Adikku Tumbalnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 9 September 2017

Aku mempunyai seorang adik, neira namanya. Aku suka memanggilnya Ira. Sesuai namanya, sifatnya pun sama. Ceria, pintar dan selalu tertawa dalam suasana apapun. Tapi akhir-akhir ini dia berubah, aku benar-benar merasa kehilangan dirinya. Dia lebih kalem dan susah diajak berbicara. Awalnya kukira ia seperti ini karena perkembangan usia, tapi setelah kuamati tingkahnya sangatlah aneh. Ia selalu berbicara di kaca, sering menonton film kanibalisme dan seringkali tersenyum licik atau menyeringai. Perlahan aku mulai menjauhinya karena takut padanya.

Malam ini aku bermimpi tentangnya. Bermimpi kalau dia tidur di sampingku dan menyeringai seram padaku. Aku terkejut dan terbangun. Bukan, alasannya bukan karena mimpi burukku saja. Alasan lain karena aku mendengar kakakku (erika) berteriak histeris.

Aku langsung berlari menghampirinya yang sedang berada di kamar, sudah ada ibu, ayah dan ira. “kenapa teriak, kak?” tanyaku. Kak rika tampak ketakutan dan menunjuk kasurnya yang digenangi banyak darah. Aku langsung terkejut dan shock. Darah apa itu? Warnanya merah pekat. Saat itu pandanganku hanya tertuju padanya, ira! Ya, aku curiga pada ira.

Esoknya setelah ira sudah berangkat ke sekolahnya aku langsung mengendap-endap masuk ke kamarnya. Kuoprek-oprek semua benda mencurigakan yang terlihat di kamarnya. Setelah lama mencari aku menemukan kertas yang sudah lecek. Kubuka kertas itu untuk mengetahui isinya.

“Kak, aku telah dijadikan tumbal oleh iblis jahat dari neraka. Kini tubuhku tak dihuni lagi olehku, melainkan iblis itu. Kuperingatkan jauhi dia! Karena…”

*Krieet! Pintu kamar terbuka membuatku menoleh dengan perasaan berdebar.
Di situ berdirilah sesosok ira dengan roh iblis di dalamnya. Ia bukan ira yang aku kenal lagi! Kini penampilannya sangat mirip dengan boneka chuky dengan sebilah pisau di tangannya. Aku menjadi gemeteran, ia dengan seringaiannya melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arahku. Begitu dekat sampai aku kembali membaca suratnya.

“Karena roh iblis itu akan mendatangi ketiga orang, kak erika, mama, dan yang membaca cerpen ini”.

Cerpen Karangan: Indah
kalau menemukan cerita ini di web manapun, gak usah heran. yang ngirim sama aja kok!

Cerpen Adikku Tumbalnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Burger (Part 1)

Oleh:
“Makan apaan lu” Baru saja beberapa gigitan, sebuah suara menegurku. Aku menengok. Ternyata suara rio. Teman satu kosku. “Ini nih” kataku sembari lanjut mengunyah. “Daging roti ama bumbu-bumbu dikit”

Gadis Indigo (Sendang Made)

Oleh:
Malam ini adalah jadwal pelajaran tambahan untuk bahasa. Saat itu Pak Tanto tidak dapat hadir dalam pertemuan kali ini. Sebenarnya aku kecewa karena sama saja ini membuang waktu jika

Kehidupan Baru (Part 1)

Oleh:
“There are two tragedies in life. One is to lose your heart’s desire. The other is to gain it.” Sebuah kutipan kalimat dari George Bernard Shaw yang tak sengaja

Penunggunya Siapa?

Oleh:
Dodi menggigit jarinya gelisah. Bola kesayangannya masuk ke rumah kosong, yang angker. “Aku pulang ya Dod, mau main PS” ujar Tito yang malah kabur pergi ke rumahnya, padahal Tito

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Adikku Tumbalnya”

  1. Dinbel says:

    Kok asa ngegantung sihh.

  2. Ryu Miyano says:

    gua kutuk yang berani datangin gua

  3. 21 03 07 says:

    Kalo yag baca cerpen ini ada sepuluh gimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *