Abigail, Thalia dan Tumbalnya Sendiri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 23 September 2018

Aku. Aku adalah seorang anak yatim piatu. Kecelakaan pesawat itu telah membuat orangtuaku tewas. “Abigail, ayo pindah rumah!” suara bibi memecah lamunanku. “Iya bi” dengan langkah berat aku pergi meninggalkan rumahku yang penuh dengan kenangan ini.

Di rumahku yang baru, aku merasa lebih nyaman. Aku jadi tidak terlalu sedih. Rumah baruku ini mempunyai model yang klasik, antik dan rumah jaman dulu.

Sampai suatu malam, aku mendengar suara gadis kecil. Gadis kecil itu bilang “Hati hati”. Tapi aku tidak melihat wujudnya. Suara itu sudah 2 hari kudengar. Setiap malam. “Lihatkan wujudmu! aku tidak paham dengan semua ini!” Abigail berteriak di dalam kamarnya pada tengah malam.

Tiba tiba di depannya muncul gadis kecil. Lebih muda dan lebih kecil dari Abigail. “Ka.. kamu??” Abigail ketakutan. Gadis kecil itu berambut ikal, kulitnya putih pucat seperti mayat hidup dan ia memakai pakian piama untuk tidur. “Namaku Thalia, hati hati di rumah ini, kau harus pergi besok malam! Tinggalkan rumah ini! Jika tidak, kau akan menjadi tumbal Hans yang ke 5” kata gadis itu. “Siapa Hans?” “Hans adalah bekas pemilik rumah ini! Pergilah Abigail, aku adalah korban tumbal Hans yang keempat” jelasnya. “Besok malam?” “Iya, kau harus waspada pada jam 11 malaman” lalu gadis itu menghilang.

Malam hari, bibi Abigail pergi seminar ke Bandung untuk pekerjaannya. Abigail semakin takut. Ia bersiap siap dengan pisau dapur di dalam kamarnya.

Tiba jam 11 malam, dari luar kamar Abigail terdengar suara hentakan kaki. Bukannya lari atau bersembunyi, Abigail malah ingin mecari tahu dan membunuh penumbal itu. Dengan berani sambil memegang erat pisau dapur, Abigail lari ke arah om Hans. “Kau adalah tumbal ke 5 ku!!!” ia berkata dengan suara beratnya. “Tak bakal Hans!” tiba tiba Thalia ada di sebelah Abigail. “Thalia? Kau sudah mati!” Hans sangat terkejut sambil menunjuk ke arah Thalia. Abigail juga ngeri pada Thalia yang menampakan wujud aslinya. Wajah Thalia di bagian mata dan hidungnya mengalir darah dan perutnya bolong kecil. “Tha.. thalia” Abigail lirih. “Kau harus mati Hans!” Thalia merebut pisau yang digenggam erat oleh Abigail. Lalu ia menusukan pisaunya itu ke leher Hans. Leher Hans pun terbelah.

“Thalia, jangan bunuh aku!” Abigail ketakutan. “Tak akan Abigail, kau adalah temanku. Mungkin sahabat. Sekarang dendamku telah terbalaskan, Hans telah mati. Pergilah dari rumah ini” Thalia tersenyum pada Abigail. Abigail menangis. “Jangan pergi, temani aku!” “Abigail, aku harus pergi. Aku akan tenang di sana” mereka pun berpelukan.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Abigail, Thalia dan Tumbalnya Sendiri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bernyanyi Di Kamar Mandi

Oleh:
Malam ini adalah malam minggu. Seperti remaja umumnya, aku dan teman-temanku memutuskan untuk jalan-jalan ke mall. Ya, tentunya sebelum itu aku harus mandi terlebih dahulu. Kebetulan aku tinggal di

Cermin Pembawa Petaka

Oleh:
Malam itu Sisi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan ketika itu ada nenek tua yang menyeberang jalan. Mobil yang Sisi gunakan menyerempet nenek itu dan mobilnya pun berhenti. Sssttt..

Dendam

Oleh:
Aku tak sabar menunggu pukul 8 pagi. Aku terus memandangi jam tanganku. Pukul 8 nanti Valdi mau mengajakku pergi ke taman penangkaran kupu-kupu. Dia teman terbaikku. Aku menunggunya di

Rumah Tusuk Sate (Part 2)

Oleh:
“Kak, tumben pulangnya malem?” tanya seorang pria muda “Memangnya apa urusanmu!!” hardik pria yang dipanggil kakak ini “Gak papa aku cuman tanya kok” ucap si adik sedikit merajuk Sang

Gladis Si Gadis Bayangan

Oleh:
Suatu ketika pas aku pulang kuliah sama Rita aku nyasar ke sebuah Rumah kosong di tengah kebun bunga yang sudah layu. Aku sama Rita mencoba masuk rumah itu, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *