlelap. Tak mereka sadari bahwa gadis berjubah merah tadi duduk masuk di dalam tenda memperhatikan icha dan shara. Jam 12 pas pun icha terbangun dia melihat bayangan orang mendekati tenda mereka.. Dia memakai jubah merah dan mukanya menunduk sehingga terihat tidak terlalu jelas.. Tiba-tiba pandangan icha teralihkan dengan bangunnya shara dan tisa.. Icha pun melihat lagi apakah gadis tadi masih ada. Ternyata tidak ada lagi. Lalu icha pun mengajak tisa dan shara mandi “Shar, tisa mandi yuk.. Gerah nih?” ajak icha, “ayo…” kata shara dan tisa.

Sarah dan Tisa pun mandi ke sungai.. sesampainya disana sarah mencelupkan kakinya ke air.. “Wah.. Ternyata airnya hangat tis” kata shara. “Iya shar”. Ternyata airnya luamayan hangat (daripada lu manyun), ditambah pemandangan indah, sinar matahari masuk lewat celah-celah daun pohon yang rimbun, serta air sungai yang jernih sangat mendukung untuk membersihkan badan.

Sementara Sarah dan Tisa mandi, Icha pun menunngu di tenda, tiba-tiba bayangan Gadis berjubah merah muncul. Dan sesaat kemudian icha mendengar gadis tersebut menyanyikan lagu “LENGSER WENGI” dengan nada yang sedih.. Seperti meratapi, Icha pun bergidik ngeri. Lalu dia bertanya “Si.. siapa I.. Itu?”.
Tiba-tiba Gadis tadi memasuki tubuh icha, dan sekejap icha pun melihat semuanya.. Icha benar-benar terkejut.. “sangat sadis” katanya.

Jadi ceritanya begini..”Pada Tahun 1990.. seorang mahasiswi di salah satu universitas bernama “Universitas Cakra Jaya” pada pukul 5 sore pulang sekolah melewati jalan pintas terdekat untuk ke rumahnya.. Yaitu sebuah jalan kecil di hutan mastira. Dia bernama “Christina Xavier Ellatana” panggilannya “VIE”. Waktu itu dia berumur 19 tahun, dia tiba-tiba saja tertarik ingin masuk ke hutan mastira karena mendengar suara-suara aneh seperti ini “Tolong…” “Hihhiii…” “Hahahaha” dan lain-lain.

Saat dia memasuki hutan tersebut.. Tiba-tiba dia melihat sosok gadis berjalan melewatinya.. karena penasaran vie pun mengikutinya, saat gadis itu berhenti di tempat sebuah pohon yang aneh.. Pohon tersebut bercabang-cabang membentuk segitiga. Tiba-tiba gadis tersebut menyentuh pohon tersebut dan terpeleset lalu jatuh pingsan. Saat bangun dia merasakan tubuhnya terasa ringan. Ada sekitar milyaran orang di sekitarnya mengambang, dan penasaran. Dia bertanya kepada anak gadis berkuncir 1. Katanya mereka semua disini merupakan korban dari seorang penyihir yang gila dan lupa ingatan menjadi “peminum darah segar” sudah milyaran orang menjadi korban. Di antara milyaran orang tersebut hanya ada 10 orang yang bisa berwujud manusia atau arwah untuk meminta bantuan. konon katanya Mereka semua disitu bisa hidup kembali tapi di dimensi lain, dengan syarat mereka harus mengalahkan penyihir tersebut dan harus nmenemukan dimana letak jasad-jasad mereka.

Dan Vie termasuk dari 10 orang tersebut, dia pun menyamar dengan memakai jubah merah karena tidak bisa terkena matahari langsung, karena jika hal itu terjadi dia akan terbakar. Sampai suatu ketika dia bertemu icha dan memberitahukan kepadanya

Lalu icha pun mendengar bisikan di kepalanya.. Vie meminta bantuannya, namun sayangnya dia Belum Mandi… Lalu teman-temannya pun datang. setelah itu icha pun menceritakan semuanya. teman-temannya begitu terkejut terutama sarah yang pertama kali melihatnya. Akhirnya icha pun mengundur waktu untuknya bermandi, biarlah dia mengutamakan menolong orang dahulu.

Mereka pun membawa alat-alat yang diperlukan dan mengunci tanda serta semua alat-alat dan barang-barang lainnya. Mereka pun berjalan ke arah barat dan menemukan sebuah pohon segitiga, sesaat icha menyentuhnya, dia pun dapat melihat semua orang yang arwahnya penasaran. Begitu pula disusuli oleh tisa dan shara. Shara serasa ingin pingsan walaupun umurnya paling tua tetapi dia paling takut dengan hantu. sesaat tiba-tiba dia bertemu dengan penyihir itu. Dan Icha pun ingat Mantra yang dibisikkan oleh vie tadi. Tiba-tiba icha melompat dan menerjang nenek itu tetapi serangan icha gagal.. Dia pun meminta bantuan teman-temannya untuk bersatu dan mereka pun bersatu membaca mantra “Terra Ta! Na tara, sukido amino yaruku! Kisukitse!” Blaar.. Penyihir itu hilang sekejap terbawa angin. Lalu orang-orang arwah penasaran yang jumlahnya milyaran pun hilang terbawa angin.

Vie pun berterima kasih kepada Icha, Sarah dan Tisa, sebagai hadiah Vie memberikan Kalung berbatu rubi warna ungu untuk icha, pink untuk tisa, dan hijau untuk sarah. Vie berpesan jika merek perlu bantuan maka genggamlah batu tersebut lalu sebut nama VIE dan vie akan bisa berbicara dengan mereka lewat hati mereka.

Karena masalah selesai, mereka pu mengadakan pesta api unggun, membakar jangung, sosis dan marshmallow, serta menyanyi-nyanyi. Sesaat tiba-tiba ada seorang anak duduk di samping tisa dan membisikkan tisa sesuatu “Tolong aku.. bantu aku mencari ibuku. Jangan takut… Aku arwah yang baik”, petualangan baru pun baru saja dimulai.

Cerpen Karangan: Nurul Shivani
Facebook: Nurul Shivani
Hai semuanya, namaku Nurul Shivani, sekarang aku kelas 2 smp. Tepatnya aku bersekolah di MTsN2 Pontianak Kota. Aku lahir di Kalimantan Barat, tepatnya di pontianak pada 13-desember-2000. Hobiku adalah Menulis, memebaca, menonton tv, berenang, dan menggambar manga. Jika kalian senang baca ceritaku atau ingin kenal lebih dekat denganku add fb-ku: Nurul Shivani, dan Follow twitterku @Shiva_shivers, email-ku :nurul_shivani[-at-]ymail.com,

Thank’s udah baca cerita aku.. semoga kalian terinspirasi ya ^^

Cerpen 3 sekawan dan Gadis Berjubah Merah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rumah Sakit Terbengkalai

Oleh:
Orang-orang di sekitarku selalu menilaiku sebagai orang yang super pemberani. Terutama pemberani pada hal-hal mistis. Ya, memang aku membenarkan semua ini, tapi, mereka menilaiku begitu hanya karena aku berani

Best Friend Forever

Oleh:
Mentari pagi belum juga muncul. Maklum jam masih menunjukkan pukul 05.00 WIT. Jam alarmku berbunyi makin kuat, sepertinya ia tak sabar membangunkanku. Segera aku bangun dari tempat tidur lalu

Bloody Mary

Oleh:
Dhea, Rara, Steffi, Amel, dan Keyla berkumpul malam mingguan di sebuah kafe, mereka berbincang-bincang. “Eh guys, gimana kalau kita main ritual bloody Mary pasti seru!!” Ujar Rara. “Bloody Mary?

Mata Tembus Pandang

Oleh:
Lelaki itu memandangiku, dari wajahnya dia terlihat seumuranku tapi sedikit lebih dewasa, wajahnya lumayan tampan, tapi bajunya serba hitam, ditambah matanya yang tajam dan memperhatikanku, membuat aku risih. Umurku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

7 responses to “3 sekawan dan Gadis Berjubah Merah”

  1. afiyatul rohma says:

    nice

  2. hana yuki amelia says:

    Hay…
    Keren deh tpi aku juga mau tau Cerita selanjutnya…
    Apa yg akan dilakukan 3 sekawan & anak kecil itu ^_^
    Kalo boleh comment ceritanya kependekan:'(

  3. nurul shivani says:

    hehehe makasih ^^ , oke ak usahakan ad lanjutannya , tp taun depan postnya ya :3 #kidding

  4. Arini says:

    Judulnya bagus, menarik perhatian banget.
    Tapi kalau bisa jangan kebanyakan kata “lho…” nanti kesannya bukan deskripsi melainkan cerita biasa.
    Dan untuk menarik pembaca lagi ke chapter (?) berikutnya baik banget
    Aku jadi penasaran juga nih 🙂

  5. celine says:

    Aku suka banget sama ceritamu itu

  6. bimo says:

    Merinding bacanya wkwkwkwk

Leave a Reply to nurul shivani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *